23/02/2026
“Orang-orang Arab Badui itu berkata: ‘Kami telah beriman.’ Katakanlah (Muhammad), ‘Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: Kami telah tunduk (berislam), karena iman belum masuk ke dalam hatimu…”
(QS. Al-Hujurat: 14)
Ayat ini menjadi bukti bahwa Islam dan Iman memiliki jenjang yang berbeda: Islam adalah tataran lahiriah dan sistemik, sedangkan Iman adalah dimensi spiritual yang lebih dalam dan tidak bisa ditentukan dari penampilan luar semata.
Dalam konteks bernegara, Islam membentuk sistem hukum, Iman membentuk etika individu.
Negara yang dibangun dengan prinsip Islam bertumpu pada hukum-hukum yang adil, transparan, dan berpihak kepada kemaslahatan umum. Sistem ini dapat ditegakkan kepada siapa pun yang mengaku Muslim secara lahiriah, tanpa harus menyelidiki kadar keimanan seseorang karena iman adalah wilayah Tuhan, bukan manusia. Dalam hal ini, negara Islam tidak dibangun atas dasar penguasaan ruhani, tapi pengaturan kehidupan yang adil dan maslahat berdasar hukum Tuhan.