Laskar Aswaja Magetan

Laskar Aswaja Magetan Radio Ahlussunnah Wal Jamaah Nahdlatul Ulama Magetan

Nyantri from home, minat?Mari bergabung " PD. mambaul-'Ulum "Syaratnya mudah banget,1. Niat yg kuat ubtuk istiqomah2. Su...
18/07/2020

Nyantri from home, minat?
Mari bergabung " PD. mambaul-'Ulum "

Syaratnya mudah banget,
1. Niat yg kuat ubtuk istiqomah
2. Sudah bisa membaca al-Qur'an
3. Memiliki hp android/laptop
4. Menginstal aplikasi Zoom Meeting
5. Mengisi formulir di sini = https://forms.gle/oxtMsS9sus6vJZA87

Gambaran Umum :
1. Se hari ada lima waktu ngaji yg bisa dipilih
2. Ada tutorial penginstalan dan penggunaan aplikasi Zoom. Meeting, catatan : lebih jernih, jelas dan fokus jika memakai headset/headphone
3. Ada tida tingkatan yang dapat dipilih sesuai usia
4. Referensi/ kitab disediakan UNDUHAN GRATIS
5. Apabila memenuhi kuota 75% keaktifan akan diberi sertifikat
6. Masa registrasi, mulai 1 Dzulhijjah 1441H/ 22 Juli 2020 M sampai dengan tanggal 29 Dzulhijjah 1441H/ 19 Agustus 2020
7. Percobaan dan pelatihan aplikasi Zoom Meeting diklaksanakan pada hari Kamis 20 Agustus 2020, pk. 20.00 wib

Buruan registrasi, kuota terbatas.....
Keterangan lengkap di = www.mambaululum.net

Bismillahirrahmanirrahim, saya berniat untuk mendaftar menjadi santri PD Mamba'ul-'Ulum

27/06/2020

AKAN KAMI POSTING KAIFIYAT SHOLAT MADZHAB SYAFI'I BERSAMBUNG.....
A. BAGIAN 1
Kaifiyat ( Tatacara ) Shalat Dari Takbir Hingga Salam
Berdasarkan madzhab Syafi’i
A. Rakaat Pertama
1. Berdiri Tegap dan Lurus Untuk shalat fardhu kita diwajibkan shalat dalam keadaan berdiri jika masih mampu berdiri. Jika benar-benar tidak mampu berdiri karena sakit yang menyebabkan tidak bisa berdiri maka boleh shalat sambil duduk. Dalilnya adalah hadits riwayat Imam Bukhari:
عن عمران ابن احلصني رضي هللا عنه أن النيب صلى هللا عليه وسلم قال: صل قائما فإن مل تستطع فقاعدا فإن مل تستطع فعلي جنب. رواه البخاري.
Dari sahabat Imran bin al-Hasin radhiyallahu anhu, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: Shalatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka boleh duduk, jika tidak mampu maka boleh berbaring.(HR. Bukhari)
Adapun shalat sunnah maka boleh shalat sambil berdiri dan juga boleh sambil duduk walaupun sebenarnya mampu berdiri. Untuk masalah shalat sunnah boleh sambil duduk walaupun mampu berdiri, Madzhab Syafi’iy menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
عن عمران بن حصني رضي هللا عنهما قال: قال رسول هللا صلى
هللا عليه وسلم: من صلى قائما فهو أفضل ومن صلى قاعدا فله نصف أجر القائم و من صلى انئما فله نصف أجر القاعد. رواه البخاري.
Dari sahabat Imran bin al-Hasin radhiyallahu anhu, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: siapa yang shalat sambil berdiri maka itu lebih afdhal dari pada shalat sambil duduk, dan yang shalat sambil duduk mendapatkan setengah pahala dari shalat yang dilakukan sambil berdiri, dan siapa yang shalat sambil berbaring maka mendapatkan setengah pahalanya orang yang shalat sambil duduk. (HR. Bukhari)
Dalam posisi berdiri sebelum mengucapkan Takbiratul Ihram (Allahu Akbar) kita disunnahkan melafadzkan Niat shalat. Tapi ini hukumnya hanya sunnah, bukan wajib. Seandainya kita tidak melafadzkan Niat shalat ini juga ya tidak apa apa.
==>Berikut bacaan niat sholat 5 waktu lengkap :
a. Niat Sholat Subuh
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Latin: "Usholli Fardlon Shubhi Rok'ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta'aala"
Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala"
b. Niat Sholat Dzuhur
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Latin: "Usholli Fardlon dhuhri Arba'a Rok'aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta'aala"
Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu dhuhur 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala"
c. Niat Sholat
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Latin: "Usholli Fardlol Ashri Arba'a Roka'aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta'aala"
Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu ashar 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala"
d. Niat Sholat Maghrib
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَ
Latin: "Usholli Fardlol Maghribi Tsalaatsa Roka'aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta'aala"
Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu maghrib 3 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala"
e. Niat Sholat Isya
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Latin: "Usholli Fardlol I'syaa-i Arba'a Roka'aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta'aala"
Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu isya 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala"
Niat sholat diatas adalah niat sholat ketika melakukan sholat sendirian. Untuk niat sholat berjamaah ada tambahannya setelah bacaan "Adaa-an".
- Tambahkan bacaan makmuman " مَأْمُوْمًا " ketika jadi makmum.
- Tambahkan bacaan imaman " إِمَامًا " jika jadi imam.
Kamu dapat niatkan sholat yang kamu lakukan hanya karena Allah SWT dan semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT.
( Bersambung, Insya Alloh.......)

