22/10/2016
🕋Taujih Jum'at Mubarok...
_*```Yang Banyak Tapi Tidak Membahayakan```*_
*_UST. BUDI ASHARI, LC._*
Sahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhumengisahkan hari-hari awal Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu ketika di Madinah. Ketika itu Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu datang dalam keadaaan miskin, tidak membawa harta. Saat itu dia hendak dibantu oleh seorang sahabat yang telah dipersaudarakan dengan Rasul, yaitu Saad bin Robiah al-Anshori radhiallahu ‘anhu, salah satu sahabat yang kaya di Madinah.
Tetapi Abdurrahman menolak secara halus dengan mengatakan, “Barakallahu laka fi ahlik wal malik.” “Semoga Allah memberkahi hartamu dan keluargamu. Tunjukan saja saya di mana pasar.” Maka ditunjukkanlah pasar Bani Qainuqo. Abdurrahman masuk ke pasar dan pada hari itu dia langsung mendapatkan keuntungan, berupa minyak samin dan makanan.
Suatu hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melihat Abdurrahman bin Auf terlihat klimis, rapi, dan ada bekas minyak wangi. Maka Nabi bertanya, “Apa ini, Ya Abdurrahman?” Abdurrahman menjawab, “Ya Rasulullah saya menikah dengan seorang wanita dari Anshor.”
Nabi bertanya, “Apa maharnya?”Abdurrahman bin Auf berkata, maharnya adalah nawa dan mizzahab. Nawa danmizzahab menurut Anas bin Malik beratnya adalah seperempat dinar. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ath-Thabrani.
Nabi kemudian berkata, “Buatlah walimahnya, walau hanya dengan seekor kambing.” Ini untuk mensyukuri. Masa ini terjadi ketika Abdurrahman masih miskin. Hartanya masih sedikit, maharnya hanyanawa dan mizzhab, dan walimahnya pun dibuat hanya dengan seekor kambing.
http://sufizmodern.blogspot.com/2016/10/taujih-jumat-mubarok.html