CAHAYA MEDIA UTAMA

CAHAYA MEDIA UTAMA Nilai layanan yang kami berikan : Pusat layanan kami siap membantu dan menyelesaikan masalah LCD Projektor multimedia Anda.

Dengan ketelitian dan rasa tanggung jawab yang besar kami mengubah rasa khawatir Anda menjadi kepuasan

Biaya Pendidikan Fakultas Keguruan UNISSULA Lebih Terjangkau 4 Juta Di Banding Universitas Negri Di Semarang!! Sipp deh....
01/08/2012

Biaya Pendidikan Fakultas Keguruan UNISSULA Lebih Terjangkau 4 Juta Di Banding Universitas Negri Di Semarang!! Sipp deh..Hubungi Mas Adi Yaaa 024+6583584+pesawat kantor 471 atau SMS 081390988809. Matursuwun

14/07/2012

Apa yang Anda pikirkan? Promosi???
| Inilah 10 janji Allah kepada Orang Beriman |

♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥

Alquran terdapat sekian banyak janji mulia dan istimewa yang ditawarkan kepada orang-orang yang memiliki keimanan, baik janji-janji di dunia maupun janji-janji di akhirat.

Janji-janji akhirat yang diberikan bagi mereka yang beriman tidak terhitung jumlahnya dalam kitab suci itu karena amat banyak.

Adapun janji-janji di dunia yang disebut secara terang-terangan (eksplisit), setidak-tidaknya ada sepuluh macam. Berikut ini adalah sepuluh janji di dunia itu.

1. Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman Allah SWT, "... Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman." (QS. Ar-Ruum: 47).

2. Diberikan advokasi atau pembelaan (ad-difa'). Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang ber­iman...” (QS. Al-Hajj:38).

3. Mendapatkan perlindungan kasih sayang (Al-wilayah). Allah SWT berfirman, ”Allah Pelindung orang-orang yang beriman.... ” (QS. Al-Baqarah: 257).

4. Ditunjukkan kepada jalan yang benar (Al-hidayah). Didasarkan firman Allah SWT, ”... Sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang- orang yang beriman kepada jalan yang lurus. ” (QS. Al-Hajj: 54).

5. Orang-orang kafir tidak akan diberikan jalan untuk memusnahkan mereka dari muka bumi (adamu taslithiil kafirin). Allah SWT berfirman, "Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-oriing kafir.” (QS. An-Nisa.i : 141).

6. Diberikan kekuasaan di dunia dan diberikan kemapanan dalam segala bidang. Allah SWT berfirman, "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah meiyadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan (memberikan kemapanan) agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.” (QS. An-Nuur; 55).

7. Keberkahan dari langit dan bumi, seperti sumber daya alam yang melimpah serta rezeki yang lezat (Al-barakah dan ar-rizqu ath-thayyib). Allah SWT berfirman, "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raaf: 96).

8. Kemuliaan dan kejayaan (Al-izzah). Allah SWT berfirman, ”Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang yang berinar (mukmin).” (QS. Al-Munafiquun: 8).

9. Kehidupan yang baik (al-hayah ath-thayyibah) Allah SWT berfirman, "Barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki mau­pun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik." (QS. An- Nahl: 97).

10. Diberikan kemenangan (Al-fAth). Allah SWT berfirman, ”Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenang an (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya.." (QS. Al-Maa'idah: 52).

Dengan janji-janji yang menggiurkan tersebut tentu kualifikasi (penyeleksian) orang-orang yang dikategorikan sebagai memiliki keimanan sangat ketat. Jika tidak, tentulah banyak orang, bahkan semua orang, yang akan mengaku-aku diri sebagai orang beriman.

Untuk menghindari ini dan untuk mengukur p**a seberapa kadar keimanan manusia, dilakukanlah proses tes terlebih dahulu, tes keimanan, sebagaimana tes ini dilakukan terhadap generasi-generasi dahulu.

Allah SWT berfirman, "Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, 'Kami telah beriman,’ sedang mereka belum diuji ? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang- orang yang dusta.” (QS. Al-'Ankabuut: 2-3)

(♥ Subhanallah || Semoga Bermanfaat & Silahkan Di Share ♥)

HATI MENUJU RIDHA ILAHI #

02/07/2012

Pantaskah anda mengeluh? Padahal anda telah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah anda berkeluh kesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan anda untuk membenahi segala sesuatunya.

Apakah anda bermaksud untuk menyia-nyiakan semuanya itu? lantas menyingkirkan beban dan tanggung jawab anda? Janganlah kekuatan yang ada pada diri anda, terjungkal karena anda berkeluh kesah. Ayo tegarkan hati anda. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat hilang hanya karena anda tidak tahu jawaban dari masalah anda tersebut.

Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan kamu. Ambillah sebuah nafas dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang ada dalam benak anda. Lalu temukan lagi secercah cahaya dibalik awan mendung. Dan mulailah ambil langkah baru.

Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding anda. Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi untuk mengeluh. Beban kehidupan yang berat lebih s**a mereka jalani daripada mereka sesali. Jika demikian masihkan anda lebih s**a mengeluh daripada menjalani tantangan hidup ini?

Ketika kita tidak mengeluh, kita pasti akan lebih produktif dan orang-orang di sekitar kira akan lebih menghargai kita.

SEMANGAT SIANG dan Have a nice day ^_^

03/02/2012

Bila boss tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten
Bila staff tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala !

Bila boss berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau fleksibel.
Bila staff berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan !

Bila boss bekerja lambat, itu berarti beliau teliti.
Bila staff bekerja lambat, itu berarti dia tidak perform !

Bila boss bekerja cepat, itu berarti beliau smart.
Bila staff bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru !

Bila boss lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati.
Bila staff lambat memutuskan, itu berarti dia telmi !

Bila boss mengambil keputusan cepat,itu berarti beliau tanggap berani mengambil keputusan.
Bila staff mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah !

Bila boss terlalu berani mengambil resiko, itu berarti beliau risk taking.
Bila staff terlalu berani mengambil resiko, itu berarti dia sembrono !

Bila boss tidak berani mengambil resiko, itu berarti beliau prudent.
Bila staff tidak berani mengambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !

Bila boss mem-by pass prosedur, itu berarti beliau proaktif-innovatif.
Bila staff mem-by pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan !

Bila boss curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti beliau waspada.
Bila staff curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking !

Bila boss menyatakan sulit, itu berarti beliau prediktif-antisipatif.
Bila staff menyatakan sulit, itu berarti dia pesimistik !

Bila boss menyatakan mudah, itu berarti beliau optimis.
Bila staff menyatakan mudah, itu berarti dia meremehkan masalah !

Bila boss sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin ke customer.
Bila staff sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan !

Bila boss sering entertainment, itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
Bila staff sering entertainment, itu berarti dia menghamburkan anggaran !

Bila boss sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
Bila staff sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas !

Bila boss minta fasilitas mewah, itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
Bila staff minta fasilitas mewah, itu berarti dia banyak menuntut !
..........dan masih banyak lagi.

Bila boss membuat tulisan seperti ini, itu berarti beliau humoris.
Bila staf membuat tulisan seperti ini, itu berarti dia :
frustasi
iri terhadap karir orang lain
negative thinking
barisan sakit hati
provokasi
tidak tahan banting
berpolitik di kantor
tidak produktif
tidak sesuai dengan budaya perusahaan.........dan masih banyak lagi
...... Ha ha ha ha ..........

AYO BERGABUNG BERSAMA KAMI MAHASISWA BARU 2012 DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG S...
10/01/2012

AYO BERGABUNG BERSAMA KAMI MAHASISWA BARU 2012 DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Hadirilah...pekan raya cinta seni di UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG Jalan Raya Kaligawe KM.4 Semarang...So don't miss it...
30/06/2011

Hadirilah...pekan raya cinta seni di UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG Jalan Raya Kaligawe KM.4 Semarang...So don't miss it BRO

Callme Ketua Tim Promosi Fakultas Hukum Unissula :(024) 70353554 or 081-390988809Marketing adalah pihak yang paling bert...
10/06/2011

Callme Ketua Tim Promosi Fakultas Hukum Unissula :
(024) 70353554 or 081-390988809

