Barokah Cell

Barokah Cell Barokah Cell, selain menjual pulsa, accecories hp jg menyediakan aneka kebutuhan pokok sehari-hari. Melayani pesanan dan siap antar.

Kepercayaan itu mahal harganyaYang sering terjadi dalam kehidupan manusia, ketika hari ini kamu bahagia rasa duka sedang...
01/09/2016

Kepercayaan itu mahal harganya

Yang sering terjadi dalam kehidupan manusia, ketika hari ini kamu bahagia rasa duka sedang mengintip kita dari kejauhan dan memastikan bahwa kita sedang tidak sombong dan tidak lupa bersyukur, dan ketika kita sedang bersedih penuh luka dan berdarah, si bahagia pun bersiap menghampiri kita untuk mengajak tersenyum. Ini yang namanya kemungkinan hidup. Sedih dan bahagia sangat berdekatan, seolah-olah kita tak boleh hanya mementingkan salah satu dari mereka yang biasanya kita sebut bahagia.

Bulan ini menjadi bulan yang kurang menyenangkan bagi kepercayaan, karena kepercayaan tiba-tiba datang dengan wajah gelisah dan hilang harapan, seakan dia ingin bicara bahwa dia kecewa dan terluka.

"Seperti sebuah gelas yang jatuh dan hacur berkeping-keping, kemudian manusia berusaha menyatukannya kembali dengan menempelkan bagian-bagian yang hancur dengan lem, namun hal yang kita temui, gelas tak kembali kewujudnya semua, dia tetap retak berantakan."

Kepercayaan pun ragu untuk kembali dan meluapkan kekecewaannya dengan amarah, melukai balik dan tidak memberikan maaf. Lalu pantaskah manusia menerima maaf karena perbuatannya? Kadang itu yang menjadikan aku bertanya-tanya, kita selalu tidak ingin dikecewaan oleh siapapun, namun kenapa kita selalu sengaja ataupun tidak sengaja melukai mereka ((Kepercayaan)). Mungkin hal sama akan kita lakukan ketika terluka, antara segera memaafkan kemudian melupakannya atau sebaliknya, tak akan ada kata maaf.

Sadar bahwa menjaga sesuatu itu sangatlah tidak mudah seperti hal nya dnegan bertahan, lalu kenapa kita harus saling melukai hanya untuk menjaga sesuatu atau bertahan. Keliru karena luka dan hilang karena percaya. Maka maafkan saya kepercayaan, seharusnya aku ikut menjaga mu, tapi aku malah menjadi bagian yang melukaimu, yang kemudian karma bersahabat denganku dan tak bisa dilepaskan.

Makna dibalik KesusahanAda kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. “Bu, ap...
11/08/2016

Makna dibalik Kesusahan

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. “Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?” ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

“Anakku,” ucap sang induk kemudian. “Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik.” jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. “Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?” tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

“Anakku. Itu cuma angin,” ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. “Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!” tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

“Blarrr!!!” suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. “Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!” ucapnya sambil terus memejamkan mata.

“Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai. “Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,” ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, “Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!”
**

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, insya Allah, akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.

Kualitas KehidupanDalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu. Melihat para alumni ters...
18/04/2016

Kualitas Kehidupan

Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. Guru tersebut menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi.

Setelah masing-masing alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata, “Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu.

Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.

“Hidup kita seperti kopi dalam analogi tersebut di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki.

Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama, kualitas kopi itulah yang terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus dan pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagian. Itu konsep yang sangat keliru. Kualitas hidup kita ditentukan oleh “Apa yang ada di dalam” bukan “Apa yang kelihatan dari luar”.

Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagian di dalam kehidupan kita? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal.

“Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.”

“Selamat menikmati secangkir kopi kehidupan”

Semoga MANFAAT...

07/03/2016

NGAJI "FIQIH GERHANA"

Insya Allah hari Rabu, 09 Maret 2016 M / 29 Rabi'ul Akhir 1437 H.
akan terjadi gerhana matahari.

Berikut uraian dalam prespektif ilmu FIQIH, merujuk pada Kitab-kitab Asy Syaafi'i r.a.

بسم الله الرحمن الرحيم....

Shalat Kusûf ( صلاة الكسوف ) dan Khusûf ( صلاة الخسوف ) Shalat Kusûf dan Khusûf adalah shalat ketika terjadi gerhana. Apabila gerhana tersebut adalah gerhana matahari, maka disebut Shalat Kusûf ( صلاة الكسوف ). Sedangkan apabila gerhana bulan, dikenal dengan nama Shalat Khusûf ( صلاة الخسوف ).

