Percetakan Kebumen

Percetakan Kebumen Percetakan Murah di Kebumen
Tempat cetak undangan pernikahan
cetak brosur, banner, nota, kartu nama

Percetakan Murah di Kebumen
Tempat cetak undangan pernikahan
cetak brosur, banner, nota, kartu nama murah di kebumen
Toko Souvenir Pernikahan di Kebumen

02/02/2018

Jangan sampai pesta ulang tahun yang harusnya bahagia menjadi bencana. Sebarkan pada teman Anda agar lebih berhati-hati.

01/08/2017

Bu, Calon Istriku Gak Bisa Masak

Di Subuh yang dingin...ku dapati Ibu sudah sibuk memasak di dapur.

"Ibu masak apa? Bisa ku bantu?"

"Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan Bapak" sahutnya.

"Alhamdulillah.. mantab pasti.. Eh Bu.. calon istriku kayaknya dia tidak bisa masak loh..."

"Iya terus kenapa..?" Sahut Ibu.

"Ya tidak kenapa-kenapa sih Bu.. hanya cerita saja, biar Ibu tak kecewa, hehehe"

"Apa kamu pikir bahwa memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain lain itu kewajiban Wanita?"

Aku menatap Ibu dengan tak paham.

Lalu beliau melanjutkan, "Ketahuilah Nak, itu semua adalah kewajiban Lelaki. Kewajiban kamu nanti kalau sudah beristri." katanya sambil menyentil hidungku.

"Lho, bukankah Ibu setiap hari melakukannya?"

Aku masih tak paham juga.

"Kewajiban Istri adalah taat dan mencari ridho Suami." kata Ibu.

"Karena Bapakmu mungkin tidak bisa mengurusi rumah, maka Ibu bantu mengurusi semuanya. Bukan atas nama kewajiban, tetapi sebagai wujud cinta dan juga wujud Istri yang mencari ridho Suaminya"

Saya makin bingung Bu.

"Baik, anandaku sayang. Ini ilmu buat kamu yang mau menikah."

Beliau berbalik menatap mataku.

"Menurutmu, pengertian nafkah itu seperti apa? Bukankah kewajiban Lelaki untuk menafkahi Istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan?" tanya Ibu.

"Iya tentu saja Bu.."

"Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban Suami. Makanan adalah nafkah. Maka kalau masih berupa beras, itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban Suami. Lalu menyiapkan rumah tinggal adalah kewajiban Suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban Suami."

Mataku membelalak mendengar uraian Bundaku yang cerdas dan kebanggaanku ini.

"Waaaaah.. sampai segitunya bu..? Lalu jika itu semua kewajiban Suami. Kenapa Ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Bapak sekalipun?"

"Karena Ibu juga seorang Istri yang mencari ridho dari Suaminya. Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana. Karena Ibu mencintai Ayahmu, mana mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu melakukan semuanya. Jika Ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk Ibu."

Aku hanya diam terpesona.

"Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi, karena tangannya lebam menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya. Atau pernah dengar juga saat Umar bin Khatab diomeli Istrinya? Umar diam saja karena beliau tahu betul bahwa wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu bukanlah tugas si Istri."

"Iya Buu..."

Aku mulai paham,
"Jadi Laki-Laki selama ini salah sangka ya Bu, seharusnya setiap Lelaki berterimakasih pada Istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah Istri."

Ibuku tersenyum.

"Eh. Pertanyaanku lagi Bu, kenapa Ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban Ibu?"

"Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita, Nak. Istri menuntut Suami, atau sebaliknya. Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego. Menjaga keharmonisan. Mau sama mengalah. Kerja sama. Kasih sayang. Cinta. Dan Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain. Yang Wanita sebaik mungkin membantu Suaminya. Yang Lelaki sebaik mungkin membantu Istrinya. Toh impiannya rumah tangga sampai Surga"

"MasyaAllah.... eeh kalo calon istriku tahu hal ini lalu dia jadi malas ngapa-ngapain, gimana Bu?"

"Wanita beragama yang baik tentu tahu bahwa ia harus mencari keridhoan Suaminya. Sehingga tidak mungkin setega itu. Sedang Lelaki beragama yang baik tentu juga tahu bahwa Istrinya telah banyak membantu. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya."