Marketing adalah pihak yang paling bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas untuk memasarkan suatu produk. Marketing Kampus adalah pihak yang diharapkan secara profesional dapat memasarkan kampus, terutama dalam meningkatkan animo mahasiswa baru. Dalam perkembanganya, Marketing Kampus juga bertugas menjalin hubungan kerjasama dengan user, yaitu pihak-pihak yang akan menerima lulusan kampus tersebut. Sehingga posisi Marketing Kampus sangat strategis dan vital. Namun, apakah kampus-kampus tersebut sudah mempunyai bagian Marketing, atau apapun namanya, yang bisa bekerja secara profesional dan proporsional? Marilah kita lihat. Mungkin banyak kampus besar yang masih mengandalkan jurus promosi secara konvensional, yaitu membuat lealfet/poster dan mengumumkan penerimaan pendaftaran di media koran. Mereka masih terlalu percaya diri bahwa animo calon mahasiswa baru akan tetap tinggi. Tidak sadar bahwa rating tinggi ini telah terbangun puluhan tahun dan perlu selalu untuk menjaganya. Agaknya manajemen kampus juga masih bias, apakah tersentral di universitas, fakultas atau jurusan; khususnya untuk urusan per-marketing-an. Jika ada fakultas/jurusan mempunyai animo tinggi, yang berdampak pada penerimaan dana besar, maka itu dianggap sebagai prestasi fakultas/jurusan tersebut, sehingga bebas membangun fasilitas fisik dan non fisik. Demikian juga jika ada fakultas/jurusan mempunyai animo rendah, sering mereka 'ditinggalkan' oleh universitas, dan disuruh untuk bertanggungjawab mandiri dalam meningkatkan animonya. Sementara dana yang diberikan universitas sangat minim. Dana ini hanya cukup buat mencetak leaflet, poster dan memasang iklan beberapa kali saja. Padahal jurus-jurus marketing sangat banyak dan kompleks, dimana kesemuanya ini memerlukan konsekuensi dana yang tidak sedikit. Belum lagi nasib para pelaksana di bagian promosi (marketing). Mereka sering bekerja hanya berdasar skep bergulir (personilnya gantian tiap tahun), honor sangat rendah, tetapi dituntut bisa menjadi malaikat penyelamat atau malaikat pembawa cahaya terang bagi fakultas/jurusan-nya. Jika beberapa orang terlihat bekerja bagus, sudah pasti menjadi langganan mendapat skep menjadi tim promosi, tetapi sudah pasti juga selalu kerja bakti dengan 'terpaksa ikhlas'. Ironisnya, bekerja buruk pun akan mendapat honor yang sama, karena penentuan honor hanya didasarkan pada jabatan kepanitiaan, bukan kinerja. Belajar promosi atau marketing perlu berkiblat pada perusahaan swasta melakukan promosinya. Mereka punya divisi marketing yang bekerja dengan dukungan fasilitas dan dana yang memadai. Kita dapat melihat berbagai iklan yang terpampang di papan iklan pinggir jalan. Konon untuk satu papan iklan tersebut menelan beaya sekitar 100 juta rupiah. Belum papan nama se kota. Belum papan nama se p**au. Belum papan nama se Indonesia. Dengan demikian alokasi dana untuk marketing/promosi dapat dihitung secara proporsional. Khusus untuk kampus, dapat diperhitungkan dengan jumlah penerimaan dana setiap tahunnya, baik dana dari mahasiswa maupun sumber lainnya. Apabila dukungan dana dan fasilitas sudah profesional dan proporsional, langkah berikutnya mempersiapkan tim marketing yang mampu bekerja secara profesional. Semua personil di tempat pendaftaran mahasiswa baru perlu dilakukan pelatihan khusus, sehingga mampu melayani dengan profesional dan bekerjasama secara tim. Personil lainnya juga harus memberikan dukungan nyata, misalnya Satpam, Dosen, Pegawai, dan Mahasiswa; karena boleh jadi mereka akan meminta informasi di luar lokasi pendaftaran. Marketing kampus bukan hanya fokus pada target mencari mahasiswa baru. Marketing kampus juga bertugas dalam menjalin hubungan dengan pihak luar kampus, terutama untuk kebutuhan magang, penelitian, pengabdian masyarakat, dan penerima tenaga kerja. Banyak kampus masih sangat terlena dengan hanya mengandalkan pendapatan dari SPP dan sumbangan mahasiswa. Padahal potensi dengan pihak luar kampus, seperti instansi pemerintah, swasta dan alumni juga memegang peranan yang tidak kalah vitalnya. Apabila kerjasama dengan pihak luar kampus ini telah terbina dengan baik, maka penentuan besarnya SPP dan sumbangan akan lebih terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Koordinasi satu atap atau satu meja juga penting. Tiap jurusan punya tim promosi. Tiap fakultas juga punya. Universitas juga merasa perlu memiliki tim promosi. Tetapi tim promosi antar jurusan dan fakultas sangat jarang melakukan koordinasi berbagi peran. Ada kesan malah mereka bersaing dalam satu kandang. Fenomena ini jelas membuat kinerja makin memburuk. Sehingga diperlukan manajemen satu atap untuk tanggungjawab yang menyeluruh. Akhirnya, apabila kampus tetap ingin bertahan dan eksis dalam persaingan yang semakin global ini, maka sangat perlu akan keberadaan Tim Marketing yang profesional, dengan dukungan SDM berkualitas, dana memadai dan fasilitas yang mendukung. Ingat, walau Akademisi sudah terbiasa menghadapi orang, bukan jaminan bisa menjadi marketing yang handal. Setiap pekerjaan profesional membutuhkan spesialisasi keahlian. Serahkan pakerjaan pada ahlinya, lalu lihat apa yang akan terjadi.

