ILMU KITA

ILMU KITA upload tiap hari tentang ilmu pengetahuan alam dan lainnya. belajar dengan video pendek yang menarik dari berbagai sumber
Jangan lupa follow, terimakasih!😉

Segera, kita mungkin tidak lagi punya alasan logis untuk takut pada ular.Seorang pria yang telah digigit ular ratusan ka...
13/09/2025

Segera, kita mungkin tidak lagi punya alasan logis untuk takut pada ular.

Seorang pria yang telah digigit ular ratusan kali membantu para ilmuwan menciptakan penawar racun yang sangat kuat dan mungkin bisa bekerja melawan banyak ular paling mematikan di dunia.

Selama hampir dua dekade, Tim Friede sengaja memaparkan dirinya pada bisa dari 16 spesies ular mematikan, secara perlahan membangun kekebalan dalam tubuhnya. Para ilmuwan kemudian menggunakan darahnya untuk mengekstrak antibodi khusus yang mampu memblokir efek berbagai jenis bisa ular.

Mereka menggabungkan dua antibodi manusia ini dengan molekul kecil bernama varespladib, yang juga dapat menetralkan racun. Campuran tiga bagian ini berhasil melindungi tikus dari bisa 13 dari 19 spesies ular berbahaya yang diuji, termasuk black mamba, king cobra, dan taipan. Enam sisanya menunjukkan perlindungan parsial.

Ini merupakan peningkatan besar dibanding penawar racun ular saat ini, yang biasanya dibuat dari darah kuda atau domba dan hanya efektif untuk jenis ular tertentu saja. Metode baru ini bisa mengarah pada penawar racun universal yang lebih aman dan lebih efektif. Ini juga menghindari efek samping yang kadang muncul akibat penggunaan penawar racun berbasis hewan.

Langkah selanjutnya adalah menguji penawar baru ini pada anjing yang digigit ular di Australia, dan kemudian memperluas pengujian ke ular berbisa dari kelompok viper kelompok ular yang paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia.

Jika berhasil, para ilmuwan berharap bisa mengembangkan pengobatan ini agar tersedia luas, terutama bagi masyarakat di wilayah miskin yang sering menjadi korban gigitan ular dan memiliki akses terbatas terhadap pengobatan saat ini.

Pelajari lebih lanjut di:

https://www.cuimc.columbia.edu/news/scientists -develop-new-antivenom-counter-many -snakebites


Dalam sebuah kasus medis yang langka dan menakjubkan, dokter di University of California, San Francisco mendokumentasika...
13/09/2025

Dalam sebuah kasus medis yang langka dan menakjubkan, dokter di University of California, San Francisco mendokumentasikan seorang pasien yang batuk hingga mengeluarkan gumpalan darah sepanjang 15 cm dengan bentuk yang sangat mirip cabang saluran udara di paru-paru kanannya.

Pasien tersebut adalah pria berusia 36 tahun dengan gagal jantung berat dan menggunakan alat bantu p***a jantung (ventricular assist device). la sedang menjalani pengobatan dengan pengencer darah. Obat ini memang mencegah terbentuknya gumpalan, tetapi sekaligus meningkatkan risiko perdarahan internal sebuah kondisi yang sulit diprediksi.

Setelah beberapa kali mengalami batuk berdarah ringan, pria ini kemudian mengalami batuk hebat yang membuatnya mengeluarkan gumpalan darah yang utuh, menyerupai "cetakannya" saluran pernapasan (bronchial tree). Biasanya bentuk seperti ini terbentuk dari lendir, namun untuk darah bisa membeku dengan detail anatomi yang begitu sempurna adalah hal yang sangat jarang. Dokter menduga adanya infeksi paru yang meningkatkan kadar fibrinogen, sehingga darah dapat membentuk gumpalan dengan struktur yang stabil.

Meski gumpalan itu tidak kembali muncul, pasien tersebut meninggal dunia seminggu kemudian akibat komplikasi gagal jantung. Kasus ini memberikan gambaran nyata tentang detail struktur paru-paru manusia sekaligus contoh ekstrem kemampuan tubuh.

Sumber: Woodard, G. A., & Wieselthaler, G. M. (2018). Expectoration of a Blood Clot Cast of the Bronchial Tree. The New England Journal of Medicine.

