Simple Computer

Simple Computer We r an IT consultant works in partnership with clients, advising them how to use information techno

meeting with clients to determine requirements;
working with clients to define the scope of a project;
planning timescales and the resources needed;
clarifying a client's system specifications, understanding their work practices and the nature of their business;
travelling to customer sites;
liaising with staff at all levels of a client organisation;
defining software, hardware and network require

ments;
analysing IT requirements within companies and giving independent and objective advice on the use of IT;
developing agreed solutions and implementing new systems;
presenting solutions in written or oral reports;
helping clients with change-management activities;
purchasing systems where appropriate;
designing, testing, installing and monitoring new systems;
preparing documentation and presenting progress reports to customers;
organising training for users and other consultants;
being involved in sales and support, and where appropriate, maintaining contact with client organisations;
identifying potential clients and building and maintaining contacts.

26/12/2020

Hanya nonton 10 Iklan kita dibayar pake dolar, dan nontonnya gk lama lama cuma 5 menitan. Aplikasi seperti youtube.

Kalo you tube kita harus bikin konten dlu subcribe banyak baru si bayar, sedangkan Vtube hanya nonton saja sdh langaung di bayar.Buktikan

Minat Chat 081368987492

25/06/2013

Berbagi lg nih tentang Management perusahaan... smoga pada jadi Pemimpin perusahaan yg best (y)

Work Fair

Penulis pernah diceritakan oleh seorang teman, sebut saja namanya A, yang pernah bertemu dan mengobrol dengan seorang owner dari sebuah perusahaan di BEI, sebut saja namanya B. A bertanya kepada B, ‘Bro, kenapa perusahaan elu, gue lihat laporan keuangannya kok jelek banget? Rugi melulu? Padahal perusahaan-perusahaan lain di sektor yang sama untung terus?’ Dan B menjawab, ‘Bisa saja kok gue bikin laporan keuangan jadi bagus, labanya naik terus, dan sebagainya. Tapi kalau begitu apa untungnya buat gue? Kalau harga sahamnya naik, yang untung siapa? Para pemegang saham publik kan? Bukan gue, karena gue gak ada niat jual perusahaan ini. Malah kalau laba perusahaan ditulisnya naik terus, yang ada gue bisa aja rugi, karena nantinya para pemegang saham publik ribut minta dividen..’

Nah, meski anda mungkin berpikir bahwa B merupakan tipikal pengusaha yang nggak bener setelah membaca cerita diatas, namun tindakan B tersebut sebenarnya wajar, yaitu lebih memikirkan keuntungannya sendiri ketimbang keuntungan orang lain yang bahkan tidak pernah ia temui. Ini perusahaan saya, saya-lah yang susah payah mengelolanya, terus kenapa malah orang lain yang memperoleh keuntungan? Saya ini pengusaha, bukan politisi yang kerjaannya mengobral janji untuk mensejahterakan rakyat!

Namun, tindakan B diatas tentu tidak mencerminkan manajemen yang ‘work fair’, karena manajemen yang fair adalah manajemen yang bekerja untuk kepentingan semua pemegang saham, bukan hanya pemegang saham tertentu (biasanya pemegang saham mayoritas). Sayangnya, B tidak sendirian. Kalau anda perhatikan grup-grup usaha di BEI, terutama yang besar-besar, cukup banyak diantara mereka yang dalam mengelola perusahaan-perusahaannya tidak mengakomodasi kepentingan investor publik, atau lebih parah lagi, mereka justru menjadikan investor publik ini sebagai ‘komoditas’ untuk meraup keuntungan, misalnya dengan cara menggoreng sahamnya.

Tapi perusahaan yang fair juga jumlahnya tidak sedikit. Berikut adalah ciri-ciri dari perusahaan yang manajemennya menerapkan ‘work fair’:

1. Menyajikan laporan keuangan dengan apa adanya, tanpa utak atik apalagi manipulasi
2. Tidak mengendalikan/menggoreng sahamnya, melainkan membiarkannya naik dan turun sesuai mekanisme pasar
3. Membayar dividen dalam jumlah yang tidak terlalu sedikit (setidaknya 20 – 30% dari laba bersih) secara rutin setiap tahun
4. Tidak melakukan right issue, mengambil utang bank dengan bunga mahal, dll, yang berpotensi merugikan pemegang saham publik, entah itu karena dilusi saham atau menurunnya laba karena besarnya biaya bunga hutang, dan seterusnya.
5. Tidak melakukan aksi korporasi yang aneh-aneh, financial engineering, dan semacamnya, melainkan hanya melakukan aksi korporasi yang bertujuan untuk menghasilkan laba yang sebesar-besarnya bagi perusahaan.
Mungkin ada pertanyaan, bagaimana cara untuk mengetahui bahwa sebuah perusahaan mungkin telah mengutak atik atau memanipulasi laporan keuangannya? Jujur saja, untuk melakukan ini memang tidak mudah karena membutuhkan ketelitian ekstra dalam membaca laporan keuangan. Namun kalau ada tips terkait hal ini, maka berikut tipsnya: Semakin rumit dan semakin banyak jenis account dalam laporan keuangan sebuah perusahaan, maka semakin besar kecenderungan laporan keuangan tersebut telah dimanipulasi, atau sengaja dibuat sedemikian rupa agar hasilnya tampak seperti yang diinginkan oleh manajemen. Tidak percaya? Coba saja anda bandingkan laporan keuangan Bumi Resources dengan Astra International, anda akan mengerti bedanya.