Apa yang kulihat dari mereka adalah sebuah keikhlasan, ketulusan, kebahagiaan, dan syukur tanpa syarat menjalani hidup k...
27/05/2011

Apa yang kulihat dari mereka adalah sebuah keikhlasan, ketulusan, kebahagiaan, dan syukur tanpa syarat menjalani hidup karena-Nya. Awalnya apa yang kulihat seperti biasa-biasa saja, perlahan semakin aku coba memahami sebenarnya pesan apa yang sedang Tuhan sampaikan kepadaku.

Pertemuan yang beberapa kali, akhirnya Dia membukakan hatiku untuk membaca, hembusan syukur yang kali ini harus semakin aku panjatkan kepada-Nya. Pertemuan dengan mereka sungguh bukan sesuatu yang kebetulan, tapi inilah skenario indahku dari-Nya.

Bertemu dengan mereka adalah sesuatu yang sangat indah bagiku. Meski terik memancar, medan yang tak bersahabat, hujan yang terus mengguyur, dan memikul beban yang berat kaki mereka terus melangkah.

Padahal belum tentu seberapa hitungan uang yang akan mereka dapatkan, tetapi wajah polos seakan menggambarkan kesabaran mereka. Makan siang hari, bisa jadi ketika sore atau malam mereka kembali kelaparan.

Bukan mereka yang memilih, tapi takdir Tuhan berkata lain. Hidup adalah sebuah perjuangan menuju hasil, biarlah orang lain berkata apa karena sesuap nasi lebih berarti bagi mereka, malam pun entah nyaman atau tidak bagi istirahat mereka.

Meski tak mengenal bangku sekolah, namun mereka tampak ikhlas mempelajari kalam Ilahi lewat alam, meski hari tidak selalu menentu dan tidak bersahabat dengannya, namun langkah kaki kecilnya akan terus bersa’i.

Keikhlasan yang membentang dalam hatinya seakan membuat semuanya baik-baik saja, sesekali senyumannya menandakan syukur mereka bahwa hidup adalah suatu anugerah. Seandainya saja aku mampu, merangkul mereka adalah sebuah kebahagiaan terbesarku.

Bagaimana tidak, ternyata bukan hanya satu atau dua yang pernah bertemu denganku. Tapi entahlah, semuanya seakan-akan menjadi sebuah pesan dari-Nya untukku. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (p**a) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Q.S. Al-Baqarah 2:152).

Seandainya aku berada dalam posisi mereka, masih sanggupkah aku menjalani hidup? Saat matahari mulai terbit, berangkat sekolah diganti dengan melangkah menyusuri setiap jalan, satu persatu dipunguti dan dikumpulkan dalam sebuah karung. Diganti dengan dua buah beban yang berat di pundak. Ditemani ibu atau ayah mencari sesuap nasi dengan harapan dapat membuat mereka selalu semangat di perjalanan.

Melihat mereka, hatiku seperti teriris-iris. Bagaimana aku tidak menitikan air mata melihat mereka, karena aku belum bisa memberikan apapun.

”Apa yang kakak lihat memang tidak kakak rasakan, tapi kakak sayang kalian. Baik-baik ya malaikat-malaikat kecilku, tetaplah teguh pada perjalanan hidupmu. Biarlah tidak hebat di mata manusia, tapi kakak doakan kalian agar menjadi orang-orang hebat di mata Allah. Dan kalian adalah orang-orang hebat di mata kakak, karena kalian membuat kakak semakin belajar mensyukuri sesuatu. Tetap semangat jalani hidupmu, karena darimu kakak belajar menghargai hidup, belajar menghargai orang tua, juga belajar menghargai semua orang.”

Aku menjadi mengerti, bahwa tanpa mereka kehidupanku tidak akan menjadi sesuatu yang indah. Karena dari merekalah aku semakin sering belajar mensyukuri hidup. “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Huud 11:7).

Jadi, bukan dari harta yang dimiliki Allah menilai kita, tapi dari amal perbuatan kita selama berada di dunia. Bagaimana cara kita menjaga semua titipan dari-Nya. Semakin terdorong bahwa ini adalah tugasku merubah kehidupan malaikat-malaikat itu menjadi lebih baik. Maka bukan hanya diam, tapi berusaha. Aku yang melihat, tugasku adalah berdoa dan menjadi seseorang yang termasuk kedalam orang yang mampu merubah kehidupan mereka menjadi lebih baik.