*Hukum melaksanakannya

Hukum melaksanakan shalat gerhana baik matahari maupun bulan adalah Sunnah Muakkadah (Sunnah yang ditekankan atau sedikit di bawah wajib). Hal ini di antaranya berdasarkan hadits shahih di bawah ini:

عن الْمُغِيرَة بْن شُعْبَةَ، يَقُولُ: انْكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ، لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَا لِحَيَاتِهِ،فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللهَ وَصَلُّوا حَتَّى تَنْكَشِفَ» [رواه البخاري ومسلم، واللفظ للمسلم]

Artinya:“Al-Mughirah bin Syu’bah berkata: “Pada masa Rasulullah saw, telah terjadi gerhana matahari, persis pada hari wafatnya Ibrahim (putra Rasulullah saw). Rasulullah saw kemudian bersabda: “Sesungguhnya, matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak tergelincir (terjadi gerhana) karena wafat atau hidupnya seseorang. Apabila kalian mendapatkan kedua gerhana tersebut, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah, sampai nampak kembali (kembali normal, tidak gerhana lagi)”
(HR. Bukhari Muslim, dan redaksi hadit di atas berdaarkan riwayat Imam Muslim).

Tambahan:

1. Shalat gerhana matahari atau bulan, disunnahkan dilakukan oleh laki-laki dan perempuan, juga yang sedang bepergian atau yang tidak bepergian (muqim).

2. Shalat gerhana dapat dikerjakan berjamaah, juga dapat dilakukan sendiri (munfarid). Apabila dikerjakan sendiri, tidak ada khutbah.

3. Shalat gerhana termasuk salah satu dari enam shalat sunnat yang dianjurkan dikerjakan secara berjamaah. Keenam shalat dimaksud adalah: Shalat Idul Adha, Idul Fitri, Gerhana Matahari, Gerhana Bulan, Shalat Istisqa (meminta hujan), dan shalat tarawih.

4. Dari segi keutamaan untuk dilakukan, shalat gerhana matahari berada pada urutan kedua setelah shalat Idul Adha dan Idul Fitri. Menyusul setelahnya shalat gerhana bulan, Istisqa dan tarawih.

5. Shalat gerhana matahari disyariatkan pada tahun kedua hijriyyah, di mana pada saat itu terjadi gerhana matahari, berbarengan dengan wafatnya Ibrohim, putra Rasulullah saw dari Mariyah al-Qibtiyyah. Ibrohim meninggal kurang lebih pada usia 18 (delapan belas) bulan.

6. Sedangkan shalat gerhana bulan, disyariatkan pada tahun kelima hijriyyah, di mana pada saat itu juga terjadi gerhana bulan, sebagaimana disampaikan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Hibban.

*Waktu pelaksanaan

- Shalat gerhana mulai dilakukan ketika gerhana tersebut sudah mulai terjadi, yaitu dengan mulai terjadinya perubahan cahaya matahari atau bulan (mulai terjadi gerhana).

- Karena itu, sebelum gerhana mulai terjadi, shalat gerhana belum dapat dilakukan.

- Sedangkan waktu terakhirnya, sampai gerhana itu selesai (cahaya matahari atau bulan kembali normal lagi) juga sampai matahari terbenam (untuk gerhana matahari), dan sampai terbit fajar (untuk gerhana bulan).

-Oleh karena itu, apabila gerhana sudah berakhir, tidak disunnahkan untuk melakukan shalat gerhana,sekaligus tidak disunnahkan untuk mengqadhanya. Hal ini dikarenakan shalat gerhana adalah shalat yang berkaitan dengan sebab, dan begitu sebab tersebut hilang, maka hilang juga kesempatan untuk melakukan shalatnya.

- Selama cahaya matahari atau bulan belum kembali kepada keadaan semula, masih tetap diperbolehkan melakukan shalat gerhana.

- Apabila shalat gerhana sedang dikerjakan, tiba-tiba matahari atau bulannya sudah kembali normal lagi, maka shalatnya tetap diteruskan sampai salam.

- Apabila setelah selesai shalat, gerhana masih tetap berlangsung, maka tidak dianjurkan melakukan shalat gerhana kedua kali. Cukup satu kali saja, dan sisa waktunya dipakai untuk berdoa.

