20/12/2020
Muhasabah Hati
Bumi adalah ruang yang Allah sediakan bagi kita untuk menghamba padaNya. Kita pun memiliki tugas untuk memimpin, memakmurkan, mengelola dan memeliharanya.
Seorang muslim tidak dituntut untuk mengelilingi duniya, tapi kita dituntut untuk bertadabbur melihat kekuasaan Allah yang terbentang di atas bumiNya.
Sia-sia sahaja jika perjalanan kita jauh merantau namun hati tidak p**a berjalan dari dasarnya...
Kita perlu kembali pada fitrah alam dan kemanusiaan, suatu saat HP dan segala bentuk alat komunikasi akan tidak punya fungsinya lagi, kecanggihan teknologi tidak akan bertahan lama.
Kerana ia tetap punya batas waktu...
Di akhir duniya kelak akan dipenuhi pertempuran tanpa kereta kebal mahupun pesawat, melainkan pedang dan anak panah.
Ruangnya masih sama, bumi ini...
Pertempuran antara Al Haqq dan Al Bathil sungguh akan terus berlaku dan memecah kesunyian.
Bukan kerana kita yang ingin begitu, namun kerana adanya golongan yang tidak ingin jika duniya dipegang dan di pimpin oleh orang-orang soleh.
"Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Adz-Dzikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang soleh."
Surah Al Anbiya, 105
- Rayhan Legacy
Maka tetaplah bertahan dan bersiap sedialah. Menangkan pertempuran kecil untuk mengumpul kemenangan besar.