Warnet Propacom

Warnet Propacom Game Center, Jual Voucher Game,PPOB.

Ngarang sendiri, cetak sendiri, promo sendiri, jualan sendiri, hebatnya pengarang jaman dahulu.
31/10/2024

Ngarang sendiri, cetak sendiri, promo sendiri, jualan sendiri, hebatnya pengarang jaman dahulu.

PETILASAN KI AGENG PEMANAHAN.Hunian perkampungan kuno di Solo sejak jaman Majapahit dan Pajang kebanyakan di pinggiran S...
11/10/2024

PETILASAN KI AGENG PEMANAHAN.

Hunian perkampungan kuno di Solo sejak jaman Majapahit dan Pajang kebanyakan di pinggiran Sungai, seperti kampung Laweyan di tepi Sungai Jenes, Kebalen dan Bandar Pecinan di tepi Kali Pepe serta Depok Manahan di tepi sungai Gajah Putih.

Depok tempat tinggal Ki Ageng Pemanahan dahulunya dilewati sungai Gajah Putih yang mengalir ke arah timur bertemu dengan Kali Pepe. Ketika dibangun Kalianyar maka Kali Gajah Putih pun dibuat lurus ke kali anyar, tidak melewati Depok lagi.

Manahan adalah sebuah desa dimana Ki Ageng Pemanahan pernah tinggal. Ki Ageng Pamanahan atau Kyai Gede Pamanahan berasal dari Sela sebuah desa di Grobogan dan kemudian hijrah ke Pengging. Ia dijuluki sebagai "Pamanahan" karena bertempat tinggal di desa Manahan. Beliaulah yang menurunkan raja-raja mataram islam.

Di Pasar Depok Manahan, Solo terdapat sebuah petilasan Ki Ageng Pemanahan. Dahulu menjadi tempat kerap digunakan tapa brata Ki Ageng Pemanahan tatkala menjadi Lurah Tam-Tama Senopati Kasultanan Pajang. Nama Depok muncul saat Ki Ageng Pemanahan mandepok di sini. Jadi disebut Depok Manahan / tempat bertapanya Ki ageng Pemanahan.

Umbul Manahan juga merupakan Peninggalan Ki Ageng Pemanahan. Di mata air ini biasa digunakan Ki Ageng Pemanahan untuk membersihkan diri serta tempat untuk wudu. Atas prakarsa RM. Ng. Poerbatjaraka, Mangkunagara VII membangun tembok yang mengelilingi tempat tersebut. Temboknya sekarang hilang dan berubah jadi Hotel Wijaya.

Ki Ageng Pemanahan adalah putera dari Ki Ageng Ngenis ( Ki Ageng Laweyan) cucu dari Ki Ageng Sela. Ki Ageng Pemanahan terlahir dengan nama Bagus Kacung Castioeng, meninggal pada tahun 1584 dan dimakamkan di Pasarean Mataram, Kotagede. Ki Ageng Pemanahan adalah Kakek dari Raden Pabelan (Kyai Bathang).

Tukang obat kaki lima, Jaman dahulu ada banyak tukang obat kaki lima yang menggelar dagangan di pinggir jalan. Biasanya ...
07/10/2024

Tukang obat kaki lima, Jaman dahulu ada banyak tukang obat kaki lima yang menggelar dagangan di pinggir jalan. Biasanya menyatu dengan pedagang loakan. Jaman dulu di sepanjang jalan pasar legi ke utara, di depan kecamatan banjarsari. Banyak berjajar pedagang loakan, dan tukang obat. Kapan Anda pernah ketemu tukang obat di Solo? di daerah mana ya?

Obat yang dijual seringkali obat yang gak ada di resep dokter, seperti penumbuh rambut, jenggot, kumis. Bahannya juga aneh-aneh ada tanduk binatang, Minyak Kalajengking biasanya untuk obat sakit kulit. Kalau minyak lintah untuk obat laki-laki biar tahan lama. Ada yang jualan di lapangan pakai sulap, bahkan menyamar jadi orang pintar/kyahi sakti.

Tukang obat jaman sekarang lebih maju dengan berjualan secara online. Berkedok jamu/obat herbal yang khasiatnya kadang mengalahkan klaim dokter-dokter. Terkadang bubuk herbal di kemas dalam tabung-tabung kapsul.

