23/07/2026
πΈ UKT Kampus Favorit Kok Bisa Mahal? Duitnya Lari ke Mana? π€
Masih ada yang mikir, "Kuliah kan cuma duduk di kelas, dengerin dosen, terus pulang." π
Kalau gitu, pasti pernah kepikiran juga:
"Kok ada UKT di PTN yang tembus belasan sampai puluhan juta per semester?"
Plot twist-nya, jawabannya nggak sesimpel itu. π
π Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024, besaran UKT dihitung dari Biaya Kuliah Tunggal (BKT), yaitu total biaya yang dibutuhkan kampus untuk menyelenggarakan pendidikan bagi satu mahasiswa di program studi tertentu.
Sebagian biaya ditanggung pemerintah lewat APBN, sisanya dibayar mahasiswa sesuai kemampuan ekonomi masing-masing.
Terus, uang UKT dipakai buat apa aja?
β
Gaji dosen dan tenaga kependidikan.
π§ͺ Operasional laboratorium, alat, dan bahan praktikum.
π« Perawatan gedung, ruang kuliah, perpustakaan, AC, listrik, air, dan internet kampus.
π» Sistem digital kampus, seperti KRS online, e-learning, perpustakaan digital, hingga keamanan data.
π Peningkatan kualitas pembelajaran, akreditasi program studi, riset, dan layanan kemahasiswaan.
Kenapa ada UKT yang bisa sampai puluhan juta?
Karena biaya tiap jurusan beda level. Program seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, dan Teknik membutuhkan laboratorium, alat canggih, serta bahan praktikum yang jauh lebih mahal dibanding banyak program studi lainnya.
Tapi ada satu hal yang menurutku lebih penting lagi. π
Masyarakat nggak cuma pengin tahu berapa UKT yang harus dibayar, tapi juga ke mana dana itu dipakai dan apa dampaknya buat kualitas pendidikan.
Kalau kampus makin transparan soal penggunaan dana UKT, kepercayaan publik juga bakal makin naik. Transparansi itu bukan sekadar formalitas, tapi bentuk akuntabilitas.
π¬ Kalau menurut kamu gimana?
Setuju nggak kalau setiap PTN menerbitkan laporan penggunaan dana UKT setiap tahun, supaya mahasiswa, orang tua, dan masyarakat bisa melihat manfaatnya secara jelas?