02/08/2015
π Hidupkan Kenangan Sang Bayi, Ayah Ini Ciptakan Lampu Hias Unik π
Health.detik.com - California, Karena suatu penyakit, bayinya harus menghembuskan napas terakhir sesaat setelah dilahirkan. Namun ia ingin kisah tentang putranya tetap 'hidup' selamanya.
Sander Bakker baru tahu jika calon bayinya mengidap suatu penyakit tepat dua minggu sebelum persalinan. Sebelumnya, ia dan sang istri mengira keadaan bayi mereka tidaklah begitu buruk.
Begitu dilahirkan, dokter memastikan bahwa bayi laki-laki Sander mengalami cacat lahir yang fatal sebab paru-parunya tidak terbentuk dengan sempurna. Kondisi ini biasa disebut dengan Congenital Diaphragmatic Hernia (CDH).
"Bahkan ia tak sempat berjuang untuk hidup karena diafragmanya tak hanya cacat tetapi jantungnya juga mengalami gangguan," tandas Sander seperti dikutip dari Daily Off Beat, Minggu (2/8/2015).
Menurut keterangan dokter, lanjut Sander, cacat lahir pada bayi sulit untuk dipulihkan, apalagi jika yang mengalami kelainan adalah dua organ vital sekaligus. "Hampir mustahil untuk diperbaiki, bahkan bagi ahli bedah terbaik sekalipun," imbuhnya.
Saat itulah Sander dan istrinya merasakan patah hati yang begitu mendalam. Mereka lantas memutuskan untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk mengucapkan perpisahan kepada sang buah hati yang kemudian mereka beri nama Nikolaas tersebut.
Setelah kepergian Nikolaas, Sander terinspirasi untuk menciptakan sebuah lampu yang ia beri nama Niki Lamp, diambil dari nama putranya. Bagi Sander, lampu ini tak hanya mengingatkannya pada sang buah hati, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang CDH.
"Cahaya itu tak lain simbol dari kehidupan, juga harapan. Saya merancangnya secara khusus dengan Nikolaas dalam pikiran saya sepenuhnya," tutur Sander.
Pria yang memang berprofesi sebagai desainer lampu itu mengaku proyek Niki Lamp hampir mencapai tahap akhir. Namun karena lampu ini juga berfungsi sebagai alat kampanye untuk CDH, maka ia ingin masyarakat turut berperan serta dengan menyumbangkan dana secara sukarela lewat situs Kickstarter.
Hingga berita ini diturunkan, dana yang terkumpul sudah mencapai lebih dari 8.800 dollar AS (sekitar Rp 120 juta), jauh lebih besar dari target semula yang hanya 2.500 dollar AS.
Seperti dikutip dari cdhuk.org.uk, CDH hanya terjadi pada satu dari 2.500 kelahiran. Penyebabnya, diafragma seorang bayi tak dapat terbentuk sempurna atau bahkan gagal terbentuk saat masih dalam kandungan, karena perut berikut isinya naik ke rongga dada.
Kondisi lain yang identik dengan CDH adalah bayi yang terlahir dengan diafragma berlubang atau tanpa diafragma sama sekali. Walaupun lubangnya dapat ditutup dengan cara operasi atau dijahit, biasanya bayi yang bertahan hidup dengan CDH cenderung mengalami hipertensi pulmonal (tekanan darah tinggi di pembuluh darah yang mensuplai paru-paru) dan paru-paru yang terbelakang sehingga mereka tetap sulit bernapas sendiri.