Warxclo

Warxclo Penyedia Layanan Aplikasi SIMRS, SIM KLINIK, PRAKTEK DOKTER MANDIRI, APOTEK dan LABORATORIUM

Ini merupakan laman StartUp bagi para pecinta batik, e-commerce batik, forum diskusi dan tempat untuk berbagi tips bagaimana merawat batik dengan benar agar awet dan tahan lama.

Sudah make SIMRS namun belum terintegrasi satu sehat? Lalu desperate karena ganti aplikasi berarti migrasi ulang? Ga usa...
15/04/2026

Sudah make SIMRS namun belum terintegrasi satu sehat? Lalu desperate karena ganti aplikasi berarti migrasi ulang? Ga usah, kami ada solusinya, nih https://lynk.id/rme/yvw9g6v6lqeg

20/02/2026

Bagi temen2 yang seringkali tanya terkait demo RME nih linknya https://lynk.id/rme pilih demo RME
27/11/2025

Bagi temen2 yang seringkali tanya terkait demo RME nih linknya https://lynk.id/rme pilih demo RME

Membantu Selesaikan Masalahmu!

16/10/2025

Si gunawan bingung lalu tanya ke si machfud

31/10/2024

Agak laen adalah sebuah fenomena. Film Garapan acho di rumah produksi milik Ernest prakasa dan Dipa ini menyabet jumlah penonton yang luar biasa, 9 juta ++ penonton! Wow! Angka Jutaan dari segi jumlah penonton ini membuktikan bahwa film ini begitu dis**ai. Apakah karena alur cerita? Pemain? Atau lainnya?

Ini adalah tulisan yang gue bikin atas keyakinan gue.

Film agak laen memang fantastis dari segi penonton. Namun kalau ditanya apa yang paling menarik dari film ini? Menurut gue, film ini ringan dan dapat dipahami dan diikuti oleh semua kalangan. Jika mengutip beberapa interview yang dilakukan dari seorang ernest prakasa tentang film ini, dia memang mengatakan bahwa kiblat dari film ini adalah warkop DKI.

Warkop DKI adalah legenda.

Pada masanya, filmnya laris dan selalu meraih jumlah penonton yang cukup masif jika dibandingkan dengan film yang seangkatan mereka. Bahkan hingga saat ini, film-film lawas warkop DKI masih menjadi salah satu tayangan favorit keluarga di TV ketika lebaran tiba.

Itulah ketika karya melampaui zaman.

Sejarahmu adalah karyamu.

Film agak laen tidak berusaha membentuk niche market di awal pemutarannya. Mereka sepertinya masih meraba formulasi yang tepat untuk mengetahui segmentasi market mereka. Maka, dengan cerdasnya, set pasar malam lah yang dipilih. Ini adalah salah satu poin kenapa film ini laku keras di pasaran.

Seperti yang kita ketahui, pasar malam adalah hiburan rakyat yang menjangkau hingga pelosok-pelosok daerah. Mereka ada yang menetap namun ada p**a yang bersifat musiman. Saat ini, pamor pasar malam kalah jauh jika dibandingkan dengan jenis hiburan rakyat lain seperti area permainan anak yang ada di Mall-mall atau tempat bermain anak yang masuknya aja harus memakai kaos kaki. Sementara pasar malam tidak, anda cukup membayar karcis masuk di setiap wahana yang anda kunjungi. Anda akan menemukan jajanan-jajanan tradisional, kembang gula dan lain sebagainya.

Pemilihan area pasar malam ini juga akan mengangkat memori orang-orang yang setidaknya berusia 25 tahun ke atas untuk mengajak bernostalgia dengan insinuasi di pasar malam. Sudah lama sekali mungkin ketika kita dulu pergi ke pasar malam bersama bapak ibu kita. Maka dari itu, dari sisi ini saja, film ini mengangkat dari sisi masyarakat kelas bawah agar relate dengan kehidupan kita sehari-hari. Selain dari sisi pasar malam, hal lainnya juga ikut mendukung dan memahami bahwa itu semua ada di sekeliling kita.