*Tatacara melakukan

Dalam hal tata cara melaksanakan shalat gerhana, baik matahari maupun bulan, ada tiga cara:

1. Tingkatan pertama: biasa
Yaitu, dengan melakukan shalat dua rakaat persis seperti melakukan shalat sunnat qabliyyah Shubuh, tanpa panjang-panjang (pendek dan sebentar). Shalat dengan cara pertama ini dipandang sah, tapi meninggalkan yang lebih utama.

2. Tingkatan kedua: sempurna (أدنى الكمال)
Yaitu dengan melakukan shalat dua rakaat tanpa panjang-panjangbacaannya, hanya saja ditambahkan satu ruku dan satu berdiri lagi pada setiap rakaatnya. Artinya, dalam satu rakaat ada dua ruku dan dua berdiri untuk membaca surat al-Fatihah dan surat.

Prakteknya: terlebih dahulu berniat untuk melakukan shalat gerhana matahari atau bulan, kemudian takbiratul ihrom, membaca doa iftitah, membaca ta’udz dan surat al-Fatihah serta membaca surat atau ayat al-Qur`an.Setelah itu, ia ruku, dan bangkit dari ruku / i’tidal dengan membaca sami’allôhu liman hamidah, robbanâ lakal hamd.Kemudian setelah itu, ia kembali meletakkan kedua tangannya di antara pusar dan dada seperti permulaan shalat (bersedekap), kemudian membaca surat al-Fatihah, lalu surat, kemudian ruku lagi, lalu bangkit dari ruku / i’tidal. Lalu sujud dan duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali. Sampai sini dihitung satu rakaat.

Pada rakaat kedua lakukan seperti pada rakaat pertama. Dengan demikian, dalam satu rakaat ada dua kali ruku dan dua kali berdiri (membaca surat al-fatihah dan surat). Setelah itu tahiyyat dan salam.

3. Tingkatan ketiga: sangat sempurna (أعلى الكمال ) atau paling sempurna / paling afdhal (الأكمل )

Tata caranya seperti tata cara kedua, yakni dalam satu rakaat ada dua kali ruku dan dua kali berdiri, hanya saja ditambahkan dengan memanjangkan berdirinya dengan bacaaan al-Qur`an, juga memanjangkan ruku dan sujudnya dengan membaca tasbih.

*Ukuran bacaan dan panjang juga lamanya adalah sebagai berikut:

Pada berdiri pertama dari rakaat pertama, setelah membaca surat al-Fatihah, disunnahkan membaca surat al-Baqarah atau yang seukuran dengannya.Pada berdiri kedua dari rakaat pertama, setelah membaca surat al-Fatihah disunnahkan membaca kurang lebih dua ratus ayat seukuran dua ratus ayat surat al-Baqarah.
Pada berdiri pertama dari rakaat kedua, setelah membaca surat al-Fatihah, membaca kurang lebih seratus lima puluh ayat seukuran 150 ayat surat al-Baqarah
Pada berdiri kedua dari rakaat kedua, setelah membaca surat al-Fatihah, membaca kurang lebih seratus ayat seukuran 100 ayat surat al-Baqarah.

Sedangkan ukuran lama dan panjang dalam ruku juga sujud adalah sebagai berikut:

Ruku pertama dari rakaat pertama, lama membaca tasbihnya seukuran membaca seratus ayat dari surat al-Baqarah.

Ruku kedua dari rakaat pertama, lama membaca tasbihnya seukuran membaca delapan puluh ayat dari surat al-Baqarah.Ruku pertama dari rakaat kedua, lama membaca tasbihnya seukuran membaca tujuh puluh ayat dari surat al-Baqarah.

Ruku kedua dari rakaat kedua, lama membaca tasbihnya seukuran membaca lima puluh ayat dari surat al-Baqarah.Selesai melakukan shalat gerhana, disunnahkan bagi imam untuk memberikan khutbah.

Khutbahnya sama dengan khutbah Jum’at, yaitu terdiri dari dua kali khutbah yang dipisah dengan duduk sebentar.
Khutbah gerhana sama dengan khutbah Jum’at darisegi rukun khutbahnya, tapi tidak dari segi syarat khutbahnya. Isi khutbah sebaiknya berupa anjuran untuk bertaubat, memperbanyak sedekah dan lainnya.

*Tambahan penting

- Contoh niat melakukan shalat gerhana matahari adalah:
أصلى سنة الكسوف ركعتين لله تعالى

Usholli sunnatal kusûfi rok'atani lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Aku berniat melakukan shalat sunnat gerhana matahari dua roka'at karena Allah”.

