21/05/2016
Bahaya Polusi Udara di Dalam Mobil:
Dari hasil penelitian Environmental Protection Agency (EPA) Amerika, membuktikan bahwa polusi di dalam ruangan terutama di dalam mobil ternyata 2 hingga 5 kali lebih tinggi dibandingkan polusi di luar ruangan, jurnal Science of the Total Environment Belanda juga menerbitkan hasil serupa yang intinya menyatakan bahwa dampak paparan partikular berbahaya dan karbon hitam yang diderita pengendara mobil pribadi justru lebih tinggi dibandingkan pengendara sepeda, pengguna kereta, dan bus. Padahal pada umumnya kita sekarang menghabiskan lebih dari 2 jam di dalam mobil setiap hari, pada saat Anda berada di dalam mobil, tanpa anda sadari Anda menghirup polusi dari asap knalpot kendaraan di depan Anda dan racun kimia serta gas lainnya. Tahukah p**a Anda bahwa interior mobil juga juga menebarkan racun ?
Mungkin Anda pasti juga pernah melihat, mendengar atau membaca berita yang menceritakan terjadinya kematian di dalam mobil ketika sebuah keluarga tidur menginap di dalam mobil dengan kondisi ac mobil menyala, mengapa bisa terjadi ? berada di dalam mobil dalam kondisi tertutup dan tidak memiliki pengaturan aliran pembuangan udara yang baik akan membuat udara di dalam mobil yang penuh polutan semakin kotor dan semakin jenuh sehingga semakin berbahaya bagi manusia, terlebih lagi bila gas pada ac atau pembuangan kenalpot bocor sehingga masuk ke dalam kabin mobil.
Menurut International Center for Technology Assessment atau ICTA Amerika, konsentrasi karbonmonoksida dari asap knalpot dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, kehilangan konsentrasi, mual, kelelahan, iritasi mata, sakit tenggorokan, alergi, kantuk dan memicu munculnya asma. Jika Anda berpikir sederhana dengan sedikit membuka jendela agar dapat membuat aliran udara lebih baik, hal itu juga tidak sepenuhnya benar, sebab ketika Anda terjebak dalam kemacetan, dengan kondisi cuaca panas, dan jendela mobil terbuka, polusi udara yang Anda hirup bisa enam kali lebih tinggi dibandingkan polusi yang dialami oleh seorang pejalan kaki.
Tahukah anda bahwa interior mobil juga menebarkan racun ?
Dari informasi diatas menjelaskan bahwa selain asap knalpot, gas dan kimia beracun juga ada di dalam mobil, hal itu muncul dari aroma mobil baru, dari penelitian ditemukan 275 bahan kimia di kabin dalam mobil, dan 50 bahan kimia yang mengandung racun paling berbahaya yang berasal dari interior mobil seperti tempat duduk, setir, bantalan dan lengan kursi, penutup lantai, dasbor, serta bagian-bagian plastik di sebagian interior mobil, ditambah lagi dengan aroma pelarut, perekat, pelumas, flame retardants, lapisan antikarat (biasanya 1 minggu hingga 1 bulan lebih), dan bercampur dengan aroma pewangi kimia yang anda gunakan untuk pengharum mobil. Sering kali kadar zat yang ditemukan melebihi standar kualitas udara yang diizinkan.
Hal ini semua terreaksi dan muncul akibat dari panas terik dan sinar dari matahari sehingga meningkatkan konsentrasi Volatile Organic Compounds (VOC), yang melepaskan bahan-bahan kimia Benzena, Metilbenzen (toluena), Xilena Poly brominated diphenyl ethers (PBDEs), Polyvinyl Chloride (PVC) dan Phthalates (untuk melunakkan plastik) dari bahan sintetis dan plastik yang digunakan interior mobil sehingga membawanya ke tingkat yang berbahaya. adalah sebagian di antara zat-zat kimia tersebut. Selain itu, ada juga polusi dari bahan kimia seperti airborne bromine, klor, timah, formalin dan logam berat lainnya.
Jika terekspos secara terus-menerus, bahan-bahan kimia ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kelahiran prematur, cacat lahir, atau masalah kesulitan belajar, gangguan memori, penurunan kesuburan, dan masalah dengan hati, tiroid, ovarium, ginjal, dan darah.
Bagaimana TIPS cara mengurangi dampak polusi ini ? KLIK DISINI
http://www.plasmanion.com/2016/04/cara-mengurangi-dampak-polusi-udara-dalam-mobil.html