13/09/2026
Jadilah Terang
Kata "terang" muncul ratusan kali dalam Alkitab. Kata ini pertama kali muncul hanya pada ayat ketiga pada kitab pertama, Kejadian, selama kisah Penciptaan:
"Berfirmanlah Allah: 'Jadilah terang.' Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap."
Kejadian 1:3-4 TB
Kemudian, ketika nabi Yesaya menubuatkan kedatangan Yesus, ia menggambarkan Mesias sebagai "terang yang besar" yang akan terbit bagi mereka yang "berjalan dalam kegelapan" (Yesaya 9:1). Yesus menggenapi nubuat itu dalam Yohanes 8:12 ketika Ia menyatakan, "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
Kegelapan tidak dapat ada di mana ada terang. Kejadian 1 mengatakan bahwa Allah "memisahkan" terang dari kegelapan yang menutupi bumi yang tidak berbentuk dan kosong. Kedua hal itu tidak dapat hidup berdampingan. Hal yang sama berlaku untuk dosa dan kesempurnaan. Dunia jatuh ke dalam kegelapan ketika dosa masuk ke dalamnya.
Namun dunia tidak sepenuhnya dikuasai oleh kegelapan–kita hanya terpisah dari Allah. Itulah mengapa Ia mengutus Yesus, Terang yang Agung, untuk membimbing kita kembali kepada-Nya.
Sama seperti nyala api yang menyala terang, apinya juga menyebar. Ketika Ia kembali ke Surga, Yesus memberikan Roh-Nya kepada kita, agar kita pun dapat menjadi terang bagi orang lain! Rasul Paulus menulis dalam Efesus 5:8, "Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang."
Sebagai anak terang, kamu dapat menjadi terang di dunia kita yang gelap ini melalui cara hidupmu, perkataanmu, dan tindakanmu. Hari ini, tanyakan pada dirimu sendiri: bagaimana aku akan terus berjalan seiring dengan Yesus sebagai terang penuntunku? Apa yang akan aku lakukan untuk menjadi terang di duniaku? Dengan siapa aku akan berbagi terang-Nya?