KHUTBAH IDUL FITRI 1439 HMENGGAPAI JIWA YANG FITRIOleh : H. Yusron Kholidبسم الله الرحمن الرحيمالله أكبر، الله أكبر، الل...
10/06/2018

KHUTBAH IDUL FITRI 1439 H
MENGGAPAI JIWA YANG FITRI
Oleh : H. Yusron Kholid

بسم الله الرحمن الرحيم

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
الحَمْدُ لِلَّهِ اَّلذِى عَادَ عَلَيْنَا نِعَمَهُ فِى كُلِّ نَفْسٍ وَلَمْحَاتٍ وَأَسْبَغَ عَلَيْنَا ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً فِى اْلجَلْوَاتِ وَاْلخَلْوَاتِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ اَّلذِى امْتَنَّ عَلَيْنَا لِنَشْكُرَهُ بِأَنْوَاعِ الذِّكْرِ وَالطَّاعَاتِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلأَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ وَسَائِرِ اْلبَرِيَّاتِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ اْلفَضْلِ وَاْلكَمَالِ.
اللهُ أَكْبَرُ أَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا اْلحَاضِرُوْنَ!اِعْلَمُوْا, أَنَّ هَذَا يَوْمُ اْلعِيْدِ. هَذَا يَوْمُ اْلَفرَحِ. فَرَحَ اْلمُسْلِمُوْنَ لِتَوْفِيْقِ اللهِ إِيَّاهُمْ بِاسْتِكْمَالِ بَلاَءِ رَبِّهِمْ بِفَرْضِ الصِّيَامِ مَعَ التَّرْوِيْحَاتِ فَرَحَ اْلمُسْلِمُوْنَ بِوَعْدِ رَبِّهِمْ بِغُفْرَانِ مَا اجْتَرَحُوْا مِنَ السَّيِّئَاتِ وَاسْتِحْلاَلِ بَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ فِى اْلحُقُوْقِ وِاْلوَاجِبَاتِ.
إِخْوَانِى اْلكِرَامِ! فِى هَذَا اْليَوْمِ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْنَا الصِّيَامَ بَعْدَ أَنْ فَرَضَهُ عَلَيْنَا جَمِيْعَ الشَّهْرِ وَأَخْبَرَ أنَّهُ فَرَضَهُ لِنَكُوْنَ مِنَ اْلمُتَّقِيْنَ. فَيَنْبَغِى لَنَا أَنْ نَبْعَثَ فِى أَنْفُسِنِا بِارْتِقَائِهَا عَلَى مَرَاتِبِ التَّقْوَى وَنَهْتَمُّ بِدِيْنِ رَبِّنَا حَتَّى نَنَالَ مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا, فَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ التَّقْوَى,فَقَدْ فَـازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Ma'asyiral muslimin wal muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Adalah sebuah keniscayaan bagi kita untuk senantiasa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan "Alhamdulillahirabbil Alamin" karena kita telah dilimpahi berbagai macam kenikmatan yang tidak bisa kita hitung jenis dan jumlahnya satu persatu. Mudah-mudahan kenikmatan yang selalu kita syukuri ini akan senantiasa ditambah oleh Allah SWT dan kita digolongkan menjadi kaum yang pandai bersyukur. Amin ya Rabbal Alamin.
Oleh sebab itu, dari mimbar yang mulia ini, saya mengajak diri saya dan jamaah sekalian, marilah kita jaga dan kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kepada Alloh, denggan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, dengan melaksakan perintahperintah Allohs serta menjauhi segala apa yang dilarang sebagai bekal hidup di akherat kelak, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal menuju akherat hanyalah iman dan takwa tersebut.