24/05/2011

Toshiba Satellite L635-1060 (RED)
Core i3 370M 2.4Ghz, 2GB DDR3, 320GB, DVDRW, Wifi, Bluetooth, Intel GMA, Camera, 13.3" WXGA, Win 7 Home Premium. Harga 4jtan pada minat ga ya?

USAHA NASI UDUK PANASUsaha nasi uduk memang kelihatannya remeh, tapi sebenarnya jika jeli dalam memandang usaha ini meru...
14/03/2011

USAHA NASI UDUK PANAS
Usaha nasi uduk memang kelihatannya remeh, tapi sebenarnya jika jeli dalam memandang usaha ini merupakan peluang besar, karena ini bisnis makanan yang semua orang butuh dan pasti merasa lapar. Dan modal yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar bahkan bisa dibilang usaha bermodal kecil namun memiliki keuntungan besar dapat mencapai 100%. Memang sudah banyak orang yang melakukan usaha ini menjual nasi uduk di warung-warung ataupun di kakilima. Tapi mereka bukanlah saingan kita, sebab kita memiliki target-target pembeli dan pelayanan yang tidak dimiliki oleh pedagang lainnya.
Langkah-langkah dan proses kerja yang dibutuhkan
Kita akan melakukan usaha penjualan nasi uduk yang akan mengadopsi system makanan siap saji yaitu penyajiannya selalu panas tapi tentunya dengan harga yang jauh lebih murah dari makanan siap saji karena target pembelinya adalah kalangan menengah kebawah. Akan dis**ai oleh kalangan bawah karena murah dan dis**ai kalangan menengah karena penyajiannya yang baik dan selalu panas sehingga terkesan baru dan bersih dan tentunya rasa dijaga agar tetap sedap. Sebenarnya menjaga penyajian dalam keadaan panas sangat penting. Sebab memang jarang orang yang berusaha dibidang makanan yang melakukannya. Ini peluang bagus, dengan makanan yang panas rasa akan menjadi lebih enak. Juga porsinya harus pas sehingga pembeli tidak terlalu kenyang, ini wajar saja karena harga yang murah sehingga dengan porsi yang tidak terlalu banyak pembeli benar-benar menikmatinya. Kecuali yang benar-benar ingin kenyang , maka akan membeli dua porsi.
Kemudian penjualannya agar menjadi peraktis dan tetap memanjakan pembeli adalah dilakukan di daerah lampu merah yang otomatis merupakan daerah macet pada jam-jam pagi saat semua orang akan berangkat kerja. Diperlukan sebuah gerobak tempat memanaskan masakan yang stand by di dekat lampu merah tersebut. Karena pada awalnya baru pengenalan karena belum ada yang tau, maka target pembelinya adalah orang-orang yang buru-buru kekantor sehingga belum sempat sarapan. Dengan memakan nasi uduk ini mereka (para pembeli) bisa tahan tidak makan sampai waktunya makan siang. Nantinya setelah mereka tau nasi uduk yang kita jual selalu ada di lampu merah, mereka sudah tidak perlu repot-repot menyiapkan sarapan atau sarapan di rumah masing-masing. Mereka akan sengaja sarapan dengan nasi uduk yang kita tawarkan karena lebih menghemat waktu mereka dan lebih peraktis.
Diperlukan seorang tukang masak yang bertugas membeli bahan baku, memasak dan memanaskan nasi uduk agar tetap panas. kemudian diperlukan 2 orang pegawai yang akan keliling dari mobil ke mobil menawarkan nasi uduk dengan penyajian bungkusan yang tetap panas untuk target penjualan 300 bungkus perhari. Setiap setengah jam penjual keliling tadi harus kembali ke gerobak tempat memanaskan masakan untuk mengembalikan sisa yang belum laku untuk dipanaskan, kemudian mengambil yang baru dan panas untuk kembali keliling dijual ke mobil-mobil. Agar menghemat waktu sebelum penjual keliling kembali ke gerobak untuk menukar nasi yang hampir dingin, hendaknya sudah disiapkan nasi yang panas yang akan ditukar, sehingga penjual keliling dapat langsung menukar nasi dingin dengan yang panas dengan cepat. Dengan demikian dijamin pembeli mendapatkan nasi uduk yang panas. Namun pada awal memulai cukup satu orang pegawai saja, setelah pegawai tadi mampu menjual 100 bungkus per hari baru dipekerjakan satu pegawai lagi.
