PLIK Ungaran Barat Semarang

PLIK Ungaran Barat Semarang PLIK UNGARAN BARAT

Pusat Layanan Internet Kecamatan yang populernya dipanggil PLIK adalah salah satu program pemerintah yang dipegang oleh Kementerian Komunikasi dan Informas

21/11/2013

Indonesia memasuki era TV Digital
Posted by tvdigital on July 25th, 2013
Advertorial

INDONESIA mulai memasuki era penyiaran TV Digital terestrial free-to-air. Sistem penyiaran televisi digital ini mampu memancarkan sinyal gambar dan suara dengan kualitas penerimaan yang lebih tajam serta jernih di layar TV dibandingkan siaran analog.

Sejak akhir 2012, infrastruktur TV Digital sudah mulai dibangun dan dioperasikan oleh penyelenggara multipleksing swasta di Jawa dan Kep**auan Riau. Konten siaran dalam format digital pun sudah dapat dinikmati masyarakat di wilayah ini. Daerah lain akan menyusul secara bertahap, seperti Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Pada masa transisi, sinyal analog dan digital dipancarkan secara bersamaan yang dikenal dengan masa simulcast. Selain untuk tetap menjamin hak masyarakat mendapatkan informasi melalui media TV, tujuan masa transisi adalah agar masyarakat mulai melakukan peralihan ke siaran digital. Pada periode ini masyarakat juga bisa melihat perbedaan kualitas siaran analog dan digital.

Tanpa harus membeli pesawat TV baru, masyarakat dapat menikmati konten siaran format digital dengan cara menambahkan perangkat converter (yang disebut set top box) pada pesawat TV lama. Set top box (STB) adalah alat bantu penerima siaran digital yang berfungsi mengkonversi dan mengkompresi sinyal digital sehingga dapat diterima pada pesawat TV analog.

STB sebagai receiver sinyal digital harus memiliki standard yang sama dengan sistem pemancar (transmitter), yaitu DVB-T2. Standard ini diadopsi Indonesia sejak 2012, menggantikan standard DVB-T (2007) sebagai standard penyiaran TV Digital terestrial penerimaan tetap free-to-air atau tidak berbayar.

Salah satu perbedaan antara siaran TV analog dan digital adalah pada pemanfaatan spektrum frekuensi radio sebagai sumber daya alam yang sangat terbatas. Pada sistem penyiaran TV analog, satu kanal frekuensi digunakan untuk menyalurkan satu program siaran TV. Sementara pada sistem penyiaran digital DVB-T2, satu kanal frekuensi mampu membawa hingga 12 program siaran standard definition (SDTV). Artinya, terjadi inefisiensi penggunaan spektrum frekuensi radio pada sistem analog. Sebaliknya, terdapat optimalisasi pemanfaatan kanal frekuensi pada sistem digital.

Pada penyiaran TV Digital, kualitas gambar dan suara jauh lebih baik dibandingkan siaran analog. Hal ini dikarenakan pancaran sinyal digital relatif stabil dan tidak menurun. Juga siaran TV Digital hanya mengenal kondisi diterima (1) atau tidak diterima (0) sinyal. Selama sinyal bisa diterima receiver, gambar dan suara konten siaran dapat dinikmati. Sedangkan pada siaran TV analog, kualitas sinyal cenderung menurun ketika lokasi penerimaan semakin jauh dari titik transmisi sehingga menimbulkan noise atau ‘bersemut’. Selain itu juga rentannya sinyal siaran analog terhadap gangguan cuaca.

Membangun jaringan infrastruktur TV Digital memang membutuhkan investasi yang besar. Operator multipleksing TV Digital harus membangun infrastruktur di wilayah-wilayah layanan dalam zona layanannya sesuai komitmen pada saat seleksi penyelenggaraan multipleksing. Namun infrastruktur eksisting dapat tetap dimanfaatkan seperti bangunan, SDM dan lain-lain. Nantinya operator multipleksing tersebut dapat menyewakan sebagian kapasitas yang dimilikinya kepada lembaga penyiaran yang menyediakan program siaran.