Dan juga sebagai Ummat Nabi Akhiruz Zaman Nabi Muhammad SAW, sudah seharusnya kita senantiasa menyampaikan shalawat dan salam kepada beliau, agar kita tersambung secara ruhaniyah dengan beliau dan termasuk umat yang selamat dunia akherat. Seraya selalu berharap, semoga kita mendapatkan syafa’atnya kelak. Amin.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ma'asyiral muslimin wal muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Pada saat ini kita bersama-sama merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Kita sudah sampai pada hari dimana kita kembali fitri dan kita bisa menunaikan shalat Id bersama dengan keluarga tercinta ditempat yang mulia ini. Hari ini adalah hari kemenangan bagi insan beriman yang menjalankan Ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh. Hari ini adalah hari dimana orang beriman yang berpuasa satu bulan penuh dikembalikan kepada fitrahnya, kepada kesuciannya laksana bayi yang baru terlahir kembali ke dunia.

Hal ini sesuai dengan yang ditegaskan oleh Nabi Kuhammad SAW dalam Haditnya:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan atas dasar keimanan dan dilaksanakan dengan perhitungan, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lewat".

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Perjuangan di Bulan Ramadhan adalah sebuah perjuangan keimanan. Iman kita diuji apakah lebih berat mengikuti ajakan setan untuk tidak berpuasa dengan menahan lapar dan dahaga ataukah mengikuti perintah Allah SWT untuk mendapatkan predikat orang-orang yang bertaqwa.

Maka hadiah yang dikaruniakan Alloh kepada kita adalah dikembalikannya kita kedalam kondisi fitrah, seperti saat kita dilahirkan oleh ibu kita.
Sebagaimana sabda Rasul SAW.:
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، حَتَّى يُعْرِبَ عَنْهُ لِسَانُهُ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“ setaip bayi yang dilahirkan itu dalam keadaan suci/fitrah, maka kedua orangtuanyalah yang membuatnya menjadi yahudi, nasrani atau majusi “ ( HR. Baihaqy dan Thobroni )
Seharusnya kita perkokoh sifat-sifat fitrah dengan ketaqwaan yang sempurna

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Konfisi itrah itu digapai karena setelah menuntaskan puasa Ramadhan beserta ibadah yang mengikutinya, kita dinilai Alloh telah mencapai derajat takwa – yang menjadi tujuan utama dari puasa Ramadhan -.
Maka untuk memahami kondisi fitrah itu, seorang muttaqin harus memahami, menghayati dan mempedomani ciriciti dan sifat-sifat orang yang bertakwa, sebagaimana yang telah dijelaskan Alloh dalam surah Ali Imron ayat 133-134
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dari ayat tersebut jelaslah bahwa sifat orang muttaqin itu ada 4

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
1. menafkahkan rizkinya di jalan Allah SWT dalam keadaan lapang maupun sempit. Atau terbebas dari sifat “ hubbud-dun-ya “ ( cinta dunia )
Berinfak di waktu lapang maupun sempit dapat dijelaskan; jika kita memiliki uang sepuluh ribu rupiah lalu kita infaqkan paling tidak 1000 rupiah, dan jika hanya memiliki seribu rupiah maka kitapun tetap infaqkan seratus rupiah.
Allah SWT (atas kehendakNya) menjauhkan mereka dari kesulitan (bala’) kehidupan lantaran kebajikan yang mereka perbuat ini yakni “ s**a berinfak “. Lebih dari itu, seseorang yang s**a menolong orang lain tidak akan mengambil atau memakan harta orang lain, malahan ia lebih s**a berbuat kebaikan bagi sesamanya. ‘Aisyah RA ( istri Nabi SAW ) pernah menginfaqkan sebutir anggur karena pada waktu itu ia tidak memiliki apa-apa lagi. Dalam hal ini. Nabi Muhammad SAW bersabda:
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
“Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma”. ( Hadits Shahih, Riwayat Bukhari dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami’ no. 114)
Syaikh as-Sa’di berkata tentang infaq dalam ayat di atas : Yaitu pada saat keadaan mereka sedang sulit atau keadaan mereka sedang lapang. Bila mereka lapang maka mereka (orang yang takwa ini) akan berinfak lebih banyak. Apabila mereka sedang kesulitan mereka tidak menganggap remeh suatu kebaikan walaupun hanya (berinfak) sedikit (Tafsir Karimur Rahman)
Orang yang dalam keadaan sempit, dia bersedekah sedikit, namun nilainya disisi Allah bisa jadi lebih besar dari orang yang dalam keadaan lapang dan memiliki harta melimpah,karena dia bersedekah dalam jumlah yang banyak dari rizki sedikit yang ia miliki. Itulah keadilan Allah.
Rasulullah bersabda yang artinya :
” Satu dirham mengungguli seratus ribu dirham. Seorang bertanya : Bagaimana itu wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : Seseorang mempunyai harta yang melimpah lalu dia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham dan menyedekahkannya, dan seseorang yang lain hanya memilik dua dirham, dia mengambil satu dirham lalu mensedekahkannya” (H.R Imam an Nasa-i, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam shahihnya).