Harus ada nama untuk usaha ini agar mendapat kepercayaan dari pembeli dan tidak terkesan liar. Mungkin dengan menamainya nasi uduk PANAS yang tertulis pada topi pekerja yang keliling menawarkannya. Memakaikan kaus T shirt dan topi yang seragam pada pekerja. Kemudian memberi tulisan nama dan nomer telefon yang dapat dihubungi pada bungkusnya untuk memberikan pelayanan delivery order. Untuk pelayanan delivery order dikenakan biaya pengiriman Rp6.000,- dengan demikian agar supaya para pembeli mengenal dan dapat memesan kapan saja mereka butuh.
Bekerjasama dengan ojek untuk layanan delivery order, ini bertujuan mengurangi beban modal memulai usaha ini. Setelah berjalan dan mendapat keuntungan sesuai target, baru kemudian membeli 1 unit motor untuk delivery order. Bisa juga kemudian berkembang menjadi rumah makan sehingga dapat melayani pembeli yang memesan untuk dimakan di tempat (tapi ini tidak akan dibahas disini).
Untuk tukang masak pada awalnya harus dicoba masakannya sampai didapatkan rasa yang pas untuk kemudian dijaga rasanya agar tetap tidak berubah-ubah. Ini penting untuk mengontrol agar rasa tetap sama. Usahakan rasa sesuai dengan selera umum. Jangan terlalu asin dan jangan manis, karena akan merusak rasa.
Selalu mengawasi kerja para pegawai agar bekerja sesuai rencana dan stand by menerima pesanan lewat telfon untuk pelayanan delivery order.
Berapa modal yang dibutuhkan dan untuk apa saja modal tersebut :
1- Memesan gerobak yang didesign dengan kompor dan oven memakai gas untuk menjaga makanan tetap panas dengan harga gerobak Rp 3.000.000,- kalau bisa lebih murah untuk mengurangi beban modal.
2- Menyewa tempat berbentuk kos-kosan untuk dijadikan tempat memasak Rp2.500.000,- per tahunnya.
3- Membeli alat-alat masak dan kompornya Rp1.000.000,-
4- Membeli bahan baku untuk 100 bungkus makanan 75 bungkus yang menu telur dan 25 bungkus menu ayam goreng Rp350.000,-
5- Menyiapkan dana cadangan untuk bahan baku sebanyak 100 bungkus lagi untuk persiapan jika habis terjual Rp350.000,-
6- Beli seragam dan topi untuk penjual keliling Rp50.000,-
Total jumlah dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini adalah Rp7.250.000,-
Cara mengatur pengupahan pegawai
Untuk upah karyawan yang keliling dari mobil ke mobil diberikan keuntungan Rp500,- per bungkus untuk yang menu telur dan Rp1.000,- per bungkus untuk yang menu ayam. Ini lebih baik dari pada memberi gaji bulanan, sebab dengan cara memberi untung per bungkus akan memacu mereka menjual sebanyak-banyaknya agar mereka mendapatkan upah yang lebih banyak. Semakin banyak yang mereka jual semakin banyak p**a keuntungan yang mereka dapatkan. Begitu p**a dengan tukang masaknya, jangan diberi gaji, tapi diberi upah persenan alias bagi untung. Bagian yang cocok untuk tukang masaknya adalah 30% dari keuntungan. Hal ini dimaksudkan agar tidak memberatkan pemilik modal pada awal-awal usaha karena belum banyak yang laku akan berat jika memakai sistim gaji. Dan agar memicu tukang masak tersebut agar menjaga kelezatan masakannya sehingga makin hari makin banyak yang laku yang akan membuat jatah keuntungan bagiannya bertambah banyak. Sehingga semua pihak akan berusaha meningkatkan hasil penjualan setiap harinya.
Bentuk menu produk
Menu nasi uduk panas ini adalah nasi uduk, mihun goreng, telur dadar di potong-potong memanjang, bawang goreng diatasnya, kerupuk, sambal untuk nasi uduk telur. Dan nasi uduk, mihun goreng, telur dadar dipotong memanjang, ayam goreng, bawang goreng, sambal, kerupuk untuk nasi uduk ayam. Semuanya terbungkus dalam bungkusan polyfoam dan setiap masakan dipisah-pisah (agar dapat dipanasi kembali).