Sebenarnya banyak juga Tukang Obat yang benar-benar punya keahlian tentang pengobatan. Mereka dulu sering beriklan di Radio, Televisi, Majalah dan koran.

Berikut berita surat kabar Darmokondo terbitan 3 Juli 1920.Haroes ditangkap. Di tepi soengi Pepe kaloe sore banjaklah or...
07/10/2024

Berikut berita surat kabar Darmokondo terbitan 3 Juli 1920.
Haroes ditangkap. Di tepi soengi Pepe kaloe sore banjaklah orang-orang jang sama boeang aer, dimana tidak pantas sekali dilihat orang jang sama berdjalan beroelang-oelang. Waktoe assistent resident toean Baron Bentiok, orang jang boeang aer di tepi soengi Pepe, sama ditangkap dan dihoekoem sepantasnja tetapi sekarang roepanja tidak begitoe lagi. Maka oentoek pemandangan jang tidak senoenoeh itoe, haroes politie memperhatikan.

Dulu rupanya orang solo s**a buang air besar di kali pepe. Kali pepe dulu juga sering buat berenang. Konon Jembatan di dekat Balapan dulu s**a buat loncat terjun ke kali. Makanya oleh Kanjeng Gusti Mangkunegara VII pada tahun 1939 di bangun ponten dan MCK di beberapa tempat.

Di Surakarta ada beberapa gedung societiet diantaranya :Societiet Harmonie tempat kumpul orang eropa di Solo.Societiet H...
06/10/2024

Di Surakarta ada beberapa gedung societiet diantaranya :
Societiet Harmonie tempat kumpul orang eropa di Solo.
Societiet Hadiprodjo tempat kumpul prijaji Keraton Kasunanan.
Societiet Mangkunegaran tempat kumpul prijaji Mangkunegaran.
Societiet Srikaton tempat kumpul masyarakat Tiong hwa.
Societiet Militair tempat kumpul prajurit Mangkunegaran.
Societiet Theoshopie tempat kumpul tokoh kebatinan.

Societiet Mangkunegaran, Societiet Militair, Societiet Theoshopie berada di kompleks kusumawardani Plein.

Sociëteit Harmonie dibangun tahun 1874, dulunya adalah sebuah losmen. Tempat ini digunakan untuk pesta minum, permainan biliar, kartu, dansa, dan pesta topeng. Sociëteit ini semula hanya terbuka untuk orang Eropa. Seiring berjalannya waktu, Sociëteit Harmonie terbuka untuk bangsawan pribumi.

Sociëteit Habipraya dibangun tahun 1910, awalnya adalah tempat berkumpul organisasi priyayi di Solo.

Sociëteit Mangkoenegaran dibangun pada 1918 disebut juga Sociëteit Sasana Soeka.

Nama-nama Jalan di Solo pada masa Hindia Belanda.Wilhelminastraat = Poerwosariweg - Jl. Slamet Riadimangkoeboemenweg = J...
05/10/2024

Nama-nama Jalan di Solo pada masa Hindia Belanda.
Wilhelminastraat = Poerwosariweg - Jl. Slamet Riadi
mangkoeboemenweg = Jl. Yosodipuro
Toemenggoengannaard = Jl. gajahmada
Schoolstraat = Jl. Ronggo Warsito
Poeraweg = Jl. Ngarsopuro
Kartisonoweg = Jl. Wolter Monginsidi
Kestalanweg = Jl. Letjend S. Parman
Tirtoyosoweg = Jl. R.M Said
Villaparkweg Nord = Jl. Abdul Rahman Saleh
Villaparkweg West = Jl. Sabang
Villaparkweg Zuid = Jl. Jalan Enggano
Villaparkweg Oost = Jl. D.I. Pandjaitan
Tirtojosoweg = Jl. R.M. Said
Singasarenweg = Jl. Gatot Subroto
Margojoedanweg = Jl. Abdul Muis
Bloemstraat = Jl. Mayor Sunaryo
Krakeekstraat = Jl. Kapten Mulyadi
Jalan Voorstraat ini adalah jalan antara kantor residen dengan benteng; sementara jalan Achterstraat menjadi terusannya di arah belakang.