Jadi, penyedia konten tidak harus membangun infrastruktur sendiri semacam pemancar, antena, tower, dan sebagainya. Penyedia konten cukup menyewa slot siaran sesuai ketentuan kepada operator multipleksing untuk menyalurkan konten siarannya kepada masyarakat di suatu wilayah. Model bisnis ini merupakan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dengan tetap mengedepankan prinsip open access dan non discriminatory antara penyelenggara jaringan dengan penyedia konten siaran.

Proses transisi dari analog ke digital menuju pada saat dihentikannya siaran analog (analog switch-off). Analog Switch Off (A*O) sudah dilakukan secara total di banyak negara, antara lain Amerika Serikat (12 Juni 2009), Jepang (24 Juli 2011), Kanada (31 Agustus 2011), Inggris dan Irlandia (24 Oktober 2012), Australia (2013). Indonesia menetapkan A*O secara nasional pada 2018. Namun demikian, A*O akan dilakukan sebelumnya secara bertahap di kota-kota besar yang telah lebih dulu tercover siaran TV Digital. Seperti kota-kota di Jawa, rencananya A*O dilaksanakan pada 2015 setelah hampir seluruh pop**asi terjangkau dan sudah menonton siaran digital.

Berjalan mulus tidaknya proses migrasi hingga A*O tergantung pada dukungan seluruh pemangku kepentingan. Kesadaran masyarakat mau membeli STB sendiri untuk berpindah dari menonton siaran TV analog ke digital sangatlah penting. Operator multipleksing TV Digital memang menyediakan STB sebagai bentuk komitmennya mendukung program migrasi sistem penyiaran dari analog ke digital. Namun jumlahnya terbatas dan pembagiannya juga membutuhkan waktu yang cukup lama serta kriteria penerima harus sesuai ketentuan. Pemerintah juga mendorong pabrikan set top box lokal untuk memproduksi STB yang berkualitas dengan harga jual terjangkau masyarakat luas.

Pemerintah memiliki peran bukan hanya sebagai regulator tetapi juga melakukan sosialisasi TV Digital. Pemerintah telah melakukan sosialisasi dan menyiapkan berbagai sarana untuk membangun awareness dan kesiapan masyarakat menyambut era penyiaran TV Digital. Billboard TV Digital sudah tersebar di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Sosialisasi juga dilakukan melalui media sosial twitter dengan mem-follow juga Fan Page Facebook TVdigital.Kominfo. Selain itu, sudah beroperasi selama 24 jam layanan call center Halo TV Digital di nomor 500801 untuk melayani masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program TV Digital. (info)