Bener tuh Juki.
29/05/2017

Bener tuh Juki.

Bagi kita selaku muslimah, gaun pernikahan menjadi hal yang penting yang harus dipertimbangkan. Tidak hanya indah diliha...
15/03/2017

Bagi kita selaku muslimah, gaun pernikahan menjadi hal yang penting yang harus dipertimbangkan. Tidak hanya indah dilihat namun juga menutup aurat dengan sempurna. Berikut ini beberapa referensi beberapa contoh gaun pernikahan muslimah. Semoga bermanfaat.

Pre Marriage Syndrome/Sindrom Pra NikahPre Marriage Syndrome/Sindrom Pra Nikah adalah sebuah kondisi psikologis atau kej...
13/03/2017

Pre Marriage Syndrome/Sindrom Pra Nikah

Pre Marriage Syndrome/Sindrom Pra Nikah adalah sebuah kondisi psikologis atau kejiwaaan yang dialami oleh calon pengantin dimana terjadi kecemasan atau tekanan mental menjelang hari pernikahan. Memang tidak semua calon pengantin menglami hal ini. Sebagian calon mengalami hal ini, namun hanya saja pada tingkatan yang berbeda.
Persiapan pernikahan memang cukup menguras tenaga, pikiran dan hal inilah yang bisa memicu sindrom ini. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya antara lain :
1. Kelelahan Fisik
Tidak dipungkiri pesta pernikahan memang berbeda dengan pesta ulang tahun yang bisa diulang setiap tahunya. Ini adalah pesta pernikahan yang tentu saja tiap orang hanya ingin melangsungkanya sekali seumur hidup mereka. Berbagai hal harus dipersiapkan mulai dari survei gedung, catering, foto pre wedding, gaun pengantin dan beberapa hal lain. Tentu saja beberapa hal tadi cukup menguras tenaga dan waktu.

2. Kelelahan mental
Fisik yang lelah mau tidak mau berpengaruh pada mental dan emosi si calon pengantin. Belum lagi jika antara calon pengantin dan orang tua memiliki pandangan berbeda mengenai pesta pernikahan yang akan kita langsungkan. Hal kecilpun bisa menjadi besar.

Lalu apa saja sebenarnya tanda-tanda jika calon pengantin ternyata sedang mengalami Pre Marriage Syndrome/Sindrom Pra Nikah?

Sindrom ini sebenarnya adalah suatu perasaan khawatir mengenai hal yang belum tentu akan terjadi. Pikiran negatif yang tiba-tiba muncul dan menyebabkan kita menjadi sensitif dan bisa saja berujung depresi. Kekhawatiran tersebut antara lain :

1. Tidak yakin apakah kita telah memilih pasangan yang tepat.
Sekalipun kita telah mengenal calon pasangan kita dengan baik, bukan tidak mungkin menjelang hari pernikahan justeru tiba-tiba muncul pemikiran demikian. Saat kekhawatiran ini muncul, ingat kembali apa tujuan kita menikah, bagaimana kita dan calon pasangan berkomitmen untuk membina rumah tangga bersama. Dekatkan diri dengan Tuhan, bagaimanapun Tuhanlah yang memberikan kita keyakinan. Dan atas restu-Nya kita dan calon pasangan dapat bersatu.

2. Khawatir mengenai kebahagiaan p***a menikah.
Wajar saja kita memikirkan hal ini. Tujuan utama pernikahan tentu saja ingin meraih kebahagiaan bersama. Namun kadang kita terlalu takut mengenai hal yang belum terjadi. Yang perlu kita ingat lagi yaitu, bahwa kebahagiaan merupakan suatu hal yang ‘dirasakan’ bukan sesuatu yang kita sibuk mencarinya.

3. Belum siap menafkahi keluarga.
Hal ini biasanya dialami oleh calon pengantin pria. Beberapa calon pengantin khawatir jika nantinya tidak mampu mencukupi segala kebutuhan rumah tangga. Untuk itu sebelum menjadi kepala keluarga hendaknya memiliki kesiapan terlebih dahulu mengenai hal ini. Tuhan telah berjanji menambah rizki bagi hamba-Nya yang menikah. Yang perlu dilakukan manusia hanya berusaha dan yakin atas kuasa-Nya.

