16/04/2026
Oknum ASN dan Pemuda Digerebek di Toilet Masjid, Diduga Berbuat Mesum SUMBAR - Sebuah video penggerebekan sepasang pria di dalam toilet sebuah masjid viral di media sosial. Kejadian yang mengejutkan warga ini melibatkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berseragam dinas lengkap dengan seorang pemuda. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah anggota kepolisian dan warga mendatangi salah satu bilik toilet masjid. Setelah dipaksa keluar, muncul seorang pria paruh baya mengenakan seragam dinas cokelat (PNS) bersama seorang pemuda berbaju hitam. Kecurigaan warga bermula saat melihat kedua pria tersebut masuk ke dalam satu bilik toilet yang sama dalam waktu yang cukup lama. Warga yang merasa curiga kemudian melapor ke pihak kepolisian setempat yang sedang berpatroli. Saat pintu toilet dibuka paksa, keduanya tampak panik. Petugas bahkan meminta mereka untuk membenahi pakaian dan keluar untuk dimintai keterangan.
Seorang guru ASN pria berinisial S (58) di Padang, Sumatera Barat, digerebek warga dan polisi saat berduaan dengan pemuda berinisial LVSZ (18) di toilet masjid, Kelurahan Teluk Kabung Utara, Senin (15/12/2025). Oknum ASN tersebut langsung dipecat oleh Dinas Pendidikan Sumbar setelah video penggerebekannya viral.
Berikut detail kasus penggerebekan tersebut:
Waktu & Lokasi: Kejadian berlangsung Senin, 15 Desember 2025, sekitar pukul 10:45 WIB di toilet Masjid Sarif Cindakir, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.
Identitas Pelaku: Pelaku adalah SR (58), seorang guru SMA negeri, bersama seorang pria muda berinisial LVSZ (18).
Kronologi: Warga yang curiga karena melihat kedua pria masuk ke satu bilik toilet dalam waktu lama melaporkannya ke polisi yang sedang berpatroli. Saat dipaksa keluar, keduanya tampak panik, dengan oknum ASN masih mengenakan seragam dinas cokelat.
Tindakan Tegas: Dinas Pendidikan Sumatera Barat mengambil tindakan cepat dengan memecat oknum guru tersebut karena mencoreng marwah dunia pendidikan. Saat ini, pelaku diamankan pihak berwenang untuk penyidikan lebih lanjut.
Penggerebekan ini memicu kemarahan warga karena pelaku melakukan tindakan tidak wajar di lingkungan rumah ibadah.