16/11/2013

mau buat kerajaan net di lerep.. ??? benarkah???he

12/11/2013
05/11/2013

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita harta bekas ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Kali ini, KPK menyita uang Rp 109 miliar milik Akil di dalam rekening bank.
’’Benar, ada penyitaan uang sebesar Rp 109 miliar,’’kata Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo, kemarin. Dia mengatakan, rekening tersebut milik CVRatu Samagat, perusahaan yang diatasnamakan istri Akil, Ratu Rita. ’’Rekening di Samagat,’’ujar Johan. Istri Akil diketahui menjabat komisaris perusahaan yang berkantor di Pontianak, Kalimantan Barat, itu. CVRatu Samagat bergerak di bidang perdagangan dan jasa.
Perusahaan ini dicurigai menampung uang hasil penerimaan suap Akil. Namun, hal ini dibantah oleh Akil. Menurut bekas politikus Partai Golkar itu, keuntungan perusahaan didapat dari usaha yang ia jalankan.
Soal transfer kepada penyanyi dangdut Rya Fitria, Akil melalui pengacaranya, Otto Hasibuan, tidak membantah. Bahkan menurut Otto, tidak hanya Rya yang menerima aliran dana dari Akil. ’’Kami sudah konfirmasi ke Pak Akil. Dia bilang bukan hanya dengan penyanyi itu,’’kata Otto. Dia menambahkan, penyanyi lain yang turut menerima transfer dana dari kliennya adalah Evie Tamala dan Iis Dahlia. Transfer itu disebut sebagai imbalan pentas dalam kampanye saat Akil maju sebagai calon gubernur Kalimantan Barat.
’’Itu waktu pilgub. Kan dia (Akil) pernah mencalonkan diri jadi gubernur Kalimantan Barat tahun 2006-2007,’’ujarnya. Otto menegaskan, mereka memang dikontrak sebagai penyanyi dangdut. ’’Kalau tidak salah ada yang dapat (kontrak menyanyi) 17 titik, ada yang 35 titik. Masingmasing ada harganya. Jangan dikait-kaitkan ke manamana,’’ katanya menanggapi soal kabar hubungan khusus Akil dengan salah satu penyanyi.
Bersifat Pribadi
Otto menyatakan kecewa pada KPK yang mengungkap transaksi yang bersifat pribadi dan tidak ada kaitannya dengan pencucian uang. ’’Kalau pencucian uang itu kan ada uang yang disamarkan. Ini kan sama dengan membeli barang,’’ ujarnya.
Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan menemukan transaksi yang diduga terkait dengan Akil Mochtar senilai sekitar Rp 100 miliar. Transaksi itu terdapat dalam rekening pribadi Akil ataupun usaha yang dimilikinya. ’’PPATK sudah melaporkan transaksi Akil sejak 2010. Nilainya sekitar Rp 100 miliar,’’kata Wakil Kepala PPATK Agus Santoso.
Dia menambahkan, pihaknya menyerahkan Laporan Hasil Analisis (LHA) terkait Akil kepada KPK sejak 2012. Menurutnya, jika PPATK sudah melaporkan dalam bentuk LHA, artinya sudah menduga kuat bahwa yang bersangkutan melakukan pencucian uang dengan tindak pidana asal korupsi.
’’Tentu setelah kami serahkan, KPK akan mempelajari itu, dan kami selalu berkoordinasi dengan sangat baik. Nanti KPK meminta info pendalaman kepada PPATK,’’ujarnya. Masih dalam kasus Akil, pihaknya menduga ada calon-calon kepala daerah bertransaksi dengan Akil.
Hal ini, lanjut Agus, ditemukan dalam penyadapan transaksi yang dilakukan lembaganya. ’’Saya cuma tahu ada hubungan transaksi dari beberapa kepala daerah dengan AM ini. Saya tidak boleh sebut nama, karena itu kewenangan penyidik. Tapi yang sudah diketahui itu di luar Pulau Jawa,’’ujarnya. (J13-59)