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,
ciri orang yang bertakwa selanjutnya adalah :
2. Mengendalikan emosi atau amarah.
Yakni kemampuan mengendalikan dan mengarahkan emosinya kepada hal-hal yang poisitif dan terhindar dari dampak negatif yakni rusaknya tatanan hubungandan sendi kehidupan bermasyarakat dengan sesama manusia, dan yang paling parah adalah putusnya silaturrahmi yang dapat membuntu sumber rezeki serta memperpendek usia.
Seharusnya orang yang bertakwa itu mampu meredam emosinya, sehingga sikap yang terlahir menjadi tenang dan tetap bijak dalam menghadapi berbagai situasi dan keadaan yang terjadi pada diri maupun lingkungannya, dengan begitu maka sebesar apapun problematika yang dihadapi akan terurai dengan baik dan penuh keberkahan, karena runyamnya tatanan sosial itu seringkali diawali dengan sikap emosional yang tidak terkendali dan tidak proporsional.
jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah
ciri yang ke :
3. S**a memaafkan kesalahan orang lain dengan sepenuh hati.
Memaafkan (al-‘afwu) berarti al-mahwu, menghapus. Allah itu al-‘afuww, Maha Memaafkan kesalahan hamba-Nya. Itu berarti Allah menghapus kesalahan yang telah diperbuat oleh hambanya tersebut.

Seorang anak yang menulis sebuah kalimat yang salah di buku tulisnya, ia akan menghapusnya hingga tak terbaca lagi. Bila kalimat yang salah masih bisa dibaca itu artinya sang anak tak menghapusnya dengan benar.

Demikianlah orang yang bertakwa yang memaafkan kesalahan orang lain. Ia akan menghapus kesalahan tersebut hingga tak akan ia baca lagi. Ia tak akan mengungkit-ungkit kesalahan tersebut baik kepada pelakunya maupun dengan menceritakannyanya kepada orang lain. Baginya kesalahan itu adalah masa lalu.
Bila seorang yang memaafkan masih saja membicarakan dan mengungkit kesalahannya, mungkin saja ia tak benar-benar menghapusnya, dan tidak dengan tulus benar-benar memaafkannya.

Memang berat memaafkan kesalahan orang lain yang nyata-nyata diarahkan kepada kita, namun dengan memaafkan itulah sesungguhnya kita telah meringankan beban hidup kita dan melapangkan hati dan rasa hidup kita. Betapa orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain akan terus terbebani pikiran dan perasaannya oleh kesalahan itu, padahal disisi lain, ia menginginkan hidup yang tenang dan lapang, maka hal ini sungguh ironis, padahal manusia itu seringkali alpa dan terjerumus kepada suatu kesalahan, di sisi lain, Alloh memiliki sifat Ghofuur yang artinya Maha Mengampuni atau Maha Memaafkan. Maka orang yang takwa pastilah mendapat percikan cahaya Ghofurnya Alloh, hingga ia menjadi pemaaf.
Memaafkan orang lain akan mendapatkan pahala yang besar di Hari Pembalasan kelak. Dalam hal iniNabi Muhammad SAW bersabda, “Allah SWT akan memberikan pengumuman di Hari Pembalasan, barang siapa yang memiliki hak atas Allah SWT agar berdiri sekarang. Pada saat itu berdirilah orang-orang yang memaafkan orang-orang kejam yang menganiaya mereka. Nabi Muhammad SAW juga bersabda, “Barang siapa berharap mendapatkan istana yang megah di surga dan berada di tingkatan yang tinggi dari surga, hendaknya mereka mengerjakan hal berikut ini:
• Memaafkan orang-orang yang berbuat aniaya kepada mereka.
• Memberi hadiah kepada orang yang tidak pernah memberi hadiah kepada mereka.
• Jangan menghindari pertemuan dengan orang-orang yang dengan sengaja memutuskan hubungan dengan mereka.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,
Ciri orang yang bertakwa ke :
4. Bersikap baik terhadap sesama manusia.
Ketika Imam Baihaqi RA menjelaskan ayat ini, ia mengisahkan sebuah peristiwa. Beliau mengkisahkan, “Suatu saat Ali bin Hussain RA sedang berwudhu dan pelayannya yang menuangkan air ke tangannya menggunakan bejana. Bejana terlepas dari pegangan pelayan itu dan jatuh mengenai Ali. Sang pelayan menangkap kekecewaan di wajah Ali. Dengan cerdiknya sang pelayan membaca ayat diatas kata demi kata. Ketika sampai pada kalimat ‘orang yang taqwa mengendalikan amarahnya’ Ali RA menelan amarahnya. Ketika sampai pada ‘mereka memaafkan orang lain’ Ali RA berkata, “Aku memaafkanmu” Dan ketika dibacakan bahwa Allah SWT mencintai mereka yang bersikap baik kepada orang yang melakukan kesalahan, Ali memerdekakannya.
Jadi berbuat baik itu bukan hanya dengan membalas kebaikan orang lain, namun kebaikan adalah yang tumbuh dalam dirinya untuk dilakukan kepada orang lain dengan tulus.
jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah
Sifat orang yang bertakwa lainnya, sebagaimana firman Allah didalam Surat Ali’Imran Ayat 135 dan 136, yakni:
Ketika mereka (orang-orang beriman) itu terlanjur berbuat jahat atau aniaya, mereka ingat kepada Allah dan memohon ampun atas dosa-dosa mereka, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Allah. Dan mereka tidak tetap berbuat aniaya ketika mereka mengetahui.
Demikianlah ciri-ciri orang yang bertakwa yang harus kita pertahankan dan kembangkan agar kita mendapatkan AMPUNAN dari Alloh dan dapat menghuni SURGA-Nya