Contohnya saja untuk adegan makan siang bareng antara marlina, yang diperankan oleh Tissa Biani dengan polisi yang berasal dari polsek setempat. Pilihan tempatnya adalah warung makan sederhana. Depot. Bukan resto. Ini juga untuk mendukung insinuasi film ini memang benar-benar merakyat. Lalu pilihan polisinya juga, polsek. Bahkan bukan setingkat polres. Padahal biasanya jika kita perhatikan, jika ada adegan film-film yang melibatkan kepolisian, biasanya berasal dari Polda. Namun di agak laen ini, film ini menyampaikan pesan bahwa Kepolisian juga yang ada di sekitar kita itu dimulai dari polsek. Luar biasa. Detail semacam inipun membutuhkan riset dan pengulangan yang tidak mudah. Acho dan tim kreatifnya (gue ga tau nyebutnya apa) memang luar biasa.

Dan satu hal lagi yang membuat film ini terdongkrak. Sosok ernest prakasa yang menjadi magnet dan sekaligus jaminan film ini bagus. Why?

Ernest Prakasa dikenal sebagai sutradara sukses untuk film dengan genre film drama komedi. Meski pada film kali ini ia tidak menjadi sutradara dan penulis, namun image ini tidak bisa dilepaskan darinya. Sejak Momen Cek Toko Sebelah sukses dipasaran, maka itu seolah jadi jaminan bahwa film jika bergenre drama komedi diusungngnya bakal sukses. Termasuk ketika ia menyutradarai milly mamet, sebuah spin off IP dari Ada Apa Dengan Cinta dan juga film Susah Sinyal. Banyak karya ernest yang sifatnya drama komedi menjadi sukses. Ada kalanya orang tidak ingin berpuas diri dengan apa yang dicapainya. Pun juga ernest prakasa. Ketika ernest memutuskan menulis teka teki tika, maka peminatnya tidak seperti ketika ia menuliskan cerita drama komedi.

Film Agak laen ini menurut keyakinan saya melampaui ekspektasi si pembuatnya. Saya harap kehadiran film selanjutnya dari IP Agak Laen ini bisa mempertahankan performanya. IP agak laen saya yakin bisa berkembang ke arah lain dan menghasilkan film-film yang tidak kalah menghiburnya.

30/10/2024

Bersiap Diri Menghadapi Kesempatan Yang Datang



Gue baru saja rampung dan mendengarkan podcast antara Pangeran Siahaan dan Dery di Channel KasiSolusi. Gue selalu tertarik menonton dan mendegarkan diskusi yang biasanya disitu ada raditya dika, pandji dan pangeran siahaan dalam bidang yang mereka kuasai. Kali ini di podcast tersebut dery mengulik bagaimana pangeran siahaan terjun ke bisnis media yang dia jalani. Dan sejak menit-menit awal ada satu bagian yang gue highlight karena gue s**a banget proses yang dijalani oleh pange, sebutan akrab Pangeran Siahaan.

Jadi konteksnya, pange bercerita bahwa pertama kali dia bekerja di media tersebut sebagai pengisi di live commentary. Yang tidak paham, jadi dalam acara pertandingan sepak bola di TV, pengisi acara dibagi atas 2, komentator yang muncul di bagian awal sebelum permainan di mulai, ketika jeda babak pertama dan ketika di akhir pertandingan. Dan yang kedua adalah komentator saat pertandingan berlangsung. Jadi komentator pertama tadi mendapatkan highlight kamera, tampil dihadapan penonton bola dan disorot oleh berbagai penjuru nusantara yang menyaksikan pertandingan tersebut. Sementara komentator di bagian live commentary tidak mendapatkan sorot apa-apa kecuali suaranya yang didengar sepanjang pertandingan. Dan B**g pange, memulai kariernya sebagai pengisi live commentary tadi.

Gue udah lama menjadi pengikut pangeran siaahaan. Bedroom dialectics juga salah satu inspirator dari keberadaan blog pribadi gue. Rubik about the game di detik adalah rubik yang setiap tulisan pange gue baca. Gue merasa gaya penulisan pange adalah yang terbaik dari semua kolumnis disana. Itu menurut keyakinan gue. Setelah pange berhenti menulis di rubik itu, gue juga menganggap bahwa hub**gan gue dengan detik sudah selesai detik itu juga.

