Aturusaha

Aturusaha Aturusaha aplikasi satu pintu untuk UMKM terdiri dari: Internal manajemen system UMKM, Pendampingan, Pendanaan Usaha & Pasar UMKM. Pages resmi aturusaha

23/06/2025

*Pre Order Tingkatkan Omset: Peluang Emas Bagi Pelaku UKM!*
📆 Periode Analisa: 1–31 Mei 2025

Berdasarkan data preorder yang masuk selama bulan Mei 2025, tercatat total 20 transaksi dengan omset mencapai Rp *103.690.000*, tersebar dari dua segmen utama: *Customer Baru* dan *Customer Lama*.

🔍 Apa yang Bisa Dipelajari Pelaku UKM dari Data Ini?
1. *Customer Baru* Berkontribusi Lebih Besar (71,49%)
Data menunjukkan bahwa 74 juta rupiah (71,49%) omset berasal dari *customer baru*.

Ini menandakan efektivitas strategi akuisisi pelanggan baru, baik dari iklan digital, promosi, maupun campaign online yang dijalankan.

➡️ *Insight:* Investasi pada iklan dan promosi untuk menjaring customer baru terbukti efektif meningkatkan omset. Jangan ragu alokasikan budget marketing ke platform digital dan referral.

2. *Kategori "Selamatan" dan "Rapat" Dominan*
Selamatan menyumbang Rp 33,5 juta (kontribusi terbesar).

Diikuti kategori Rapat dengan omset Rp 24,9 juta.

➡️ *Insight:* Produk untuk kebutuhan acara seperti selamatan dan rapat sangat potensial. Pelaku UKM dapat menyusun paket-paket khusus untuk momen ini dengan branding yang kuat dan penawaran menarik.

3. *Customer Lama Butuh Aktivasi Ulang*
Kontribusi dari customer lama hanya 28,51%, yang artinya potensi repeat order belum digali optimal.

➡️ *Strategi:* Bangun program loyalitas, follow-up berkala via WhatsApp, dan buat penawaran eksklusif untuk pelanggan yang pernah beli.

🎯 Kesimpulan & Saran Aksi
Pre Order terbukti meningkatkan omset secara signifikan.

*Customer baru* adalah ladang emas yang harus terus digarap.

Namun, *customer lama* jangan diabaikan—karena mereka lebih murah untuk diaktifkan kembali.

Fokus pada kategori produk acara dan kebutuhan sosial, karena segmentasi ini memberikan kontribusi omset tertinggi.

💡 Ayo Pelaku UKM, optimalkan strategi pre order Anda!
Dengan data, strategi menjadi lebih tajam. Saatnya beralih dari sekadar jualan ke bisnis berbasis insight. Karena dalam dunia usaha: yang paling tahu pelanggannya, dialah yang menang!

Hai usahaners, sebelumnya kita membahas data sales dari sisi kategori penjualan, sekarang kita lihat data sales dari sis...
19/06/2025

Hai usahaners, sebelumnya kita membahas data sales dari sisi kategori penjualan, sekarang kita lihat data sales dari sisi kategori produk.

Data penjualan bukan sekadar angka, tetapi kompas arah pemasaran. Dari data laporan penjualan berdasarkan kategori produk diatas, UKM dapat mengambil point penting sebagai berikut:

1. Siapa Raja Omzet?
Dari total omzet sebesar Rp. 110.300.000, terlihat bahwa produk-produk utama penyumbang omzet adalah:

Kambing Rp. 45.315.000 (41.08%)
Sapi Rp. 41.265.000 (37.41%)
Ayam Kampung Rp.14.920.000 (13.53%)
Ayam Potong Rp.8.800.000 (7.98%)

Dua produk ungggulan penyumbang omset terbesar adalah: Kambing dan Sapi menyumbang hampir 80% dari total omzet.

Apa Relevansi yang bisa kita ambil yang berkaitan dengan strategi marketing :
1 . Prioritaskan Produk High Performer

Alihkan anggaran iklan, promosi, dan stok ke kategori Kambing dan Sapi karena terbukti paling diminati dan menghasilkan omzet terbesar.

- Buat paket “Nasi Box Kambing Premium” untuk event besar.
- Iklankan testimoni pelanggan yang puas dengan nasi box sapi

2. Tingkatkan Daya Saing Produk Lemah
Produk seperti Ayam Potong hanya berkontribusi 7.98%. Alih-alih langsung menghapusnya, bisa dipertimbangkan:
- Bundling dengan menu lain.
- Positioning untuk segmen pasar yang lebih sensitif harga (RT, pengajian kecil, komunitas sekolah).

3. Segmentasi Promosi Berdasarkan Produk

Setiap kategori produk punya target pasar tersendiri. Contoh:

- Kambing: Event besar seperti aqiqah, selamatan keluarga.

- Sapi: Rapat penting, hajatan premium.

- Ayam Kampung: Konsumen yang mencari rasa tradisional.

- Ayam Potong: Pelanggan yang hemat biaya tapi tetap ingin praktis.

4. Koreksi Strategi Berdasarkan Frekuensi & Volume

Walau Sapi mendominasi transaksi (13 kali), ternyata omzetnya masih sedikit di bawah Kambing, yang hanya 6 transaksi. Artinya:

Kambing punya margin lebih tinggi per transaksi → arahkan promosi ke nilai, bukan hanya kuantitas.

Hai usahaner , selamat berjumpa lagi digroup AturUsaha .Sebulan kedepan, AturUsaha akan fokus membahas bagaimana meningk...
17/06/2025

Hai usahaner , selamat berjumpa lagi digroup AturUsaha .
Sebulan kedepan, AturUsaha akan fokus membahas bagaimana meningkatkan omset bagi UKM.

Contoh gambar di atas, laporan per kategori sales. Dengan mempunyai data seperti diatas, memudahkan kita menerapkan prinsip paretto marketing sesuai kategori sales, yaitu:

20% usaha yang kita keluarkan dalam memasarkan produk kita, dapat menghasilkan 80% dari total sales.

Tiga kategori teratas (Selamatan, Rapat, Tasyakuran) menyumbang:

✅ Rp94.530.000 dari total Rp110.300.000

✅ = 85.7% dari total omzet

Artinya, hanya 3 dari 5 kategori (60%) sudah memberikan hampir 86% omzet, sangat mendekati prinsip Pareto.

🎯 Apa Artinya bagi Strategi Marketing Anda?
Fokuskan upaya marketing ke kategori yang terbukti mendatangkan omzet besar:

1. Prioritaskan Selamatan, Rapat, dan Tasyakuran dalam kampanye iklan, promosi, dan pelayanan. Buat konten khusus, paket menarik, atau promo loyalti untuk segmen tersebut.

2. Spesifikasi Target Market: Jangan membidik semua orang, Fokus pada karakteristik pembeli dari kategori top sales anda.
3. Optimasi Iklan dan Anggaran: Jika Anda menggunakan Facebook/Instagram Ads atau WhatsApp blast, arahkan targeting ke demografi dan minat yang sesuai ketiga kategori ini. Berhenti buang anggaran ke segmen yang kontribusinya rendah (contoh: Ritel hanya 0.7%).

Address

Jalan Pangeran Antasari Kendari
Kendari
88590

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aturusaha posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share