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Di akhir khutbah ini marilah kita renungkan ulasan Imam Ghozali tentang hidup di dunia ini.
Abu Hamid bin Muhammad Al Ghozali dalam Ihya Ulumuddin melukiskan para penghuni kehidupan dunia ini laksana seorang pelaut yang sedang mengarungi samudera, satu tarikan nafas bagaikan satu rengkuhan dayung, cepat atau lambat biduk yang ditumpangi akan mengantarkannya ke pantai tujuan. Dalam perjalanan itu, setiap nahkoda berada di antara dua kecemasan, antara mengingat perjalanan yang sudah di lewati dengan rintangan angin dan gelombang yang menerjang dan antara menatap sisa-sisa perjalanannya yang masih panjang di mana ujung rimbanya belum tentu dapat mencapai keselamatan.

Tamsil tentang kehidupan ini hendaknya mengingatkan, agar kita senantiasa berupaya memanfaatkan umur yang kita miliki dengan sebaik-baiknya, usia yang masing-masing kita miliki pasti masih akan tetap menghadapi tantangan, ujian dan selera kehidupan yang menggoda, karenanya kita harus tetap mawas diri dan tidak terbuai dengan nafsu angkara murka yang suatu saat dapat menjerumuskan kita dalam limbah kenistaan, kita pergunakan kesempatan dan sisa umur yang kita tidak pernah tahu kapan akan berakhir ini untuk memperbanyak bekal dan amal shaleh guna meraih keselamatan dan kebahagiaan hidup, baik di alam dunia yang fana ini, maupun di alam akhirat yang kelal abadi.

Suatu saat Lukman Al Hakim, seorang shalih yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an pernah menyampaikan taushiyah kepada putranya:

َيا بُنَيَّ ! إنَّ الدُنْيَا بَحْرٌ عَمِيْقٌ وَقَدْ غَرَقَ فِيْهَا أُنَاسٌ كَثِيْرٌ ، فَاجْعَلْ سَفِيْنَتَكَ فِيْهَا تَقْوَى اللهِ وَحَشْوُهَا الإيْمَانُ وَشَرَاعُهَا التَّوَكَّلُ عَلىَ اللهِ لَعَلَّكَ تَنْجُوْ.