Terus bagaimana cara kita mengetahui jika sebuah perusahaan telah menggoreng sahamnya atau tidak? Sayangnya, tidak ada cara untuk mengetahui hal ini, karena ketika sebuah saham telah bergerak secara tidak wajar (naik atau turun secara mendadak dalam persentase yang besar, tanpa penyebab yang jelas), maka belum tentu juga bahwa yang menggerakannya (bandarnya) adalah perusahaan yang bersangkutan, melainkan bisa saja pihak lain. Tapi ada satu tips terkait hal ini, yaitu sebaiknya anda menghindari saham dari perusahaan yang: 1. Jumlah saham beredarnya kelewat banyak (puluhan milyar lembar), sementara ukuran perusahaannya sendiri nggak terlalu besar (asetnya kurang dari Rp5 trilyun) , dan 2. Kepemilikan publiknya kelewat besar, kadang hingga diatas 50%, ini bisa dilihat di laporan keuangannya. Berdasarkan pengamatan penulis, perusahaan yang memenuhi salah satu dari dua ciri diatas, atau kedua-duanya, biasanya sahamnya bergerak secara tidak wajar alias sering digoreng, dan kemungkinan yang melakukannya adalah perusahaan/manajemennya sendiri.

27/04/2013

untuk adik2 yg fresh graduate atau baru lulus mau melamar pekerjaan biasanya mereka sangat kebingungan dan saya sangat kasihan, semoga tips ini bisa bermanfaat ketika menghadapi interview
cekidot :

Interview Tips: 3 Kasus Abnormal yang Berbuah Sukses

4 Replies

Sebagai orang yang pernah merasakan di-interview dan meng-interview selama sembilan tahun terakhir, saya beberapa kali menemukan hal-hal menarik yang saya pikir bisa dijadikan pelajaran untuk siapapun yang sedang mempersiapkan diri menghadapi interview.

1. Laptop + Presentasi = Sukses!

Tahun lalu ada satu rekan saya yang dipanggil interview di satu perusahaan manufaktur untuk posisi sales. Merasa bahwa dirinya memiliki latar belakang pengalaman kerja di industri yang sama sekali berbeda dengan bidang industri perusahaan tersebut, rekan saya berusaha mempelajari dengan serius segala sesuatu mengenai bisnis, produk dan sistem distribusinya melalui riset yang cukup mendalam di internet.

Ketika menghadiri interview, rekan saya itu berhasil membuat si interviewer terkesima ketika ia menunjukkan slide presentasi singkat dalam bentuk Powerpoint yang telah disiapkan di laptop-nya dan kemudian menjelaskan mengenai langkah apa yang akan dilakukannya bila bekerja di tempat tersebut untuk menaikkan angka penjualan.

Kira-kira dua bulan kemudian, saya mendapat kabar bahwa rekan saya telah pindah ke perusahaan manufaktur tersebut. Belakangan dirinya mengakui bahwa salah satu kunci suksesnya meskipun datang dari latar belakang industri yang berbeda adalah berusaha secara sungguh-sungguh memahami bisnis perusahaan sejak sebelum menghadiri sesi interview yang pertama, dengan demikian ketika ia berhasil menjelaskan hal-hal teknis melalui presentasi yang telah disiapkannya, pengalaman kandidat lain pun (yang mungkin memiliki kualifikasi lebih baik) menjadi tidak terlalu relevan lagi.

2. Antusiasme + Kesopanan = Sukses!

Beberapa hari lalu ada satu kandidat yang diproses oleh rekan kerja saya akhirnya mendapatkan penawaran untuk bergabung dengan sebuah perusahaan pertambangan. Anehnya, bila dilihat diiatas kertas, kandidat tersebut adalah kandidat yang paling muda dan kualifikasinya justru boleh dibilang paling kurang mengkilap dibandingkan kandidat lainnya.

Apa yang membuatnya kemudian ditawari bergabung? Ternyata si interviewer expat yang kebetulan merupakan user, sangat menyukai antusiasme dan sopan-santun dari anak muda ini. Menurut si interviewer, kandidat ini menunjukkan minat dan niat yang sangat kuat untuk bergabung, meski konsekuensinya adalah meninggalkan Jakarta dan bekerja di daerah pedalaman Kalimantan. Ditambah lagi dengan attitude-nya yang sangat baik, membuat si interviewer yakin bahwa kandidat ini akan sangat cocok bekerja sama dengan dirinya.