Pange, di dalam podcast bersama derry tadi, bercerita bahwa meski ia bekerja di balik layar, selama setahun penuh, di setiap weekend untuk menonton pertandingan, namun sejatinya ia sudah memiliki tujuan untuk bisa menjadi pengisi acara di depan kamera. Sorot kamera adalah langkah strategis untuk menunjukkan eksistensi diri di bidang jurnalistik. Maka, yang dia lakukan adalah berpenampilan selayaknya pengisi acara yang disorot oleh kamera. Ia menggunakan setelah suit selayaknya pengisi acara, menunjukkan pengetahuan sepakbolanya ketika memberikan live commentary selayaknya seorang expert expert yang sudah menekuni bidang ini puluhan tahun. Ia tahu kesempatan akan datang. Ia cuma perlu bersiap. Dan benar saja, tak lama kemudian ia menjadi pengisi/komentator yang disorot oleh kamera. Dan, well, hanya menunggu satu tahun untuk bisa kesempatan itu kemudian datang.

Itu poinnya temanku.

Bersiap. Setahun.

Gue masih percaya bahwa tidak ada sukses yang tidak disengaja. Semua terencana. Ketidaksengajaan itu hanya soal waktu. Namun kesiapan saat kesempatan datang adalah penentunya.

Lo barangkali memiliki bisnis rumah makan. Berharap banyak pengunjung meski yang lo jual adalah hal sesederhana nasi goreng, yang notabene ada dimana-mana.

Maka yang perlu lo lakukan selain memastikan nasi goreng buatan lo enak, namun semesta di sekeliling lo harus mendukung apa yang lo impikan tercapai.

Penjual nasi goreng gerobakan? Banyak.

Penjual nasi goreng gerobakan yang enak? Juga banyak.

Namun jika lo menyajikan nasi goreng gerobakan yang memiliki hospitality setingkat dengan restoran berbintang: menggunakan penutup mulut ketika memasak, menggunakan sarung tangan ketika memproses dan memiliki setup dagangan yang cukup eye catching dan rapih bukan tidak mungkin lo menciptakan ikatan dengan para penikmat nasi goreng lo. Dan siapa tahu diantara penikmat tadi ada orang yang berkeinginan untuk menginvestasikan asetnya kepada lo. Lo yang sudah terbiasa dengan penjualan yang tersistem, rapih dan higienis akan sangat mudah untuk naik kelas. Karena dari awal lo sudah bersiap untuk seperti itu.

Kita tidak pernah tahu kapan kesempatan kita datang. Yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan diri.

Jika lo tidak siap ketika kesempatan datang, maka yang lo lakuin adalah mengubur impian lo sendiri. Seperti halnya yang disampaikan oleh pange di dalam podcast tersebut. Yang lo butuhkan di dalam setiap pertunjukkan adalah melakukan sebaik mungkin seolah-olah itu adalah kesempatan terakhir dalam hidup lo.

Konklusi dari tulisan gue adalah perkuat personal branding lo. Lo mau dikenal sebagai apa dengan karya yang seperti apa p**a, maka buatlah lompatan kecil untuk mencapai tujuan lo.

29/10/2024

Dalam perbincangan di udara, ada yang menyebut kapasitas ingatan manusia selalu diibaratkan dengan memory card dan atau harddisk yang seringkali ditemui di sekeliling kita. Dan memang begitu fitrahnya, fantasi manusia akan sesuatu yang tidak pernah dilihat seringkali diibaratkan-diibaratkan kepada hal yang paling sering ia temui. Seperti halnya kapasitas ingatan ibarat harddisk hingga hal lain seperti neraka yang panas selalu diibaratkan dalam kondisi di sekeliling api seperi yang lazim kita temui. Padahal keduanya saya meyakini bahwa keduanya berbeda, namun untuk membuat simplikasi kepada hal yang tidak terjangkau, maka hal itu dianggap sebagai pembenaran umum. Manusia memang selalu butuh simbol untuk menyederhanakan cara berpikir.

Sayangnya seringkali sifat yang menempel pada barang tadi juga ikut terbawa kepada proses penyederhanaan tadi. Misalkan sifat dari harddisk atau memory card yang ada kalanya isinya bisa terhapus, itu dianggapnya sebagaimana ketika manusia ‘Lupa’ akan sesuatu. Maka sebagian orang akan menganggapnya sebagai “memori yang terhapus”. Padahal, saya meyakini bahwa ‘Lupa’ bukanlah suatu kondisi di mana memori terhapus, melainkan itu adalah fitur dari sang Pencipta, Allah swt.

Saya meyakini bahwa pikiran manusia tidak terbatas. Bukan karena kemampuannya, melainkan masih belum ada alat ukurnya sejauh mana jalan pikiran manusia berkembang. Peradaban, seiring berjalannya waktu, selalu berubah-ubah. Dan kondisi ini yang memaksa agar manusia bisa selalu berpikir dan terus berpikir mengenai alam dan isinya.