05/11/2013

Mensyukuri Kemewahan dengan Prestasi
Oleh Miftahun Nikmah

''Enak ya jadi si Sinta, tiap minta apa aja dibeliin. Berangkat dan p**ang sekolah diantar-jemput supir. Udah kayak putri raja,'' ujar seorang siswa di bangku taman sekolah suatu siang.
Sinta, cewek yang dimaksud dalam percakapan tersebut cuma tersenyum. Dia sudah sering mendengar kalimat demikian. Nggak munafik, cewek berambut panjang itu bersyukur kedua orang tuanya berkecukupan sehingga bisa memberinya fasilitas mewah. Mobil mewah, gadget terbaru, barang branded, semua dia punya. ''Aku nggak terlalu mikirin apa kata orang. Aku bersyukur dikasih fasilitas mewah, tapi bukan berarti ini semua berlebihan. Masih standar, sesuai kebutuhan,'' ujar siswi salah satu SMA swasta di Semarang ini.
Yup, menurut cewek yang mendekorasi mobil pribadinya bernuansa serbapink ini, fasilitas mewah yang dia dapatkan masih wajar, sesuai dengan apa yang dia butuhkan. Maklum, di sekolah Sinta, banyak siswa lain yang mendapatkan fasilitas serupa dari orang tua mereka. Hal itu p**a yang membuat Sinta merasa perlu minta ini itu pada orang tuanya, agar paling nggak bisa mengimbangi teman-teman di sekolah dia.
''Selagi apa yang aku minta masih bisa dibelikan, orang tuaku nggak protes. Kecuali kalau aku minta yang aneh-aneh, baru deh kena semprot,'' sambung cewek yang baru-baru ini mengadakan pesta ulang tahun di salah satu hotel mewah di Semarang itu.
Setali tiga uang dengan Sinta, Astrindita Ayu W juga termasuk remaja yang beruntung, karena mendapatkan fasilitas serbamewah dari orang tua. Dita, panggilan akrab cewek berusia 18 tahun itu menganggap fasilitas dari orang tuanya adalah bentuk kepercayaan dan ditujukan untuk kenyamanan dirinya. ''Untuk sewa kos setiap bulan, orang tuaku memilihkan yang mahal, agar aku nyaman dan aman di sini. Yang penting fasilitas komplet,'' ujar alumnus SMA 3 Semarang itu.
Jaga Kepercayaan
Orang tua Dita berkeyakinan, melengkapi putrinya dengan fasilitas mewah tak apa, asalkan punya nilai fungsi yang sepadan. Misalnya, kamar kos yang nyaman dan aman agar Dita kerasan dan makin bersemangat belajar. Nggak hanya itu, Dita pun dibelikan buku-buku kedokteran yang mahal, untuk mendukung ilmu yang dia pelajari di kampus. ''Untuk berterima kasih kepada orang tua, aku membuktikan lewat prestasi. Orang tuaku ingin aku jadi dokter, dan aku berusaha mewujudkan keinginan mereka,'' ujar mahasiswi Jurusan Kedokteran Universitas Yarsi Jakarta itu.
Peter Reynaldi, siswa kelas XI SMA Karang Turi Semarang punya pendapat serupa. Cowok berkacamata ini beranggapan, apa pun fasilitas mewah yang diberikan orang tua, kudu diiringi dengan sikap bertanggung jawab untuk menjaga kepercayaan mereka. ''Jika dapatnya mudah, bukan berarti merawatnya asal-asalan. Yang punya uang kan orang tua, bukan kita, jadi ya kudu dijaga aja, biar bisa lebih menghargai pemberian orang tua,'' ujar cowok bertubuh tinggi itu.
Peter menambahkan, meski mendapat fasilitas serbamewah, sebagai remaja, sebaiknya bergaul tanpa membeda-bedakan teman berdasar kekayaan. Namun, diakui Peter, bergaul dengan teman yang satu level lebih nyaman, karena tak perlu dikira sombong atau pamer. ''Memang sih fasilitas mewah menaikkan gengsi, tapi jujur, bergaul dengan yang, mohon maaf, tingkat ekonominya lebih di bawah, itu serbasalah juga. Agak takut dimanfaatin,'' kata dia sembari tertawa.
Nah, bagi kamu yang juga bernasib sama seperti teman-teman di atas, silakan menikmati failitas serbamewah dari orang tua. Tapi ingat, biar makin disayang, jadilah anak yang bisa menjaga kepercayaan orang tua. Prestasi gemilang, itu hadiah paling sepadan untuk kedua orang tua yang sudah memberi fasilitas serbawah. Oke? (62)

05/11/2013

SIDOREJO - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Salatiga menggelar Kompetisi Ajang Seni Antarkelas (Kaesars) dalam rangka menyambut Tahun Baru 1435 H, Senin (4/11) lalu. Berbagai atraksi menarik seperti puisi, drama, dan perpaduan drama musikal menjadi hiburan menarik yang disuguhkan dalam lomba yang juga dalam rangka Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan tersebut.
Pentas tersebut bertujuan memberikan pesan positif, seperti yang disuguhkan siswa kelas XI IPA 2. Mereka menampilkan karya kreatif memadukan tarian modern dan drama tanpa dialog. Dalam salah satu adegan mereka melakukan aksi tawuran, namun bukan berarti mengajarkan rekan mereka berkelahi. Tetapi sebaliknya, menceritakan bahwa tawuran merupakan kegiatan buruk. ''Adegan tawuran kami tampilkan agar tidak menjadi contoh para siswa,'' ujar Riska, salah satu siswa.
Niken Larasati, Ketua OSIS MAN Salatiga, sebagai penyelenggara mengatakan, sebanyak 27 kelas mengikuti lomba berupa atraksi seni, rebana, tari, drama, puisi, paduan suara, peragaan busana, menyanyi, atau perpaduan berbagai pentas tersebut. Selain lomba digelar p**a pengajian dengan menghadirkan pembicara Ustadz Ahmad Sultoni. Dia berpesan kepada siswa MAN sebagai generasi muda agar menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat kepada orang lain.
Kepala MAN Salatiga, H Sudar MAg menjelaskan, kegiatan itu merupakan bagian dari pembelajaran di luar kelas dalam bentuk ekspresi seni siswa. MAN Salatiga sengaja memadukan kegiatan Peringatan Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan Peringatan Tahun Baru Hijriah, sebagai momentum menginspirasi perjuangan pahlawan dan Muhammad Saw. ''Kami aplikasi perjuangan itu dalam bentuk pentas seni,'' kata Sudar. (H2-87)