- Contoh niat melakukan shalat gerhana bulan:
أصلي سنة الخسوف ركعتين لله تعالى

Usholli sunnatal khusûfi rok'ataini lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Aku berniat melakukan shalat sunnat gerhana bulan dua roka'at karena Allah”.

*Beberapa masalah penting seputar shalat gerhana

1. Disunnahkan sebelum berangkat shalat melakukan mandi terlebih dahulu, namun tidak disunnahkan berdandan.

2. Bacaan imam disunnahkan dikeraskan pada shalat gerhana bulan, dan dipelankan (tidak dikeraskan) pada gerhana matahari. Hal
ini karena shalat gerhana bulan dilakukan malam hari, sedangkan gerhana matahari dikerjakan pada sianghari.

3. Shalat gerhana sebaiknya dilakukan berjamaah, namun tidak mengapa apabila dilakukan sendiri.

4. Shalat gerhana sebaiknya dilakukan di dalam masjid, sekalipun mesjidnya sempit, sebagaimana shalat Jum’at.

5. Apabila berkumpul beberapa shalat: shalat wajib, shalat jenazah, ‘id dan shalat gerhana, maka jika waktu pelaksanaannya sempit, lakukan yang pertama kali shalat wajib, kemudian shalat jenazah, lalu shalat hari raya, kemudian baru shalat gerhana.

6. Apabila ada makmum yang masbuk shalatnya, lalu ia mendapati imam pada ruku pertama dari rakaat pertama atau rakaat kedua, maka ia dipandang telah mendapatkan satu rakaat. Namun, apabila ia mendapatkan imam pada ruku kedua dari rakaat pertama atau pada ruku kedua dari rakaat kedua, maka makmum tersebut dipandang tidak mendapatkan satu rakaat.

7. Namun apabila waktunya leluasa, dahulukan shalat jenazah, kemudian shalat gerhana, lalu shalatwajib.

8. Apabila shalat gerhana bertepatan dengan waktu shalat Jum’at, maka caranya adalah: Lakukan shalat gerhana matahari terlebih dahulu, kemudian setelah itu lakukan khutbah dengan niat khutbah Jum’at, lalu lakukan shalat jum’at.

9. Panggilan untuk memulai shalat adalah: “ash-sholâta jâmi’ah” atau “ash-sholâta jâmi’atan rohimakumullôh”.

10. Shalat gerhana dapat dilakukan kapan saja, sekalipun pada waktu-waktu yang diharamkan melakukan shalat. Hal ini dikarenakan shalat gerhana merupakan shalat yang sebab melaksanakannya(yaitu adanya gerhana) berbarengan dengan pelaksanaan shalatnya (mâ lahû sabab muqôrin lis sholâh).

Demikian sekilas bahasan seputar shalat gerhana, semoga bermanfaat. Wallâhu a’lamu bis showâb.

SALAM MKQ 🙏�.

30/01/2016

DIKAWAL MALAIKAT..

Tiap pagi kita akan memulai aktivitas, kadang kesulitan yang lama kita pendam belum juga selesai ketemu jalan keluar.. Yang kita kejar selalu solusi.. solusi.. solusi! Kita melupakan HAK ALLAH pencipta kita untuk kita kejar..

Godaannya kenceeeng banget, buat kita lepas kontrol kadang gak mandang lagi rejeki halal dan haram. Kepepet, sikat ajalah.. Padahal itu rejeki haram, ada konsekuensinya.
Kita berfikir, aaah mumpung orang gak lihat...
Aaah mumpung gak ada yang tau, manipulasi sana sini, embat uang kantor, korupsi kecil-kecilan, kalo gak ketahuan nilai yang diembat dinaikkan..
Demi gaya hidup, hutang jadi kebiasaan, pokoknya kelihatan kaya, mau ada ribanya aaaah bukan urusan saya!
Riba apaan sih? Itukan cuma kata-kata ustadz yang baru ngeksis belakangan ini.. Riba is bu****it! Taikebo..

Membutakan hati nurani sendiri...!
Melakukan pembenaran, ngeles, dan mencari bantahan..
Padahal ketika datang sebuah kebenaran, hati kecil kita bicara "oh iyaa yaa.. Ternyata selama ini aku gak tenang, aku gak nyaman dengan hutang-hutang, aku cemas tiap nerima rejeki jalan ini..." Berkecamuk melawan dengan legitnya uang yang diterima dari jalan haram itu..