‘Lupa’ , sebagaimana saya menyakininya sebagai fitur, memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Meski beberapa kali kita dibuatnya mengeluh ketika ‘Lupa’ akan sesuatu, namun sejatinya harusnya manusia harus lebih banyak bersyukur tentang adanya fitur ini. Fitur ‘Lupa’ membuat manusia dapat bergerak dan menggerakkan sesuatu dengan urutan sesuai prioritas. Jika seseorang ‘Lupa’ akan dirimu, maka bisa jadi kamu bukan jadi bagian dari prioritas hidupnya. Tidak di nomor manapun.

‘Lupa’ merangsang kita untuk bisa lebih peka terhadap urutan suatu peristiwa. Maka banyak hal yang dilahirkan karena sifat ini menempel secara harfiah terhadap setiap manusia. Misalkan saja, manusia akhirnya memberikan banyak label pada sesuatu yang ada di sekitar. Nama orang, catatan harian, hingga notifikasi di HP dibuat adalah sebuah rangsangan fitur ‘Lupa’ ini. Meski seringkali orang meletakkan ‘Lupa’ ke dalam sisi kekurangan manusia, namun pada dasarnya, ‘Lupa’ menghasilkan banyak sekali karya dan mendorong peradaban manusia agar tetap dinamis.

Manusia bukan robot. Setiap yang ada dipikiran manusia membuncah dan mengundang rasa. Akibat rasa, manusia bergerak. Gerakan manusia mengubah lingkungan. Lingkungan mengubah manusia. Semua terjadi hanya kerena fitur ‘Lupa’ pada otak manusia.

28/10/2024

Boikot Towel!"

"B**g Towel cuma pansos!"

"Jangan dikasi Panggung Buat Towel!"

Dan masih banyak lagi kalimat yang jauh lebih sarkastik dan menunjukkan betapa tidak s**anya orang-orang kepada b**g towel. Namun gue yakin, ada suatu skenario yang tidak sengaja terjadi, namun karena komedi adalah waktu dan tragedi, maka b**g towel pun mengemuka dan menjadi puncak komedi.

Sejatinya, kalau mau adu panas-panasan, info terkait hasil pilpres lalu dan bergab**gnya sejumlah lawan menjadi kawan dalam pengisian komposisi kabinet mendatang, adalah isu yang paling hangat. Namun kita tahu bahawa isu ini cenderung ofensif dan membuat banyak masyarakat terpecah belah. Maka, dengan memberikan panggung atas statemen towel, kita merasa memiliki public enemy yang sama. Public enemy yang menyatukan semua kubu di pilpres lalu. Kira-kira begitu insinuasinya saat ini.

Apa yang ditayangkan di dalam hotroom dan gue baru aja nonton di Youtube, sejatinya sinisme terhadap towel ini terlalu berlebihan, jika tidak ingin disebut menjijikkan. Dia sendiri statemen bahwa timnas jadi lebih baik. Dia juga menyetujui tentang langkah menjemput diaspora atau warga keturunan Indonesia untuk bergab**g dengan Timnas Indonesia adalah langkah yang baik dan brilian. Apalagi, para pemain ini sejatinya memiliki darah garis keturunan langsung dan bermain di benua di mana Sepak Bola sudah sangat mature, industrinya jalan dan sistemnya yang tertata dengan baik. Namun ada satu hal yang menurut gue, pendapat dan kritik dari towel ini yang belum disampaikan dengan baik.

Towel menyampaikan bahwa kesuksesan dari TIMNAS saat ini jangan dikultuskan hanya kepada sebagian kelompok atau individu saja. Dari mulai Federasi, Pemerintah , Pemain, Klub di Dalam dan luar negeri bahkan Masyarakat semua memiliki andil dalam membentuk Timnas yang sekarang jauh lebih baik. Semua pembicara yang hadir di Hotroom juga mengamini hal ini.

Namun towel tetaplah towel.

Ada sedikit missleading ketika ia bilang bahwa kehilangan nathan yang kembali ke klub adalah sebuah tantangan kepada Shin Tae Yong untuk bisa meramu kekuatan tim dengan anggota yang ada. Namun coach justin langsung mencounter dan gue cukup paham cara berpikir kochi, bahwa Piala Asia ini formatnya turnamen. Lo harus punya tim yang punya daya juang dan keinginan untuk menang di setiap laga. Ini bukan liga yang dirunning panjang dimana lo punya skuad yang banyak dengan waktu istirahat yang lama. Jadi sebagai pelatih, adalah hal yang wajar apabila shin tae yong menginginkan komposisi terbaik dari pemain yang dimilikinya saat ini untuk Piala Asia U23.

