18/09/2022
Tidak semudah itu
Jangan tertipu dengan orang yang mengaku hacker, diluar sana orang punya sedikit info data rahasia atau pribadi ataupun data perusahaan dan negara. Bisa jadi data itu hasil dari jual beli. Hacker tidak pernah menunjukkan identitasnya secara terbuka, hacker profesional lebih s**a bermain dibelakang layar.
Hacker yang baru menghebohkan saat ini, kita telisik hasil data nya hasil dari beli dipasar gelap. itupun belum tentu valid datanya, karena yang tahu valid dan tidaknya hanya pembeli data tersebut, tapi dengan bangganya menyebut dirinya hacker, suatu pembohongan publik yang luar biasa. Hacker satu ini seolah-olah paham kondisi dan gejolah masyarakat Indonesia dengan mengangkat tema tema HAM. Pasti hacker ini orang Indonesia terindikasi tidak jauh dari instansi pemerintah atau mantan rekanan pemerintah.
Hacker sejati tidak pernah menyebut punya teman baik dinegara tertentu, karena itu sama saja bunuh diri dan membunuh temannya. ini bukti bahwa hacker untuk mendapatkan data bukan dari kerja nya menyadap atau menyusup melalui jaringan komputer atau server. Tapi sebatas membeli data data dipasar gelap.
Proses yang panjang dan njelimet untuk seseorang memposisikan dirinya menjadi hacker. Kalau sebatas untuk viral menghebohkan dunia maya cukup beli beli data saja, soal valid dan tidak urusan no 5.
Dinegara ini banyak departemen atau instansi tapi begitu ada kasus saling lempar lemper. sebegitu pengecut nya pejabat negara sekelas menteri harus ganti no hp milik negara asing. Ini namanya cari aman sendiri. sejak dulu semua proyek Kominfo tidak jelas, lebih baik Kominfo dibubarkan.
Disatu sisi ada institusi yang kerjaannya salah tangkap mau cari nama, jabatan, padahal alatnya super canggih. Sudahlah kenapa jauh jauh ke Cirebon, Madiun. mau nangkep cari saja disekitar komplek perkantoran monas pasti ketemu. Jangan sampai ada skenario untuk membuktikan harus memaksa seseorang untuk mengaku dirinya adalah teman atau mengaku diri menjual data kepada . Sungguh suatu dagelan yang luar biasa. BSSN saat ini sebatas sinau membedakan ijazah palsu dan yang asli, belum punya jam terbang soal Hacker atau masih taraf belajar scan virus. Namanya gagah tapi bagaikan anak kucing hanya meong meong. ketidak mampuan sudah terbaca saat saling lempar batu, "kita sama sama bertanggung jawab".
Sudahlah tidak perlu mengejar perbaiki saja semua sistem dinegara ini. Apa kabarnya rencana mau mbagun pusat server dinegara tetangga. Jadi pejabat pun jangan terlalu menjadi pengecut dan pengemis. Rakyat diantara menangis dan tertawa. hu hu ha ha....
tersenyum dipojok kota atas..