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Demikianlah Khutbah Idul Fitri kali ini. Semoga dapat memberikan kemanfaatan bagi kita semua dan marilah kita berdo'a semoga ibadah kita selama ini khususnya di Bulan Ramadhan tahun ini diterima Allah SWT. Dan kita termasuk hamba Alloh yang kembali kepada kesucian dan menjadi hamba yang sukses, aamiin yaa mujiibas-saa-iliin

بارك الله لي ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم بفهمه إنه هو البر الرحيم

Khutbah II

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
الحمد لله الذى أفاض نعمه علينا وأعظم. وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها, أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له. أسبغ نعمه علينا ظاهرها وباطنها وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. رسول اصطفاه على جميع البريات. ملكهاوإنسها وجنّها. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه أهل الكمال فى بقاع الأرض بَدْوِهَا وَقُرَاهَا.
الله أكبر أما بعد: إخوانى الكرام! استعدوا لجواب ربكم متى تخشع لذكر الله متى نعمل بكتاب الله ؟ قال تعالى ياأيها الذين أمنوا استجيبوا لله ولرسوله إذا دعاكم لما يحييكم واعلموا أن الله يحول بين المرء وقلبه وأنه إليه تخشرون, فاتَّقواالله حقّ تُقُاتِهِ ولاتموتنَّ إلاَّ وأنتم مسلمون..
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد. كما صليت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم, وبارك على محمد وعلى أل محمد, كماباركت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات. إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضى الحاجات. اللهم وفقنا لعمل صالح يبقى نفعه على ممر الدهور. وجنبنا من النواهى وأعمال هى تبور. اللهم أصلح ولاة أمورنا. وبارك لنا فى علومنا وأعمالنا. اللهم ألف بين قلوبنا وأصلح ذات بيننا. اللهم اجعلنا نعظم شكرك. ونتبع ذكرك ووصيتك. ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار. ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب.
عباد الله! إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر. يعدكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروا على نعمه يزد كم. ولذكر الله أكبر, والله يعلم ما تصنعون

Untuk do'a-doa kita, monggo singgah di sini =
25/05/2018

Untuk do'a-doa kita, monggo singgah di sini =

Khidmah Aswaja NU Center Magetan

19/05/2017

KHUTBAH JUMU’AH : MENYONGSONG RAMADHAN
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وحده لاشريك له, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيّدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.أما بعد
فَيَـا عِبَادَاللهِ: أُوْصِيْنِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ, فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّفَى وَقَدْ خَابَ مَنْ أَبَى وَ عَصَى,
Hadirin Sidang Jumuah Rahimakumulloh….
Puji syukur, kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah mencurahkan nikmat karunia-Nya yang tiada terhingga dan tiada pernah putus sepanjang zaman kepada makhlukNya, baik berupa kesehatan, rezeki, kesempatan sehingga saat ini kita dapat hadir bersama dalam majelis yang Insya Allah dimuliahkan-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu Allah curahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw., beserta keluarganya, para sahabat serta kita dan para pengikutnya sampai akhir zaman. Kaum Muslimin rahimakumullah.. . Marilah kita selalu meningkatkan taqwa kepada Allah Swt. Kita berusaha untuk meningkatkan taqwa dalam arti yang sebenar-benarnya dan selurus-lurusnya. Menjalankan secara ikhlas seluruh perintah Allah Swt., kemudian menjauhi segenap larangan-larangan Nya. Marilah kita lebur hati dan jasad kita kedalam lautan Taqwa yang luasnya tiada bertepi. Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. Sebab, hanya dengan Taqwa … InsyaAllah … kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti dan kebahagiaan hidup di dunia fana ini,; dan janganlah kita mati sebelum benar-benar dalam keadaan muslim.
Mari kita mohon kepada Allah, Dzat Yang Maha Agung, semoga menjadikan kita termasuk orang-orang yang apabila mendapatkan rizqi bersyukur, apabila mendapatkan cobaan bersabar dan apabila melakukan dosa atau kesalahan mau meminta ampunan.
Kaum Muslimin, Sidang Jumuah Rahimakumulloh
Ramadhan telah/akan tiba, dan ini merupakan suatu momentum yang sangat tepat bagi kita kaum muslimin untuk menyamakan persepsi agar kita ditunjukkan jalan yang benar, yaitu jalan dimana para pejuang kebenaran diberikan kejayaan atas orang-orang pembuat kerusakan.
Datangnya bulan Romadhan. Sudah sewajarnya kita sambut dengan s**a cita;Karena demikian banyak kelebihan dan barokah yang dijanjikan Allah Swt. yang akan diberikan kepada orang yang berpuasa. Dulu para sahabat dan tabi’in senantiasa memanjatkan do’a agar di pertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. “Ya Allah sampaikan kami kepada bulan Ramadhan berikutnya”. Kitapun seyogianya memanjatkan do`a yang sama yaitu : “Ya Allah sampaikan kami kepada bulan Ramadhan berikutnya”.
Namun dipertemukannya kita dengan Ramadhan, belum cukup sempurna untuk mendapatkan berkah kemuliaannya, kecuali jika kita mau menoleh kebelakang, mengevaluasi puasa dan raihan kita pada tahun yang lalu, untuk kemudian kita perbaiki dan kita tingkatkan agar menjadi lebih baik dan lebih sempurna, sebagaimana firman Alloh dalam surah al-Hasyr ; 18
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok.