Ada satu yang gue sesalin kenapa towel tidak langsung menyebutkan bahwa sejatinya, kritik yang ia sampaikan lebih kepada PSSI, jangan sampai sibuk menyiapkan Tim Nasional, Namun liganya dibiarkan begitu saja kualitasnya. Semua yang hadir memahami bahwa cara untuk memberikan paspor bagi para pemain keturunan ini adalah shortcut untuk bisa mengejar ketertinggalan kita dalam dunia sepak bola yang sudah terlampau jauh dari negara-negara di Asia.

Memang pembenahan kepada liga, terutama kepastian turnamen dari mulai kasta tertinggi, hingga kelompok umur harus mulai dipikirkan dan ditata ulang. Gue ingat waktu gue berumur 8-9 tahun ada liga campina yang isinya kompetisi di antar wilayah untuk kelompok umur. Banyak SSB-SSB yang akhirnya menggeliat untuk bisa ikut dalam kompetisi. Karena kompetisi berjalan, pembinaan di level bawahpun terdongkrak naik. Aktivitas pembinaan maupun prinsip-prinsip dasar ekonomi juga bergerak. Kompetisi Sepak bola memang menghidupkan banyak aspek sosial.

Gue berharap towel tetap kritis. Gue harap dia juga mau bersabar dalam menghadapi kondisi yang mungkin bagi dia ini adalah kondisi yang tidak diharapkan. Towel hadir untuk mengisi kekosongan kursi 'oposisi' yang memang sudah lama tidak ada di belahan manapun. Atas nama persatuan, orang-orang banyak menilai towel harus dihabisi di sosmed.

Namun pesan gue buat b**g towel, ikhlas saja apabila memang lo akhrinya jadi public enemy. Ga semua public enemy jelek. Tidak semua antagonis dicap buruk. Mereka bukan orang yang tidak baik. Mereka cuma memainkan peran seharusnya dengan risiko yang seimbang.

B**g Towel, bagaimanapun lo, terima kasih lo udah menyatukan kita semua.

27/10/2024

"Biarin aja, yang waras ngalah..."

Idiom ini adalah idiom yang seringkali kita dengar dari ruang percakapan sosial kita di tengah masyarakat. Idiom ini semula diperuntukkan untuk meredam kebisingan yang terjadi di ruang publik terhadap hal-hal yang sejatinya tidak penting dan tidak memiliki urgensi dalam kehidupan sosial menjadi penting dan menjadi tiba-tiba menyelip menjadi sesuatu yang layak diperdebatkan. Maka untuk menjatuhkan kedudukan lawan sekaligus argumen yang menyertainya, kita akan mengucapkan "ya udah, yang waras ngalah...". Setelah kalimat tersebut diucapkan, maka selesai perkara perdebatan atau adu argumen antar dua kelompok yang sebelumnya memiliki pendirian masing-masing. Idiom sakti ini akan mengangkat mental si pengucap karena secara langsung memberikan label 'tidak waras' pada kelompok yang berseberangan. Sementara kelompok yang berseberangan akan merasakan kemenangan yang hampa. Menang berargumen sih, tapi kan dianggap ga waras.

Sampai suatu saat.....

Kelompok yang kita anggap tidak waras ini adalah kelompok masyarakat yang masif, punya jabatan dan wewenang di lingkungan sosial dan juga menentukan arah dan kedaulatan kehidupan kita ke depan. Akhirnya idiom ini akan jadi masalah. Memang sedari awal idiom ini harusnya tidak boleh bergema di masyarakat. Argumen ini hanya membuat penerimaan terhadap sesuatu yang menurut kita salah menjadi kebenaran mutlak.

Padahal....

Siapapun, bahkan penjahat sekalipun, mereka tahu bahwa hal-hal yang dilakukan oleh dirinya mungkin salah, namun menjadi benar dikarenakan menurut mereka cara yang mereka gunakan adalah yang terbaik.
Maka valid untuk mengatakan bahwa " Baik, Belum Tentu Benar".

=====

Address

Raya Waru Pasean
Pamekasan
69323

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Warxclo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Warxclo:

Share