29/07/2013
ver-clock atau over-clocking adalah mengubah atau mengatur kecepatan processor/
CPU menjadi lebih cepat dibandingkan dengan spesifikasi kecepatan standard yang
tertera pada processor tersebut. Sebenarnya, over-clock mengubah kecepatan clock
speed sebuah processor pada sebuah VPU (VGA) atau clock speed chipset
motherboard. Teknik atau cara yang dapat dilakukan untuk over-clocking sebagai
berikut.
- Meningkatkan Multyplier.
- Meningkatkan Bus-clock.
- Meningkatkan Multyplier dan Bus-clock.
Ketiga cara di atas dapat dilakukan secara haradware maupun software.
Overclocking secara Hardware
Melakukan perubahan pada pengaturan jumnper (switch ) yang mengatur Bus-clock
dan Multyplier.
Over-clocking secara software
Melakukan perubahan Bus-clock atau Multyplier melalui pengaturan BIOS pada soft
menu. Umumnya, cara over-click seperti ini terdapat pada motherboard tipe baru
yang menggunakan jumperless dan memiliki soft menu BIOS.
Tujuan melakukan over-clock pada sebuah komputer sebagai berikut.
- Memacu kerja processor, VGA dan CPU agar bekerja lebih cepat atau mengubah
keceptan standard menjadi kecepatan "di atas" standard.
- Biasanya, over-clock dilakukan untuk mempercepat kinerja komputer agar lebih
nyaman digunakan, terutama untuk menjalankan aplikasi permainan ( game ) yang
membutuhkan memory besar, speed tinggi dan resolusi grafik yang tinggi.
Cara melakukan over-clock sebagai berikut.
- Mengubah VGA yang memiliki kecepatan core 400 Mhz menjadi 450 Mhz untuk
mendapatkan tampilan yang lebih baik.
- Mengubah kecepatan processor VGA yang memiliki kecepatan Bus 200 Mhz menjadi
250 Mhz agar proses rendering gambar dan aplikasi game menjadi lebih baik.
- Meng-over-clock processor.
Contoh kasus
Komputer yang memiliki processor 1.6 GHz dengan Bus 100 MHz dapat dirubah
menjadi processor berkecepatan 2.1 GHz dengan Buss 133 MHz. Over-clock yang
bisa dilakukan sebagai berikut.
- Masuk ke dalam BIOS Setup.
- Pilih Menu Option BIOS >> masuk ke menu Processor Speed .
- Ubah kecepatan FSB dari 100 MHz menjadi 133 MHz.
Sekarang, komputer tersebut akan bekerja pada kecepatan 16 x 133 MHz atau
2.123 MHz atau 2.1 GHz. Semudah itukah overclocking? Yups, memang mudah!
Biaya Over-clocking
Berapa biaya yang dibutuhkan untuk melakukan over-clock?
- Over-clock itu bisa dilakukan tanpa biaya! Ini berlaku ketika meningkatkan kecepatan
processor 10% - 20% dari kecepatan sebelumnya karrena uma mengubah settingan
pada BIOS Setup.
- Meningkatkan kecepatan sampai 25% akan mengakibatkan processor cepat panas.
Efeknya, heat sink tidak akan mampu menangani panas yang dihasilkan processor.
Apabila kondisi ini dibiarkan, komputer akan cepat panas dan sering hang. Jadi, untuk
meng-over-clock sampai 25% dibutuhkan heat sink husus yang dilengkapi dengan
sistem pendingin dan kipas yang berkualitas. Tentunya, harga heat sink tergantung
dari model, ukuran dan kualtas yang ditawarkan.
- Meng-over-clock semua perangkat (device ) yang ada (misalnya VGA dan atau
memory) memerlukan biaya yang tidak sedikit. Bisa jadi, biaya yang harus dikeluarkan
sama dengan membeli sebuah komputer baru.
Beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum mulai melakukan over-clocking
processor.
- Processor memiliki batas kecepatan tertentu. Semakin tinggi kecepatannya, panas
yang dihasilkan akan semakin tinggi, akbatnya PC menjadi tidak stabil (cepat hang).
Jadi, seperti yraian sebelumnya, untuk mengatasi panas processor dibutuhkan sistem
pendingin yang mumpuni. Kualiatas heat sink dan kipas processor perlu mendapat
perhatian utama. Jika heat sink dan kipas processor lama di perkirakan tidak mampu
mengatasi panas, sebaiknya segera ganti heat sink dan kipas processor yang
berkualitas.