Tahun 1920 ternyata masyarakat Solo masih tidak biasa makan daging Anjing. Dulu orang Solo masih merasa aneh keheranan j...
05/10/2024

Tahun 1920 ternyata masyarakat Solo masih tidak biasa makan daging Anjing. Dulu orang Solo masih merasa aneh keheranan jika ada yang makan daging anjing.

Artikel berita Darmokondo 18 Desember 1920. Orang makan anjing.
Sesoenggoehnja di tanah Djawa sini, kalau ada orang makan andjing itoe, diseboet menjalai oekoem, karena meski kekoerangan daging sekalipoen, ja tidak makan andjing. Tetapi soldadoe bangsa Ambon jang djaga beras didaerah Ngloewar, gemar sekali makan daging andjing, ia maoe beli seekor satoe roepiah (wah moerah sekali). Hingga orang sitoe sama heran melihat itoe soldadoe, djangan - djangan nanti maoe makan orang.

Ketika jaman Jepang karena susahnya sumber makanan, maka dulu kuda-kuda para bangsawan dan milik penduduk, kecuali milik penguasa/raja diambil tentara jepang untuk menjadi sumber makanan. Sedangkan masyarakat mencoba segala sesuatu yang bisa dikonsumsi, ada kemungkinan juga mereka terpaksa makan daging guguk.

Saluran Air Kali Larangan / Kanal Tirtoyoso Ke Puro Mangkunegaran. Pada tahun 1921 dimasa pemerintahan Kanjeng Gusti Man...
03/10/2024

Saluran Air Kali Larangan / Kanal Tirtoyoso Ke Puro Mangkunegaran. Pada tahun 1921 dimasa pemerintahan Kanjeng Gusti Mangkunegara VII, dibangun Zwembasin Tirtayasa (Kolam Renang Balekambang) , Taman Partini Tuin atau Taman Hutan Partinah. Bersamaan itu p**a dibangun Kali Larangan / Kanal Tirtayasa. Mengalirkan air dari Zwembasin Tirtayasa ke arah Puro Mangkunegaran. Kanal kecil ini terteletak di sepanjang tepi Tirtojosoweg (Jl. RM Said).
Kanal Tirtoyoso ini bukan utuk air minum, tetapi salah satunya untuk menggelontor membersihkan selokan, dan membasahi Lapangan Pamedan. Di beberapa tempat di sepanjang Tirtayasaweg dulunya terdapat beberapa pintu air, yang mengatur aliran air kanal ke selokan-selokan.
Sisa - sisa pintu air masih terdapat di timur perempatan Masjid Solihin. Di totogan tepatnya di pojok SMA Muh 1 dulu terdapat pintu air untuk mengatur aliran air dari kanal Tritoyoyo. Belakangan fungsi kanal telah berubah menjadi saluran air kotor. dan sisa sisa kanal yang ada berubah menjadi selokan

Masyarakat Surakarta mengenalnya sebagai gedung bioskop Up dan Dhady Theatre. Pada tahun 1923, Pasar Pon sebelah timur d...
01/10/2024

Masyarakat Surakarta mengenalnya sebagai gedung bioskop Up dan Dhady Theatre. Pada tahun 1923, Pasar Pon sebelah timur dibangun gedung wayang orang Mandarasana, yang kemudian menjadi gedung bioskop. Setelah kemerdekaan menjadi Bioskop "Dhady Theatre". Pada 18 Agustus 1933, Pasar Pon sebelah barat dibangun gedung wayang orang “ Sana Harsana ” dan diresmikan oleh KAnjeng Gusti Mangkunegara VII. Setelah kemerdekaan menjadi Bioskop "Ura Patria".

Sebelum gedung wayang orang Sana Harsana (UP) dibangun. Maka pertunjukan wayang orang tampil di gedung Schouwburg Mandarasana (Dhady). Uniknya gedung ini selang-seling mempertunjukan Wayang Orang dan Film Bioskop. Bergantian Satu hari wayang, besoknya untuk pemutaran Film.

Setelah dibangun gedung lain yang khusus menampilkan Wayang orang dan tonel pada tahun 1933 yakni gedung Sana Harsana (UP). Maka gedung Schouwburg Mandarasana (Dhady) menjadi gedung yang hanya mempertunjukan film, dikenal dengan nama Nieuw Bioskop, dan berubah menjadi SCALA Theatre.