4. Tidak cocok dengan mertua.
Saat kita menikah, kita tidak hanya menikah dengan pasangan kita namun juga keluarganya. Beberapa calon pengantin khawatir jika nantinya tidak cocok dengan mertua bahkan iparnya. Tentu saja tiap orang memiliki karakter berbeda, saat kita memasuki lingkungan baru, kita dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tersebut. Dukungan pasangan diperlukan dalam hal ini.

5. Belum siap menjadi orang tua.
Menikah di usia muda rentan mengalami kekhawatiran ini. Mengurus anak bukanlah hal yang mudah, namun bukan berarti hal ini tidak dapat dipelajari. Menjadi orang tua merupakan pembelajaran yang harus dilakukan bahkan sebelum anak terlahir. Pembagian tugas dan pola asuh perlu dibicarakan terlebih dahulu tentunya sebelum memutuskan memiliki anak.

6. Takut terkekang setelah menikah.
Pernikahan bukanlah suatu batasan, justeru dengan menikah kita dan pasangan dapat melakukan hal-hal menarik bersama. Tidak hanya itu, dengan menikah kita memiliki pasangan yang siap membagi keluh kesah kita sehinga menjadi lebih ringan.

7. Takut gagal dalam pernikahan
Ketakuatan ini dapat muncul karena kita tidak siap dengan permasalahan yang mungkin muncul setelah pernikahan kita nanti. Sekali lagi komunikasi adalah kunci kelanggengan pernikahan yang dibarengi pengertian antar pasangan. Kita adalah dua individu berbeda yang disatukan dalam pernikahan. Dua kepala ini butuh jembatan komunikasi untuk penyelesaian masalah.

Mendekatkan diri dengan Tuhan merupakan hal yang dianjurkan. Segala kekhawatiran kita niscaya akan sirna oeh kepercayaan kita pada Tuhan.
Semoga bermanfaat.

Undangan merupakan hal yang wajib dalam suatu pernikahan. Tentu saja fungsinya memberi tahu pada kerabat, teman dan reka...
28/02/2017

Undangan merupakan hal yang wajib dalam suatu pernikahan. Tentu saja fungsinya memberi tahu pada kerabat, teman dan rekan tentang acara pernikahan yang rencananya akan anda langsungkan.

Seserahan adalah simbol bahwa mempelai pria sanggup dan mampu untuk bertanggung jawab mencukupi kebutuhan hidup calon pe...
26/02/2017

Seserahan adalah simbol bahwa mempelai pria sanggup dan mampu untuk bertanggung jawab mencukupi kebutuhan hidup calon pengantin perempuan. Selain kebutuhan dasar, disisipkan juga barang atau makanan yang menjadi simbol keseriusan mempelai pria untuk mencintai dan setia pada calon pengantinnya.

Seserahan pernikahan telah jadi sisi yang penting dalam prosesi pernikahan di negeri ini. Hantaran pernikahan adalah kegiatan seremonial dari mempelai laki laki dan juga sebagai bentuk komitmen ke pihak keluarga, terlebih orangtua calon pengantin wanita.

Untuk kebiasaan prosesi seserahan lamaran adat Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah serta Jawa Timur), umumnya seserahan dan hantaran pernikahan diberikan ketika malam saat sebelum dilakukan akad di acara midodareni untuk kebiasaan Jawa serta ngeyeuk seureuh untuk kebiasaan Sunda.

Bagi Anda yang dalam waktu dekat berencana melangsungkan pernikahan, berikut ini ada beberapa referensi ide kemasan hantaran. Semoga menginspirasi.

Address

Gang Pemali 4/17/Kutosari
Kebumen
54311

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:30
Tuesday 08:00 - 16:30
Wednesday 08:00 - 16:30
Thursday 08:00 - 16:30
Friday 08:00 - 16:30
Saturday 08:00 - 16:30

Telephone

+628979066777

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Percetakan Kebumen posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Percetakan Kebumen:

Share