Kita dikawal malaikat? Nih ayatnya..
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.."
(Al-Qur'an Ar-Ra`d:11)

Ada malaikat yang menjaga dan mengawasi kita, yang ngikutin kita.. kalo kita nekat terus dalam kesesatan, mereka lapor kepada pencipta kita, daaan.. Ada konsekuensinya..

Masih seneng makan harta haram? Malaikat melaporkan ke Allah.. Niih dia, ada saatnya kita dijewer dengan kerasnya,
Bisnis bangkrut..
Harta ludess..
Ditipu rekan kerja bahkan saudara..
Dikhianati karyawan kepercayaan..
Tiba-tiba sakit yang menguras harta..
Sekali sehat, eh anggota keluarga lain gantian sakit..
Kecelakaan dijalan..
Dimaling, dicopet, dirampok, daaaan banyak cara lainnya Allah mengingatkan kita agar segera sadar dan taubat kembali padanya..

Sekali waktu ketika kita tergoda melakukan sesuatu keburukan, ingatlah ayat itu..
Berdiri tegak..
Lihat kemuka eeeh ada malaikat..
Nengok ke belakang.. Eeh ada dia juga..
Dan mereka siap melaporkan kepada Yang Maha Big Boss!

Mungkin mereka bilang.. "Kuapokmu kapan?"

12 KIAT AWET MUDA, UMURPANJANG & HIDUP BAHAGIAﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ1. Hadapilah segala masalah dengansan...
10/11/2015

12 KIAT AWET MUDA, UMUR
PANJANG & HIDUP BAHAGIA

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ

1. Hadapilah segala masalah dengan
santai dan tenang.
2. Bersedih hati janganlah terlalu
berkepanjangan.
3. Aktiflah dalam kerja.
4. Jauhkanlah amarah karena amarah
memakan energi yang berpengaruh
buruk terhadap fisik.
5. Bila segala sesuatu dapat
diselesaikan dengan ketenangan,
mengapa harus dibarengi dengan
ketegangan?
6. Kedengkian dan iri hati
berpengaruh buruk terhadap
peredaran darah dan jantung.
7. Hadapi orang marah dengan tenang
dan jangan masukkan dalam hati.
8. Jangan mempedulikan hal-hal yang
dilakukan orang lain, bereaksilah
dengan benar.
9. Dunia ini berputar, bila anda
sedang berada di bawah, jangan
putusasa, ada saatnya anda pasti
naik ke atas. Tetapi bila sudah berada
di atas berhati-hatilah supaya anda
tidak jatuh.
10. Hadapilah penderitaan dengan
percaya kepada Tuhan, karena
penderitaan selalu membawa hikmah
suatu kebahagiaan.
11. Fisik anda harus anda jaga
dengan olahraga dan makanan sehat.
12. Jangan lekas merasa tua karena
dibanding dengan hari esok anda
masih muda sekarang.
***
Ada yang mau menambahkan???
Salam manis wat yg baca..

Dua Kantong yang BerbedaAlkisah, ada seseorang yang sangat menikmati kebahagiaan & ketenangan di dalam hidupnya. Orang t...
06/11/2015

Dua Kantong yang Berbeda

Alkisah, ada seseorang yang sangat menikmati kebahagiaan & ketenangan di dalam hidupnya. Orang tersebut mempunyai dua kantong. Pada kantong yang satu terdapat lubang di bawahnya, tapi pada kantong yang lainnya tidak terdapat lubang.
Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti makian & sindiran, ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang berlubang. Tetapi semua yang indah, benar, dan bermanfaat, ditulisnya di sebuah kertas kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya.
Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian ia merogoh kantong yang ada lubangnya, tetapi ia tidak menemukan apa pun. Maka ia pun tertawa dan tetap bersukacita karena tidak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwanya.
Teman2.. Itulah yang seharusnya kita lakukan. Menyimpan semua yang baik di “kantong yang tidak berlubang”, sehingga tidak satupun yang baik yang hilang dari hidup kita. Sebaliknya, simpanlah semua yang buruk di “kantong yang berlubang”. Maka yang buruk itu akan jatuh dan tidak perlu kita ingat lagi.
Namun sayang sekali.. masih banyak orang yang melakukan dengan terbalik! Mereka menyimpan semua yang baik di “kantong yang berlubang”, dan apa yang tidak baik di “kantong yang tidak berlubang” (alias memelihara pikiran-pikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati). Maka, jiwanya menjadi tertekan & tidak ada gairah dalam menjalani hidup.
Oleh karena itu, agar bisa menikmati kehidupan yang bahagia dan tenang: jangan menyimpan apa yang tidak baik di dalam hidup kita (tahukah Anda: sakit hati, iri hati, dendam, dan kemarahan juga bisa menyebabkan penyakit serius bahkan kematian).