Photo:sains_isamazing(Instagram)
Learn more:

https://www.nejm.org/doi/full/10.1056
/NEJMicm1713406

Obat ini dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Katsu Takahashi di Medical Research Institute Kitano Hosp...
13/09/2025

Obat ini dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Katsu Takahashi di Medical Research Institute Kitano Hospital. Cara kerjanya adalah dengan menghambat protein bernama USAG-1, yaitu protein yang biasanya menekan pertumbuhan gigi.

Dalam uji coba pada tikus, penghambatan protein ini berhasil memicu pertumbuhan gigi baru. Saat ini, tim peneliti sedang mempersiapkan uji klinis pada manusia dengan target agar pengobatan ini bisa digunakan secara luas pada tahun 2030.

Jika berhasil, terapi ini bisa merevolusi perawatan gigi karena memungkinkan manusia memiliki kesempatan ketiga untuk menumbuhkan gigi secara alami.

Penelitian ini didasarkan pada riset puluhan tahun di bidang kedokteran regeneratif, termasuk penemuan bahwa manusia ternyata memiliki "benih gigi ketiga" yang biasanya tidak berkembang, mirip dengan hewan seperti hiu dan gajah yang bisa berganti gigi berkali-kali.

Jika dikombinasikan dengan kemajuan teknologi regenerasi tulang dan pulpa gigi, para ilmuwan percaya suatu hari nanti terapi ini dapat membalikkan kerusakan atau kehilangan gigi akibat faktor genetik, cedera, maupun penuaan. Dalam satu dekade ke depan, sesuatu yang dulu dianggap fiksi ilmiah menumbuhkan gigi kembali secara alami bisa menjadi kenyataan sehari-hari bagi pasien di seluruh dunia.

Photo:sains_isamazing(Instagram)

Sumber ilmiah:

Ravi, V., Murashima-Suginami, A., Kiso, H., Tokita, Y., Huang, C.L., Bessho, K., Takagi, J., Sugai, M., Tabata, Y., Takahashi, K. Advances in tooth agenesis and tooth regeneration. Regenerative Therapy, Vol 22, Maret 2023, Halaman 160-168.

Learn more:

https://trial.medpath.com/news /7c38d804a93b9a53/world-s-first-drug-to-regrow -teeth-is-now-in-clinical-trials-the-brighter-side-of -news?utm_


Orang yang menggunakan tembakau sekaligus g***a memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang jauh lebih tinggi dibandingk...
13/09/2025

Orang yang menggunakan tembakau sekaligus g***a memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya menggunakan salah satunya atau tidak sama sekali. Hal ini berdasarkan studi besar yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE.

Peneliti menganalisis data kesehatan mental dari lebih dari 53.000 orang dewasa di AS yang dikumpulkan antara tahun 2020-2022 melalui COVID-19 Citizen Science Study. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 1 dari 4 pengguna tembakau dan g***a sekaligus melaporkan gejala kecemasan (26,5%) dan depresi (28,3%). Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak menggunakan kedua zat tersebut.

Sebaliknya, orang yang hanya menggunakan tembakau saja atau g***a saja juga menunjukkan masalah kesehatan mental, namun dengan tingkat yang lebih rendah dibandingkan para pengguna keduanya.

Meskipun studi ini belum bisa memastikan hubungan sebab-akibat, temuan ini menegaskan adanya korelasi kuat antara penggunaan tembakau dan g***a secara bersamaan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih buruk.

Dengan meningkatnya penggunaan g***a di berbagai wilayah, bersamaan dengan konsumsi tembakau yang masih berlangsung, para penulis menekankan pentingnya dukungan kesehatan mental dalam program kesehatan masyarakat yang ditujukan untuk berhenti dari penggunaan zat tersebut.

Seiring semakin umumya penggunaan keduanya, terutama di daerah yang melegalkan g***a, riset ini memberikan wawasan penting tentang risiko psikologis yang terlibat serta perlunya pendekatan lebih menyeluruh dalam penanganan kecanduan dan perawatan mental.

Judul penelitian: Associations between to***co and cannabis use and anxiety and depression among adults in the United States: Findings from the COVID-19 citizen science study

Photo:sains_isamazing (Instagram)
Penulis: Nhung Nguyen dkk.

Dipublikasikan: 13 September 2023, di jurnal PLOS ONE.


11/09/2025

Selamat malam semuanya jangan lupa follow ya untuk info menarik lainnya,terimakasih!

Address

Rumbai

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ILMU KITA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share