3. Pakaian Formal + Email = Sukses!

Ada satu cerita di tahun 2002 ketika seorang Legal Counsel perusahaan teknologi informasi berusaha melamar ke sebuah law firm untuk merintis karir sebagai seorang lawyer. (Lagi-lagi) diatas kertas, dirinya jelas bukan kandididat terkuat untuk dipekerjakan, modalnya pada saat itu hanyalah kemampuan berbahasa Inggris yang sedikit lumayan dan mental bonek.

Tapi si kandidat ini berhasil membuat si interviewer terkesan ketika selalu menghadiri setiap sesi interview dengan pakaian formal alias selalu datang dengan mengenakan setelan jas lengkap + dasi. Ketika ditanya kenapa sampai harus mengenakan jas untuk menghadiri interview posisi yunior dengan status kontrak enam bulan, si kandidat tersebut menjawab bahwa inilah salah satu cara yang bisa dilakukannya untuk menghargai undangan interview dari law firm tersebut.

Selain itu si kandidat ini juga selalu berusaha mengirimkan sebuah email singkat maksimal dua jam setelah di-interview kepada setiap orang yang telah meng-interview dirinya untuk sekedar mengucapkan terima kasih telah bersedia meluangkan waktu dan menyatakan bahwa dirinya selalu siap untuk diklarifikasi kapan saja untuk membantu memudahkan si interviewer dalam membuat keputusan seleksi.

Hasilnya, ia pun terpilih dari sekian puluh kandidat lain meski hanya lulus dari kuliah S1-nya dengan indeks prestasi pas-pasan (bahkan cenderung memprihatinkan) karena telah berhasil meninggalkan kesan mendalam kepada si interviewer sejak pertama kali menginjakkan kaki di kantor law firm tersebut.

Saya tahu persis ceritanya, karena si kandidat itu adalah saya sendiri — tujuh tahun yang lalu.

——————–

Dari ketiga kasus diatas, boleh dibilang ketiga kandidat dalam tiap kasus memiliki satu kesamaan. Mereka semua, kalau boleh diistilahkan, adalah kandidat underdog — datang dengan kesadaran penuh bahwa mereka memiliki disadvantage, baik dari sisi pengalaman kerja, usia, maupun prestasi akademis.

Di sisi lain mereka semua juga memiliki kesamaan dalam hal berusaha untuk menutupi kekurangannya dengan cara membuat si interviewer terkesan sejak menit pertama sesi interview berlangsung.

Saya pikir semua orang bisa melakukannya dan memiliki kesempatan yang sama untuk mempraktekkannya bila menghadiri panggilan interview, syaratnya hanya satu: anda memang sungguh-sungguh berminat untuk bekerja di perusahaan yang memanggil anda untuk interview.

Percayalah, tanpa minat yang sungguh-sungguh, si interviewer akan langsung dapat merasakannya. Tidak sulit untuk mengetahui ketulusan dan minat seseorang hanya dari melihat body language ataupun kata-kata yang terucap dari mulut anda, bukan?

Nah, jadi sekali lagi saya tekankan, kalau anda suatu hari nanti menghadiri interview dengan latar belakang yang kurang mendukung, buatlah si interviewer terkesan dengan diri anda sejak awal. Ketiga kasus diatas hanyalah contoh hal-hal yang bisa anda lakukan untuk membuat interviewer terkesan.

Kunci utamanya tetap satu: seberapa besar minat anda untuk bekerja di perusahaan tersebut?

Quote of the Day:

“Enthusiasm is the mother of effort, and without it nothing great was ever achieved.” by Ralph Waldo Emerson

27/04/2013

untuk adik2 yg sedang mencari kerja mungkin sedang kesulitan terutama membua surat lamaran dan CV, disini saya berikan sample sebagai panduan, somaga bermanfaat :)

cekidot:

1. Lamaran

__________________________________________________

Attention To: Turkey, 26 April 2013
Human Resources Department
Yayasan KPT
Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5
Cibinong

Dear Sir/Madam,

Having known about a vacancy advertised on Kompas, April 25, 2013, I am interested in the position of Account Executive (AE).
I am a 26 year old male, graduated from a reputable university, having skill in English, both written and oral and also operating computer. I am a hard worker, able to work in individual and in team.

I would gladly welcome an opportunity to have an interview with you at your convenience. I hope my skills can be one of your company's assest. I am looking forward to hearing from you in the near future. Thank you for your consideration and attention.

Sincerely yours,

Your Name

_______________________________________________
warm

-o'ol-

24/05/2012

halo brother... udah lama g posting nih... gimana kabarnyo????hehehe
langsung aja, kita ada penawaran ni gan:
1. Pembangunan Laboraturium untuk sekolah
2. Pembangunan Warnet full

di jamin pelayanan memuaskan... silahkan hubungi admin..
tlp/sms: 0878383426026, 082133421254

19/02/2012

ngetik belum selesai,,,

31/01/2012

alhamdullah,, komputer dan printernya sudh benar,,,,

Address

Salakan 97A RT. 03 RW. 05 Bangunharjo Sewon Bantul Yogyakarta
Sewon
55187

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Simple Computer posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share