Mari mencoba, menyimpan hanya yang baik dan bermanfaat

04/11/2015

Apakah Semua sudah Berlalu
Adakalanya sesuatu berlalu seperti angin, tanpa bekas. Dan siapa yang bisa menahan perginya udara yang bergerak? Tak seorangpun. Dan memang tak ada gunanya menahan angin untuk bergerak, berlari sambil meniup apa saja yang dilaluinya.

Seperti pengalaman manusia, pada saatnya, kebahagiaan pergi begitu saja. Hanya menyisakan kepedihan dan luka. Namun ini lebih baik daripada tak pernah ada kebahagiaan melainkan hanya penderitaan saja.

Kesedihan ini indah karena di dalamnya ada kenangan. Saya memahami segala yang harus saya terima dalam hidup ini.
Kalau bisa memilih tentu saya tidak ingin kebahagiaan saya berakhir. Tetapi saya tidak boleh egois. Dengan apa yang ada pada diri saya saat ini pilihan sudah tidak penting lagi. Saya harus tetap dengan eksistensi saya dalam segala kemungkinan.

Renungkanlah...Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka y...
30/10/2015

Renungkanlah...
Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu sewaktu di dunia.
Mereka pun bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah:
"Yaa Rabb..
Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia sholat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami."
Maka Allah berfirman:
"Pergilah kamu ke Neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarah"
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").
Al-Hasan Al-Basri berkata:
"Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki Syafa'at pada hari Kiamat nanti".
Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya sambil menangis:
"Jika kalian tidak menemukanku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku:
Wahai Rabb Kami..
Hamba-Mu si fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu"
SAHABATKU...
Mudah-mudahan dengan ini, aku telah mengingatkanmu tentang Allah...
Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Ridho-Nya...
آمين يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ
Ya Allah...
Aku Memohon kepada-Mu...
Karuniakanlah kepadaku sahabat-sahabat yang selalu mengajakku untuk tunduk patuh dan taat Kepada Syariat-Mu...
Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat kelak...
آمين يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ
Oleh karena itu...
Carilah sebanyak mungkin sahabat yang baik yang menunjukkan jalan-jalan ke Syurga dan jalan-jalan kebaikan.
WAHAI SAHABATKU...
JANGAN LUPA BERTANYA TENTANGKU...

Seorang remaja bertanya kepadaAyahnya: "Ayah, Untuk apa kitaharus mendirikan Sholat/beribadah, toh manusia juga masihter...
09/10/2015

Seorang remaja bertanya kepada
Ayahnya: "Ayah, Untuk apa kita
harus mendirikan Sholat/
beribadah, toh manusia juga masih
terus berbuat Dosa dan Maksiat....
Sang Ayah Tersenyum dan
menjelaskan secara Bijak:
"Anakku..Ibarat kamu mengambil air
di sungai yang jernih mengunakan
keranjang bambu berlubang...
Meskipun keranjang tersebut telah
kamu gunakan untuk membawa
pasir... Keranjang Tersebut akan
bersih kembali ketika kamu isi
dengan air sungai tadi.
Memang air sungainya tidak bisa
ditampung, namun keranjang
tersebut pasti menjadi bersih,
karena kita selalu membasuhnya
dengan air sungai tadi...
Demikianlah manusia itu bagaikan
keranjang pasir tadi, dan sholat
adalah bagaikan air sungai yang
bersih... Manusia tak luput dari
dosa dan noda...tapi Insya Allah
akan selalu dan selalu dibersihkan
dengan basuhan Sholat...Hingga
kelak Sang PEMILIK akan
mengambilnya Kembali..." .
Demikian si Ayah bijak
menyampaikan kepada anaknya
yang manggut- manggut sambil
berucap "Alhamdulillah, terima
kasih Ayah...mantap hatiku
sekarang beribadah"

Address

Wonoyoso, Pituruh Purworejo
Purworejo
54263

Opening Hours

Monday 05:00 - 21:00
Tuesday 05:00 - 21:00
Wednesday 05:00 - 21:00
Thursday 05:00 - 21:00
Friday 05:00 - 21:00
Saturday 05:00 - 21:00
Sunday 05:00 - 21:00

Telephone

081392143000

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Barokah Cell posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share