Hadirin Sidang Jumuah Rahimakumulloh….Kita evaluasi bagaimana keaktifan kita dalam menggunakan momen Ramadhan secara maksimal, seperti berapa kali kita absen tidak melaksanakan qiyam lail/ trawih, berapa kali kita khatam membaca al-Qur’an, berapa banyak dan seringnya kita memberikan ifthorus-shoim dan lain sebagainya, dan hal itu kita jadikan sebagai pijakan menata program kegiatan ibadah di bulan Ramadhan tahun ini, karena kita tidak tahu, apakah kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan tahun depan, dan tahun depannya lagi…..Alloh Yang Maha Tahu
Untuk itu, marilah kita persiapkan diri secar maksimal dalam menyongsong dan mengisi bulan ramadhan tahun 1438 ini. Menyangkut : persiapan batin, persiapan jasmani, persiapan tsaqofiyah atau ilmu dan persiapan maaliyah atau materi.
Hadirin Sidang Jumuah Rahimakumulloh
Keutamaan Ramadhan. bisa dilihat dari turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan. Ini merupakan tanda yang cukup jelas betapa mulianya bulan ini, karena Al-Qur’an adalah Kalamullah yang diturunkan untuk menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia.
Allah berfirman dalam surah al-Baqarah 185 yang artinya “Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana diturunkan al-Qur’an di dalamnya untuk menjadi petunjuk bagi manusia, dan tanda-tanda dari petunjuk dan pembeda (dari yang benar dan batil)”. Untuk itulah Allah mewajibkan orang beriman yaitu kaum muslimin untuk memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya dengan melaksanakan puasa sebagai realisasi rasa syukur kita kepada Allah atas ni’mat bulan Ramadhan.
Ramadhan merupakan bulan puasa, bulan mendirikan sholat, bulan memperbanyak membaca al-Qur’an, bulan yang penuh rahmat, maghfiroh dan pembebasan dari api neraka, bulan dimana segala amal kebajikan dilipatgandakan dan amal keburukan dan maksiat dimaafkan, bulan segala do’a dikabulkan, dan derajatnya ditinggikan.
Allah mewajibkan puasa ini agar kita bisa bertaqwa dengan sesungguhnya, sebagaimana firman Allah dalam surah al-Baqarah : 183 “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu melaksanakan puasa sebagaimana yang diwajibkan atas kaum sebelummu, agar kamu bertaqwa”.
Taqwa adalah buah yang diharapkan mampu di hasilkan oleh puasa. Buah tersebut akan menjadi bekal orang beriman dan periasai baginya agar tidak terjatuh dalam jurang kemaksyiatan.
Seorang ulama sufi pernah berkata tentang pengaruh taqwa bagi kehidupan seorang muslim; “Dengan bertaqwa, para kekasih Allah bisa terlindungi dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut kepada Allah sehingga menyebabkannya senantiasa terjaga di malam hari untuk beribadah, lebih s**a menahan kesusahan dari pada mencari hiburan, rela merasakan lapar dan haus, merasa dekat dengan ajal sehingga mendorongnya untuk memperbanyak amal kebajikan. Taqwa merupakan kombinasi kebijakan dan pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan perbuatan”.
Di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah seperti yang dijelaskan Rasulullah s.a.w. : “Ketika datang malam pertama dari bulan Ramadhan seluruh syaithan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup , tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu sorga dibuka hingga tidak ada satupun pintu yang tertutup. Lalu tiap malam datang seorang yang menyeru; “Wahai orang yang mencari kebaikan kemarilah; wahai orang yang mencari keburukan menyingkilah. Hanya Allah lah yang bisa menyelamatkan dari api neraka”. (H.R.Tirmidzi.)
Dalam riwayat Bukhari dari Abu Hurairoh RA berkata: berkata Rasulullah SAW: “Ketika telah masuk bulan Ramadhan maka dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka jahannam, dan dibeleggu semua syaithan”. Dalam Riwayat Bukhari yang lain; “ketika telah tiba bulan Ramadhan maka di bukakan pinti-pintu sorga”.
Jadi di dalam bulan yang suci ini Allah menjauhkan semua penyebab kehancuran dan kemaksiatan, syaitan diikat dan dibelenggu, hingga tidak kuasa untuk membujuk manusia melakukan kemaksiatan yang keji dan terlarang, karena manusia sibuk melakukan ibadah, mengekang hawa nafsu mereka dengan beribadah, berdzikir dan membaca al-Qur’an.