05/11/2013

Penghijauan Kunci Terwujudnya Matra

UNGARAN - Kabupaten Semarang merupakan daerah tangkapan air, yang mayoritas wilayah yang ada merupakan pegunungan penyangga Kota Semarang dan Kota Salatiga. Oleh sebab itu, diperlukan perlakuan khusus untuk menjaga ketersediaan air baku untuk masyarakat. Bupati Semarang, Mundjirin menyebutkan, kalau daerah tangkapan air tidak diperhatikan keberadaannya dirinya khawatir ke depan akan mengganggu wilayah sekitar yang saat ini masih bergantung pada Kabupaten Semarang.
”Kita harus jaga bersama, penghijauan menjadi kunci penting. Jika tidak ada tanaman sebagai penahan air di dalam tanah, dikhawatirkan nanti akan terjadi bencana tanah longsor dan banjir kiriman seperti yang terjadi di Bogor dan Jakarta,” kata Bupati, Selasa (5/11).
Diketahui, saat ini, sejumlah kecamatan yang tergolong rawan tanah longsor, di antaranya Sumowono, Banyubiru, Getasan, Bandungan, Jambu, dan Ungaran Barat. Akhir 2008, ada bantuan dana untuk penghijauan lingkungan tangkapan air dari Kota Semarang. Namun bantuan yang ada terhenti karena aturan baru.
”Program penanaman seribu pohon dari pemerintah pusat masih kita lakukan. Pemkab Semarang juga terus menggalakkan Gerakan Wanita Menanam dan bekerja sama dengan perusahaan melalui corporate social responsibility (CSR) untuk menghijaukan kembali pegunungan yang gundul,” jelasnya.
Awal 2014, Bupati akan kembali menggalakkan Program Menanam Pekarangan. Dengan program itu diharapkan, seluruh lingkungan baik di perkotaan maupun di pedesaan akan kembali hijau dan hasil dari tanaman produktif bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dipaparkan Bupati, masalah pendangkalan di Rawapening juga tidak terlepas dari terjadinya erosi di 9 anak sungai yang bermuara di danau alami tersebut.
Pemahaman
”Upaya penebangan pohon yang tidak diikuti dengan penanaman kembali akan kita tekan, baik warga maupun pelajar akan diberikan pemahaman supaya mereka ikut menjaga alam dari lingkungan terkecil.” Pemahaman yang diberikan, akan mengacu pada pesan Presiden RI kepada Bupati Semarang, melestarikan lingkungan bukan alergi pembangunan. Artinya, mewujudkan Kabupaten Semarang yang mandiri, tertib, sejahtera (Matra) harus ada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian. Di samping itu, secara global, Bupati akan menerapkan ilmu selama mengikuti executive education training program di Harvard Kennedy School (HKS), Boston Amerika Serikat.
”Sistem pembangunan yang berkelanjutan lebih ditekankan pada pembentukan klaster. Saat ini keberadaan klaster seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan klaster perikanan sudah ada tinggal dikembangkan. Begitu p**a dengan klaster penghijauan, kalau tanamannya tidak diperhatikan akan berdampak pada manusia ataupun hewan,” tukasnya. (H86-64)