Keuntungan yang dapat dihasilkan dari usaha ini
Rencana harga penjualan perbungkus untuk nasi uduk telur Rp6.000,- dan untuk nasi uduk ayam Rp10.000,-.
Modal bahan yang dihabiskan untuk setiap bungkus nasi uduk telur adalah Rp3.000,- dengan keuntungan Rp3.000,- dikurangi Rp500,- untuk upah penjual jadi untung Rp2.500,- perbungkus dengan harga jual Rp6.000,-. Dan modal bahan baku untuk nasi uduk ayam Rp5.000,- dengan keuntungan Rp5.000,- dikurangi Rp1.000,- untuk upah penjual per bungkusnya jadi keuntungan yang diterima Rp4.000,-
Jika di awal-awal usaha bisa laku terjual 50 bungkus yang nasi uduk telur dan 10 bungkus nasi uduk ayam perhari, maka akan didapatkan keuntungan Rp125.000,- untuk nasi uduk telur dan Rp40.000,- untuk nasi uduk ayam. Jadi total keuntungan jika laku seperti yang disebut diatas adalah Rp165.000,- perhari dikurangi 30% untuk tukang masak adalah Rp165.000,- dikurangi Rp49.500,- sama dengan Rp115.500,- perhari. Dengan demikian penjual akan mendapatkan upah sebesar Rp35.000,-. Sedangkan tukang masak akan mendapatkan Rp49.500,-
Jika mereka menginginkan upah lebih maka mereka harus dapat menambah jumlah penjualan. Secara otomatis semakin banyak yang laku terjual semakin banyak upah yang mereka hasilkan.
Target penjualan (marketing) dan keuntungan
Target yang diinginkan nantinya jika sudah berjalan beberapa bulan adalah, terjualnya dua ratus bungkus nasi uduk telur dan seratus bungkus nasi uduk ayam per harinya. Ini berarti akan menghasilkan keuntungan Rp500.000,- dikurangi 30% bagian tukang masak sama dengan Rp350.000,- dari nasi uduk telur per hari, dan Rp400.000,- dikurangi 30% bagian tukang masak menjadi Rp280.000,- dari nasi uduk ayam per hari. Total target keuntungan per hari dari semua penjualan adalah Rp630.000,- perhari. Merupakan keuntungan yang lumayan untuk sebuah usaha yang terlihat sepele. Adapun tukang masak akan mendapatkan untung Rp270.000,- perharinya. Sedangkan penjual keliling akan ditambah menjadi 2 orang jika penjualan mencapai target ini. Dan penjual akan mendapat untung Rp100.000,- per orang setiap harinya. Itu baru dari hasil penjualan di lampu merah, belum dihitung dari hasil penjualan deliveri order.
Target yang diinginkan dari penjualan deliveri order adalah 100 bungkus per hari. Untuk nasi uduk telur 50 bungkus, untuk nasi uduk ayam 50 bungkus. Keuntungan dari penjualan delivery order tidak dikurangi upah penjual keliling. Jadi keuntungan yang dapat dihasilkan dari target penjualan diatas per hari adalah 50 bungkus nasi uduk ayam dikali Rp5.000,- sama dengan Rp250.000,- ditambah 50 bungkus nasi uduk telur dikali Rp3000 sama dengan Rp150.000,-, total Rp400.000,- dikurangi 30% upah tukang masak Rp120.000,- sama dengan Rp280.000,- per hari.
Target ini bukan mustahil kalau dilihat dari jumlah kendaraan yang macet di setiap lampu merah di pagi hari jam berangkat kerja. Pada jam-jam macet, sekali lampu merah menyala ada sekitar seratus mobil minimal yang berhenti. Mungkin selama tiga jam macet di pagi hari terdapat kurang lebih 500 kendaraan yang lewat dan ini adalah pasar yang bagus.
Penutup
Usaha nasi uduk ini terlihat kecil dan sepele, namun jika dikerjakan dengan tekun dan benar dapat menghasilkan keuntungan yang bagus. Setelah semua rencana usaha tadi dilaksanakan dengan tekun dan semangat, selanjutnya berdoa dan tawakkal agar semua urusannya lancar dan semua rencana berjalan sesuai sehingga mendapatkan hasil yang berlimpah dan berkat insyaAllah!
Wassalamualaikum

