14/04/2021
MENJADI TANTANGAN dan ternyata NYAMAN ketika KUAMATI PERASAAN
Hari pertama selesai membaca Al-qur'an langsung ku gas dan menumpahkan rasaku di atas kertas. Warna merah menjadi permulaan proyek ini dan sepertinya juga untuk beberapa hari ke depan. Semoga sesuai dengan harapan, berusaha selaras dengan hukum alam.
Pada spektrum warna "ingat dulu waktu belajar fisika" merah adalah warna pertama dari 7 warna yg ada "me - ji - ku - hi - bi - ni - u". Dari spektrum warna ini menjadi dasar berfikir ku untuk menempatkan warna merah sebagai simbol awal dari "perjalanan kemanusiaan".
Warna merah kita loncati dulu ya... Kita bahas di postingan selanjutnya aja. Di sini Cakwinda ingin cerita tentang proyek seni kecil-kecilan ini.
Mengapa harus "Perjalanan Kemanusiaan" ?
Ya.. seperti pada karya-karya lukisku sebelumnya banyak yang bertemakan perjalanaan, tentunya ini adalah perjalanan pribadi dalam menjalani kehidupan. Pada momentum Ramadhan ini rasanya sayang jika dilewatkan tanpa adanya kesenian. Bagi cakwinda Ramadhan adalah proses tempaan kita untuk menjadi manusia yang berkemanusiaan. Sehingga sangat menarik jika praktik kekaryaanku ini bisa berjalan beriringan dalam ibadah ramadhan.
Menjadi tantangan ketika karya lukis abstrak harus bersanding dengan beragam kebaikan Ramadhan. Bagi orang awan (Non Seni) bisa jadi tidak memahami bagaimana karya seni lukis abstrak bisa bermuatan kebaikan, padahal hanya coretan-coretan tak beraturan.
Apa yang kukaryakan sangat berbeda dengan lukisan realis yang kebanyakan orang cepat faham. Untuk mentransfer rasa kebahagiaan pada lukisan, cakwinda tidak melukis orang yang sedang tertawa atau tersenyum, namun cakwinda harus benar-benar bahagia ketika proses pembuatan lukisan. Membiarkan kebebasan bentuk goresan bergerilia tak punya pikiran, sehingga para penikmat tidak terjebak pada makna bentuk yang diterjemahkankan pikiran dan lebih fokus pada rasa dari perasaan.
Dalam setiap kegiatan ada suasana yang akan mempengaruhi hati kita untuk memproduksi rasa. Rasa apa itu, tentunya akan berbeda-beda di setiap kegiatan. Di bulan Ramadhan banyak kegiatan-kegiatan postif yang bisa kumanfaatkan untuk memproduksi rasa dan mentransfernya dalam bentuk lukisan. Membaca Al-qur’an adalah salah satunya. Kemarin setelah membaca Al-qur’an cakwinda mengamati perasaan, alhamdulillah sungguh terasa nyaman, tenang dan lapang.
Untuk melihat bagaimana hasilnya, silahkan berkunjung di IG atau melalui link
>>> bit.ly/peka-artproject