05/11/2013

SKPD Diminta Manfaatkan Jejaring Sosial

SEMARANG - Pelayanan sebagai unsur terpenting pemerintah, diharapkan dapat diutamakan jajaran SKPD di Pemkot Semarang. Karena itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada seluruh SKPD untuk memanfaatkan jejaring sosial guna mengetahui keluhan warga. Sebagai langkah cepat dan responsif, Wali Kota juga meminta kepada seluruh jajaran di bawahnya untuk memanfaatkan sarana teknologi yang ada. “Saya sudah menggunakan twitter untuk menampung aspirasi warga. Silakan memfollow twitter saya . Banyak sekali aspirasi, keluh kesah dan masukan warga yang perlu direspons cepat dan tepat,” ungkapnya saat melakukan pengarahan perdana di depan para pejabat eselon III di jajaran Pemkot Semarang di Balai Kota, baru-baru ini.
Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi juga menyatakan, di sisa waktu periode kepemimpinannya dia akan berusaha melakukan percepatan pencapaian tujuh Sapta Program. Dia meminta kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan koordinasi, kekompakan, konsolidasi guna percepatan pembangunan. “Sebagai sebuah organisasi, antarelemen yang di dalamnya terdiri atas pejabat struktural dan pelaksana, kami harapkan untuk memperkuat kebersamaan dalam mencapai tujuan organisasi. Sebagai manager menengah, setiap eselon tiga selain dituntut punya kemampuan managerial juga harus menguasai secara teknis bidang yang menjadi tupoksinya,” katanya.
Terkait APBD 2013, Wali Kota mencermati, capaian kinerja saat ini mencapai 72% dengan realisasi keuangan baru sebesar 34,45%. Hal ini perlu dibenahi. ‘’Harus ada percepatan sehingga semua program dapat tercapai dalam sisa waktu yang ada. Jangan pakai ilmu kedandapan, hanya asal semua SPJ terpenuhi. Yang terpenting harus sesuai aturan dan bermanfaat bagi warga,’’ ujarnya.
Pelayanan kepada masyarakat juga diminta untuk dapat lebih ditingkatkan dan dikedepankan. Memasuki musim penghujan, Wali Kota mengingatkan pada Dinas PSDA & ESDM untuk dapat melakukan pengerukan saluran sehingga tidak ada genangan. Sedangkan bagi Dinas Kebersihan, diinstruksikan melakukan pemangkasan ranting serta dahan pohon untuk menghindari pohon roboh yang membahayakan pengguna jalan. Upaya yang sama juga diimbau dapat dilaksanakan pihak kelurahan serta kecamatan. “Saya optimistis, dengan kerja keras, koordinasi, komunikasi yang extra dan efektif, target pencapaian dan program APBD 2013 dapat diraih,” tandasnya. (H71,H35-39)

05/11/2013

HIC USAJajaki Kerja Sama dengan Undip

SEMARANG - Undip menerima kunjungan President Higline Community College (HIC), Washington State, USA, Jack Bermingham PhD dalam rangka penjajakan kerja sama antara kedua universitas, Senin (4/11), di gedung rektorat kampus Tembalang.
Jack Bermingham PhD dalam lawatannya ke Undip berkeinginan memperkuat kerja sama di bidang publikasi jurnal internasional, inisiasi pengembangan e-learning hingga pembentukan klinik manuskrip. Dia berharap kunjungannya ke Indonesia secepatnya diikuti penandatanganan kerja sama. ”Undip salah satu universitas terkemuka di Indonesia.
Dosen ataupun alumninya juga memiliki integritas di tingkat internasional. Ini menjadi alasan kami jauh-jauh datang ke Indonesia untuk kemungkinan menjalin kemitraan lembaga,” tutur Jack.
Menurutnya, tidak salah apabila kedua lembaga ini menjalin hubungan secara resmi. Undip dipandang sebagai universitas mewakili Indonesia di kancah percaturan internasional. Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD menyambut baik tawaran kerja sama tersebut.
Hubungan baik kedua negara itu sekaligus akan mempermudah proses ke arah itu. Mereka ke depan juga akan bisa saling mengisi dalam rangka meningkatkan budaya akademik, memperbanyak artikel dosen sekaligus mempertajam kualitas belajar mengajar, khususnya dalam bahasa Inggris bagi para dosen.
Kerja sama itu sekaligus bentuk internasioanalisasi kampus Undip. Sudah seharusnya perguruan tinggi sekarang tidak hanya dilihat sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat penelitian, atau pusat pengabdian masyarakat semata, tetapi juga harus menjadi suatu entitas korporasi pencetak ilmu pengetahuan masa depan. (H41-60)