Ini sekaligus penggugah hamba beriman bahwa tidak ada alasan lagi untuk meninggalkan ibadah dan taat kepada Allah ataupun melakukan maksiat karena sumber utama penyebab kemaksiatan, yaitu syetan telah dibelenggu. Mari kita bertekad untuk berbuat semaksimal mungkin dalam Ramadhan ini.
Ditutupnya pintu neraka mempunyai arti bahwa setiap hamba hendaknya tidak lagi melakukan perkara yang munkar dan mengekang diri dari menuruti hawa nafsunya, karena neraka sebagai tempat pembalasannya sedang ditutup. Pintu neraka ditutup semata untuk menghukum syaithan dan saat itulah selayaknya kemaksiatan berkurang dan sirna lalu digantikan dengan perbuatan mulia dan kebajikan.
Sementara dibukanya pintu-pintu sorga mengisyaratkan terhamparnya kesempatan seluas-luasnya untuk meraih sorga dalam bulan Ramadhan. Iyadl berkata: ini merupakan tanda bagi para malaikat bahwa bulan yang istimewa telah tiba agar mereka menghormatinya dan menghadang syetan dari pekerjaannya mengganggu orang mu’min.
Bisa juga itu mengisyaratkan banyaknya pahala dan ampunan yang diturunkan Allah agar mereka yang mengharapkannya berlomba-lomba meningkatkan amal ibadahnya dan agar mereka yang memimpikannya semakin berusaha mendapatkannya.
Bisa juga maksud dibukanya pintu sorga adalah terbukanya kesempatan bagi hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketaatan, dengan terbukanya semua jalan kataatan dan tertutupnya jalan-jalan syetan.
Adapun maksud terbukanya pintu-pintu langit adalah kata kiasan bagi turunnya rahmat Allah dan terbukanya tirai penutup bagi amal-amal hamba, di satu pihak karena taufiq Allah dan di lain pihak karena semua amal akan diterima Allah pada bulan tersebut.
Taibi berkata : Malaikat diperintahkan memintakan rahmat kepada Allah untuk hambanya yang berpuasa dan agar mereka mendapatkan derajat yang mulia. Maka sangat beruntunglah bagi mereka yang mau memanfaatkan kesempatan tersebut, dan mudah-mudahan menjadi salah satu dari mereka yang dimuliakan dan diselamatkan dari api neraka di bulan suci tersebut. Sesungguhnya Allah membebaskan hamba-Nya dari siksa neraka karena beberapa amal : ada yang karena mentauhidkan Allah, ada yang karena sholat dan zakat, dan pembebasan pada bulan Ramadhan adalah karena puasa dan barakah yang terkandung di dalamnya, dengan banyaknya dzikir dan taubat yang di lakukan dalam bulan suci itu. Nabi Muhammad s.a.w. telah menceritakan dari tuhannya (Allah).; “Barang siapa berpuasa di bulan suci itu dengan beriman dan mengharap pahala dari sisi Allah maka diampuni segala dosa yang telah ia lakukan” dan barang siapa menghidupkan malam lailatul qadar dengan beriman dan bertulus hati maka diampunilah dosa yang telah ia lakukan. Berpuasa disertai dengan ketulusan niyat dan ikhlas akan mengantarkan hamba mendapatkan ampunan dan mendatangkan rahmat dan keridloan dari Allah.
Inilah kesempatan yang terbuka bagi orang beriman BAGI KITA SEMUA agar berlomba-lomba dalam beramal kebajikan dan meninggalkan kemungkaran.
Mari kita bertekad untuk berbuat semaksimal mungkin dalam Ramadhan ini dan
meluruskan niat kita untuk berpuasa dan untuk melaksanakan segala perintah Allah, segala amal kebaikan dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah. Rasulullah Saw. Bersabda : Innamal `a`malu bin niat maksudnya Sesungguhnya amal itu tergantung dari pada niat. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi
Demikianlah yang dapat kami sampaikan, mohon maaf atas segala kehilafan dan kekurangan.
semoga Allah memelihara iman kita yang sudah tertanam sejak lahir. Semoga Allah berikan kepada kita kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini dan dapat menyelesaikan Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya, sebelum Allah panggil kita untuk menghadap-kepada Nya. Semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi ,bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia ini. Aamiin...Allahumma amin.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بهدي سيد المرسلين. أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم

Address

Magetan
63311

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Laskar Aswaja Magetan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share