- Semakin tinggi multyplier sebuah processor, kerja processor semakin tidak stabil.
Contoh kasus
Komputer yang menggunakan processor 2.4 Ghz dengan multyplier 12 x 200 Mhz
bisa dengan mudah di-over-clock menjadi 3 Ghz dengan Bus 250 Mhz (terjadi
peningkatan 25 dan hasilnya lebih stabil). Sekarang, coba bandingkan komputer
yang menggunakan processor 3 Ghz, Bus 200 Mhz, Multplier 15 x 200 Mhz yang
di-over-clock menjadi 3.75 Ghz dengan Bus 250 Mhz (komputer tidak stabil dan
cepat hang).
- Over-voltage power processor atau menambahkan suplay tegangan pada processor
berfungsi menjaga kestabilan komputer. Apabila over-clock yang dilakukan pada
processor masih dalam batas kewajaran, over-voltage tidak perlu dilakukan. Namun,
over-clock yangcukup ekstrim membutuhkan over-voltage. Efek sampingnya,
processor akan cepat panas.
Mengapa over-voltage perlu dilakukan?
Semakin cepat processor bekerja, semakin besar daya atau power yang dibutuhkan.
Menambah power (voltage) processor akan memberikan suplay daya yang cukup agar
processor mampu bekerja di atas kecepatan standard. cara melakukan over-voltage,
masuk ke dalam BIOS Setup >> Pilih Vcore >> Ubah angka atau nilai Vcore .
Tahapan Over-clocking
Tahapan melakukan over-clocking sebagai berikut.
- Kalian harus mengetahui letak atau tempat untuk melakukan reset BIOS. Hal ini
penting dilakukan untuk mereset BIOS ketika komputer terkunci karena melakukan
over-clocking. Selain itu, cara ini bisa dilakukan pada saat komputer tidak dapat
booting secara normal karena pengaturan BIOS yang tidak tepat.
- Sabar, terus mencoba dan tidak takut gagal. Sikap ini penting untuk ditanamkan
pada diri. Sebaiknya, over-clocking dilakukan secara bertahap utnuk mengetahui dan
menganalisis, apakah pengaturan kecepatan yang telah dilakukan berjalan sesuai
keinginan. Apabila over-clocking tidak berhasil, atur kembali BIOS seperti semula.
Adapun Efek Negati dan Efek Positif melakukan Over-clocking sebagai berikut.
Efek Negatif Over-clocking
Walaupun over-clocking bertujuan mendongkrak kinerja komputer, bukan berarti tidak
menimbulkan efek negatif. Efek negatif over-clocking antara lain.
- Processor akan menghasilkan panas yan berlebihan. Efek panas yang berlebihan bisa
di antisipasi dengan penggunaan sistem pendingin yang memiliki kualitas di atas
sistem pendingin standard.
- Kesalahan operasi (perhitungan) clock processor mengakibatkan panas yang
berlebihan dan tidak wajar. Apabila ini terjadi, processor akan rusak atau terbakar
Efek Positif Over-clocking
- Kinerja komputer menjadi lebih cepat "seolah-olah" menggunakan teknologi
processor yang lebih tinggi.
- Cara termurah meningkatkan kecepatan kerja CPU.
- Memodifikasi spesifikasi processor yang tidak ada dipasaran ( hobiss).
Antisipasi Kegagalan Over-clocking
Untuk mengantisipasi dan menghindari efek negatif, kalian perlu mengetahui
penyebab kegagalan over-clocking. Beberapa faktor penyebab yang sering
menyebabkan over-clocking gagal dilakukan sebagai berikut.
- Memory merupakan faktor paling dominan. Apabila over-clock sudah dilakukan,
kecepatan memory harus bisa mengimbangi kecepatan processor. Untuk itu, gunakan
memory khusus yang bisa juga di over-clock. Sebaiknya, gunakan jenis memory di
atas spesifikasi standard.
Penggunan heat sinkstandard dapat menyebabkan processor menjadi cepat panas.
Beberapa model motherboard dan processor memiliki proteksi ketika processor
melewati batas panas.
- Daya yang tidak mencukupi untuk menyuplay tegangan ke processor yang telah di
over-clocking.
- Motherboard tidak di design untuk mendukung di-over-clock.
Semoga bermanfaat dan berhasil hehe hati-hati yah.