05/11/2013

015, Kemdikbud Ubah Pola UN
SURABAYA- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengubah pola ujian nasional (UN) pada 2015 karena saat itu semua jenjang pendidikan sudah menerapkan Kurikulum 2013.
”Pola UN tidak mungkin diubah sekarang karena siswa pelaksana Kurikulum 2013 masih belum menjadi peserta UN,” kata Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi Media, Sukemi, di Surabaya, Selasa (5/11). Di sela acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Kurikulum 2013 dan UN yang diikuti akademisi, praktisi pendidikan, pers, dan pegiat jaringan penulis artikel, dia menjelaskan, UN sebagai standar evaluasi akan tetap ada.
Hal itu merujuk pada standar evaluasi yang selalu ada pada semua jenis kurikulum pendidikan. Selain itu, lanjutnya, UN juga merupakan amanat UU Sisdiknas yang dapat menjadi ukuran untuk pembanding standar pendidikan dengan negara lain. ”Pola UN bisa jadi akan disesuaikan dengan Kurikulum 2013 pada saat seluruh siswa sudah menerapkan Kurikulum 2013, sedangkan Kurikulum 2013 saat ini hanya diterapkan pada siswa kelas I dan IV SD, kelas VII SMP, dan kelas X SMA,” katanya.
Dalam diskusi yang juga diikuti mantan Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitang) Kemdikbud Hari Setiadi itu, Sukemi mengaku belum bisa memerinci bentuk perubahan pola UN. ”Yang jelas, UN saat ini dipakai pemerintah untuk empat fungsi, yakni pemetaan, syarat kelulusan, syarat melanjutkan studi ke jenjang berikutnya, dan intervensi kebijakan.
Pemetaan dan intervensi kebijakan itu bisa dilakukan kalau ada UN,” ujarnya. Dia mencontohkan, misalnya ada SMA di Jakarta yang hanya memiliki lima siswa tapi semuanya tidak lulus UN, lalu Kemdikbud melakukan intervensi dengan kebijakan merger.
UAS dan UN
”Atau, SMA di NTB yang jeblok pada mata pelajaran Bahasa Inggris, ternyata sekolah itu tidak memiliki guru Bahasa Inggris dan pengajar Bahasa Inggris justru guru bidang studi lain, lalu kami beri guru Bahasa Inggris,” kata dia.
Sementara itu, mantan Kepala Puspendik Balitbang Kemdikbud Hari Setiadi menyatakan Kemdikbud sejak 2011 sebenarnya sudah menggabungkan nilai ujian akhir sekolah (UAS) dengan UN. UAS berfungsi sebagai evaluasi internal dan UN sebagai evaluasi eksternal. ”Peran nilai UAS mencapai 40%, sedangkan UN 60% sehingga kalau banyak siswa yang lulus UN itu karena ada faktor UAS.
Ke depan, kami akan memberikan kisi-kisi UAS agar kualitasnya semakin baik,” katanya. Dalam diskusi yang dipandu Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud Ibnu Hamad itu, Hari Setiadi juga mengatakan, UAS sebagai evaluasi internal merupakan ”pintu masuk” bagi penilaian sesuai dengan Kurikulum 2013 yang mengevaluasi sikap/perilaku, keterampilan, dan pengetahuan. ”UN sebagai evaluasi eksternal akan bisa menjadi pintu masuk bagi syarat masuk perguruan tinggi, namun UN sekarang masih belum sepenuhnya bisa seperti itu karena selama ini nilai UAS dan UN menunjukkan kualitas yang masih rendah,” katanya.
Wakil Ketua Dewan Pendidikan Jatim Bagong Suyanto menilai UN saat ini masih mengalami sakralisasi sehingga evaluasi pendidikan saat ini justru menimbulkan ”ketakutan” sehingga sekolah mirip lembaga bimbingan belajar.
”Karena itu, perlu desakralisasi UN dengan memosisikan UN sebatas 20-25 persen, sedangkan UAS dengan porsi lebih besar, yakni 75-80 persen. Itu penting, karena proses pembelajaran selama tiga tahun itu dievaluasi melalui UAS. Jadi, UAS lebih penting dan sesuai dengan Kurikulum 2013,” kata sosiolog Unair itu. (ant-60)