Di jaman Belanda Mandarasana dan Sana Harsana adalah gedung pertunjukan yang mewah, tempat Keluarga Mangkunegaran dan para prijaji menikmati hiburan sandiwara/tonil, wayang orang, kethoprak, dan bioskop.

Setelah kemerdekaan UP dan Dhady awalnya adalah sama-sama bioskop kelas atas. Seiring berjalannya waktu, UP tetap menjadi bioskop mahal dan Dhady menjadi bioskop menengah.

Lokasinya yang tidak memiliki tempat parkir mobil maka Dhady memposisikan diri sebagai bioskop dengan tiket kelas menengah, tidak mahal tapi tidak murah. Posisinya yang strategis menjadikan Dhady Theatre. Pada tahun 1977 menjadi bioskop dengan penonton terbanyak kedua setelah Solo theatre.

Belakangan film yang tampil di Dhady Theatre adalah film lama setelah diputar di bioskop mahal seperti Solo / Fajar / President. Semua jenis film di putar di sini, mulai dari film Indonesia, Barat, Mandarin dan film India.

Kantor Residen Surakarta dibangun tahun 1896. Sebelumnya pejabat Residen Surakarta berkantor di Benteng Vastenburg yang ...
30/09/2024

Kantor Residen Surakarta dibangun tahun 1896. Sebelumnya pejabat Residen Surakarta berkantor di Benteng Vastenburg yang dibangun tahun 1745.

Bangunan ini sudah tidak ada, dan sekarang menjadi Kantor Balaikota Surakarta. Namun seingat saya pada tahun 1970an, Saya dulu sering berobat di balaikota di gedung tua tersebut. Di depan gedung lama ada bangunan pendopo Balaikota.

Sebelum kebakaran 1998 bangunan lama jaman belanda ini masih ada. Sebelah kiri bangunan tua balaikota ini dulu pernah berfungsi untuk poliklinik. Dulu ada dokter bule namanya Dr. Johan. Di pintu jendela lebar dijadikan apotik / tempat pengambilan obat.

Indonesia dan Rupiah. Banyak yang masih berpikir bahwa kata Indonesia baru digunakan setelah Indonesia merdeka. Padahal ...
27/09/2024

Indonesia dan Rupiah. Banyak yang masih berpikir bahwa kata Indonesia baru digunakan setelah Indonesia merdeka. Padahal kenyataannya kata Indonesia sudah digunakan secara umum untuk menyebutkan bangsa / wilayah Hindia Belanda sejak tahun 1920an.

Sumpah Pemuda adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia. Keputusan ini menegaskan cita-cita akan "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia".

Sekitar tahun 1920an mata uang Hindia Belanda Gulden juga sering disebut dengan rupiah. Jadi kalau kita membaca majalah koran terbitan tahun 1920 - 1945 jangan heran jika sudah ada kata-kata rupiyah dan Indonesia..

Sebelum adanya telepon di Hindia Belanda, pemanfaatan telekomunikasi dilakukan dengan telegraf. Telegraf pertama dibuka ...
26/09/2024

Sebelum adanya telepon di Hindia Belanda, pemanfaatan telekomunikasi dilakukan dengan telegraf. Telegraf pertama dibuka pada tanggal 23 Oktober 1855. Pada tanggal 16 Oktober 1882 jaringan telepon lokal pertama dibangun swasta antara Gambir dan Tanjung Priok Batavia. pada tahun 1884 jaringan telepon antar kota dibangun di Semarang dan Surabaya. Pada tahun 1906 Pemerintah Hindia Belanda membentuk (PTT) Post, Telegraaf en Telefoon Dienst.

Kantor Telepon swasta di Surakarta berdiri tahun 1893. Baru pada tahun 1910 dibangun kantor PTT di Surakarta dibangun dengan megah. Gedungnya berlantai dua. Pintu utamanya diapit oleh dua menara sejajar atap yang berada di atas pintu masuk utamanya. Bangunan ini sekarang menjadi lokasi bangunan baru Kantor Telkom Solo.

Address

Jakarta
12640

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Warnet Propacom posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Warnet Propacom:

Share

Category