26/07/2026
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA TribunJogja.com-Tribun Network - DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DIY melihat adanya pergeseran preferensi wisata ke multi destination trip.
Artinya, wisatawan mengombinasikan perjalanan ke beberapa daerah dalam satu rangkaian perjalanan.
Ketua DPD ASITA DIY, Trianto Sunarjati, mengatakan perubahan tren perjalanan wisata harus disikapi positif.
Ia menilai perubahan pola perjalanan ini menciptakan peluang untuk memperkuat kolaborasi antardaerah.
Tujuannya agar meningkatkan lama tingal, memperbesar pengeluaran wisatawan, hingga memperluas manfaat ekonomi bagi sektor pariwisata.
Untuk itu, industri pariwisata di DIY harus terus berinovasi agar dapat menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Saat ini, wisatawan tidak sekadar ingin melihat objek wisata, tetapi juga pengalaman.
Dengan demikian, industri pariwisata perlu mengembangkan desa wisata maupun wisata berbasis masyarkat.
Penguatan Daya Tarik Wisata
Wisata budaya yang menjadi daya tarik utama DIY pun harus diperkuat agar lebih interaktif. Termasuk pengembangan wisata minat khusus seperti heritage walking tour, ekowisata, geowisata, wellness tourism, dan lain-lain.
"Pelaku industri perjalanan juga didorong untuk menciptakan paket wisata yang inovatif, fleksibel, dan mengikuti kebutuhan pasar yang terus berkembang," katanya, Kamis (23/7/2026).
"Fokus kita bukan hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga meningkatkan kualitas kunjungan. Wisatawan yang tinggal lebih lama, menikmati lebih banyak aktivitas, berbelanja produk lokal, serta memperoleh pengalaman yang berkesan akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar bagi masyarakat," sambungnya.
Tidak hanya membangun destinasi, kualitas sumber daya manusia pariwisata juga menjadi penting. Sehingga perlu ada pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi SDM pariwisata.
✅Bangga ASITA