05/11/2013

Jateng Lampaui Target Desa Vokasi

BOYOLALI - Jumlah desa vokasi yang dirintis pada 2009 kini sudah melebihi target.
Pada saat dirintis (2009) hanya 105 desa dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kini jumlahnya sudah mencapai 286 desa. Padahal targetnya tahun ini 245 desa. Demi­kian di­laporkan Kepala Bidang Pen­didikan Non-Formal dan Per­guruan Tinggi (PNF-PT) Dinas Pen­didikan Provinsi Jawa Te­ngah Dr Jasman Indra­d­no MSi, pada upacara pembukaan pe­ringatan Hari Aksara Inter­na­sional (HAI) Ke-48 Tahun 2013 yang dipusatkan di pendapa Kabupaten Boyolali, Kamis (31/11) lalu.
Jasman mengatakan, untuk mendukung program-program pembelajaran di desa vokasi, kini Kemdikbud mengembang­kan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sebagai pusat-pusat pembelajaran. Se­perti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakart (PKBM), Lem­baga Pengembangan Ter­padu Ma­syarakat (LPTM), Taman Baca­an Masyarakat (TBM), Pusat Pengembangan Pen­didikan Anak Usia Dini (PAUD), Balai Belajar Ber­sama (BBB), dan Rumah Pintar.
"Semua lembaga ini diharapkan dapat dijadikan wahana kegiatan belajar dan memperoleh informasi fungsional bagi masyarakat yang membutuh­kan, sejalan dengan potensi desanya," ujar Jasman.
Urutan Ke-3
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Drs Nur Hadi Amiyanto MEd mewakili Gubernur Jawa Tengah membacakan sambutan Mendikbud mengatakan, World Economic Forum telah mengeluarkan laporan terbaru mengenai Glo­bal Competitiveness Report 2013/­2014. Intinya, Indonesia mendu­duki urutan ke-3 dari 148 negara di dunia yang mengalami ke­naik­an peringkat tertinggi, yaitu naik 12 peringkat dari peringkat ke-50 pada 2012/2013 menjadi pering­kat ke-38 pada tahun 2013/­2014.
Kenaikan peringkat tersebut terkait dengan laporan yang diluncurkan pada 8 Oktober di Brussels oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) bahwa penduduk dewasa dengan ting­kat keaksaraan yang memadai memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berpartisipasi dalam dunia kerja.
"Selain itu, mereka juga aktif dalam kehidupan demokrasi dan kegiatan yang bersifat sukarela serta memiliki derajad kesehatan yang baik dan tingkat pendapatan yang tinggi," kata Nur Hadi.
Peringatan HAI kali ini juga diikuti pameran berbagai produk lokal daerah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Pameran yang terdiri atas 40 stand itu bisa diakses langsung dan terbuka oleh ma­sya­rakat. Acara yang berakhir pada Sabtu (2/11) itu juga dihadiri Bupati Boyolali Seno Samudro dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (ned-60)

05/11/2013

Ketika letusan Gunung Sinabung kembali ungsikan warga
Gunung Sinabung hari ini kembali meletus dan mengeluarkan abu vulkanik setinggi 3.000 meter dari kawah.

Address

Ungaran
50511

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PLIK Ungaran Barat Semarang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to PLIK Ungaran Barat Semarang:

Share