11/09/2013
Idealnya seorang aparat pemerintah melayani dan mengayomi serta mengarahkan masyarakat, serta mengedepankan rasionalisasi bukan justru emosional dalam setiap tindakan dalam kondisi apapun rasionalitas kiranya menjadi solusi dalam setiap penyelesaian masalah.
Namun beda halnya dengan sekertaris DESA BANA KEC.BONTOCANI KAB.BONE dari beberapa pekan lalu yang melakukan penikaman terhadap salah seorang pemuda (Mahasiswa) yang hampir menewaskan mahasiswa tersebut.
Setelah kejadian tersebut, pihak polsek bontocani pun menahan hanya beberapa hari lantas membiarkan tersangka bebas berkeliaran di halaman polsek bontocani. Adanya indikasi permainan hukum di Kabupaten Bone tersebut tentunya perlu mendapat perhatian yang serius, karena hukum hanya tajam kebawah namun tumpul keatas, Masyarakat pun mulai resah atas tindakan aparat kepolisian yang mulai meringankan tersangka atas kasus tersebut.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka kami dari ALIANSI MAHASISWA BONE KEC. BONTOCANI Menyatakan Sikap:
1. COPOT DAN PENJARAKAN SEKERTARIS DESA BANA KEC. BONTOCANI ATAS TINDAKAN BRUTAL MENIKAM MAHASISWA.
2. MENDESAK KEPADA POLSEK BONTOCANI UNTUK TIDAK MELAKUKAN (BDH) BEBAS DARI HUKUM KEPADA TERSANGKA.
3. MENDESAK PIHAK KEJAKSAAN MELIMPAHKAN KASUS PENIKAMAN MAHASISWA KEPADA PENGADILAN.
http://www.kanal-satu.com/berita-puluhan-mahasiswa-bone-desak-penjarakan-sekdes-bana.html
MAKASSAR, KANAL-SATU.COM—Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Bone yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bone Kecamatan Bontocani, berunjuk rasa dibawah jembatan Fly Over, Selasa (10/9/2013) sore tadi, menuntut copot dan penjarakan Sekdes Bana Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, pelaku penikaman...