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin mendapat pertanyaan sebagai berikut, “Ada seseorang yang berutang kepada orang lai...
06/03/2011

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin mendapat pertanyaan sebagai berikut, “Ada seseorang yang berutang kepada orang lain, namun pemberi piutang mau memberikan piutang dengan syarat: orang yang berutang menyerahkan lahan pertanian miliknya sebagai jaminan. Kemudian, orang yang memberi piutang mengelola lahan pertanian tersebut dan mengambil semua hasilnya. Terkadang, pemberi piutang hanya mengambil separuh hasil lahan tersebut, sedangkan separuhnya dia berikan kepada pemilik tanah. Demikian ini terus berlangsung sampai orang yang berutang melunasi utangnya sebesar uang yang dulu dia pinjam. Setelah lunas, orang yang memberikan piutang akan mengembalikan lahan pertanian tersebut kepada pemiliknya. Apa hukum syariat untuk kasus utang-piutang bersyarat semisal ini?”

Jawaban Ibnu Utsaimin adalah sebagai berikut, “Sesungguhnya, transaksi utang-piutang itu termasuk transaksi sosial yang bertujuan murni membantu dan menolong orang yang membutuhkan bantuan finansial. Memberi piutang adalah perbuatan yang diperintahkan dan dicintai oleh Allah karena hal tersebut termasuk bentuk berbuat baik kepada orang lain. Allah berfirman,

وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

'Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik kepada orang lain.' (QS. Al-Baqarah:195)

Dengan demikian, hukum mengadakan transaksi utang-piutang adalah: dianjurkan untuk pihak yang memberi piutang dan dibolehkan untuk pihak yang berutang.

Dalam hadits yang sahih, (disebutkan bahwa) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berutang seekor anak unta, namun beliau shallallahu 'alaihi wa sallam melunasi utangnya dengan menyerahkan unta yang sudah dewasa.

Jika transaksi utang-piutang adalah transaksi sosial maka transaksi ini tidak boleh diubah menjadi transaksi profit yang bertujuan mencari keuntungan materi duniawi, karena dengan demikian, transaksi utang-piutang berubah menjadi transaksi jual beli; transaksi sosial berubah menjadi transaksi profit.

Oleh karena itu, jika ada seseorang yang berkata, 'Saya jual (baca: tukar) satu dinar ini secara tidak tunai dengan jatuh tempo setahun yang akan datang. Ketika itu, cukup Anda p**angkan satu dinar,' atau mengatakan, 'Saya jual (tukar) satu dinar ini dengan dinar yang lain,' lalu keduanya berpisah tanpa ada serah terima dinar yang dibarterkan, maka kedua transaksi ini dihukumi sebagai transaksi jual beli yang haram dan termasuk riba (yaitu riba nasiah, pent.).

Lain halnya jika dinar tersebut ada dalam transaksi utang-piutang dan jatuh tempo pelunasan utang-piutang adalah sebelum atau setahun setelah transaksi, hukumnya diperbolehkan padahal pihak yang memberikan piutang tidaklah menerima pelunasan kecuali setelah setahun atau kurang dari setahun atau lebih dari setahun. Hal ini diperbolehkan, mengingat fungsi sosial yang terkandung dalam transaksi utang-piutang.

Berdasarkan uraian di atas, jika pihak yang memberi piutang mempersyaratkan adanya keuntungan materi dari transaksi utang-piutang (dalam hal ini berupa keuntungan mengelola lahan pertanian, pent.) maka transaksi utang-piutang ini berubah dari fungsi awalnya yang bersifat sosial, sehingga transaksi ini hukumnya haram.

Kaidah yang terkenal di kalangan para ulama mengatakan, 'Semua transaksi utang-piutang yang menyebabkan pihak pemberi piutang mendapatkan keuntungan materi adalah transaksi riba.'

Berdasarkan kaidah tersebut maka pihak yang memberi piutang tidak boleh meminta agar pihak yang berutang menyerahkan lahan pertaniannya kepada pihak yang memberi piutang, lalu pemberi piutang mengambil alih hak pengelolaan atas tanah tersebut, meski pihak yang memberi piutang memberikan sebagian hasilnya kepada pemilik tanah. Hal ini terlarang karena, dalam kasus ini, terdapat manfaat materi yang didapatkan oleh pihak yang memberi piutang. Sehingga, transaksi utang-piutang beralih fungsi dari fungsi aslinya, yaitu bersifat sosial untuk menolong orang yang membutuhkan.” (Fatawa Islamiyyah, yang dikumpulkan oleh Muhammad bin Abdul Aziz Al-Musnad, juz 2, hlm. 415--416, terbitan Darul Wathan, Riyadh, cetakan kedua, 1414 H)

Berdasarkan penjelasan di atas, jelaslah bahwa praktik menjadikan sawah sebagai borg utang, agunan, atau jaminan, yang banyak dijumpai di daerah pedesaan di negeri kita adalah praktik riba. Sebabnya, pihak yang memberi piutang memanfaatkan sawah tersebut dan menikmati hasil panennya bertahun-tahun sampai orang yang berutang melunasi utangnya.

Address

Jalan Beruang No. 46 Majapahit&Jl. Ratu Ratih III. No. 3 Perumahan Tlogosari
Semarang
50192

Website

http://ADILCDPROJEKTOR.myconnecti.com/, http://flazzcash.biz/?ref=353, http://www.arisan8

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CAHAYA MEDIA UTAMA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share