01/10/2024
Masyarakat Surakarta mengenalnya sebagai gedung bioskop Up dan Dhady Theatre. Pada tahun 1923, Pasar Pon sebelah timur dibangun gedung wayang orang Mandarasana, yang kemudian menjadi gedung bioskop. Setelah kemerdekaan menjadi Bioskop "Dhady Theatre". Pada 18 Agustus 1933, Pasar Pon sebelah barat dibangun gedung wayang orang “ Sana Harsana ” dan diresmikan oleh KAnjeng Gusti Mangkunegara VII. Setelah kemerdekaan menjadi Bioskop "Ura Patria".
Sebelum gedung wayang orang Sana Harsana (UP) dibangun. Maka pertunjukan wayang orang tampil di gedung Schouwburg Mandarasana (Dhady). Uniknya gedung ini selang-seling mempertunjukan Wayang Orang dan Film Bioskop. Bergantian Satu hari wayang, besoknya untuk pemutaran Film.
Setelah dibangun gedung lain yang khusus menampilkan Wayang orang dan tonel pada tahun 1933 yakni gedung Sana Harsana (UP). Maka gedung Schouwburg Mandarasana (Dhady) menjadi gedung yang hanya mempertunjukan film, dikenal dengan nama Nieuw Bioskop, dan berubah menjadi SCALA Theatre.
Di jaman Belanda Mandarasana dan Sana Harsana adalah gedung pertunjukan yang mewah, tempat Keluarga Mangkunegaran dan para prijaji menikmati hiburan sandiwara/tonil, wayang orang, kethoprak, dan bioskop.
Setelah kemerdekaan UP dan Dhady awalnya adalah sama-sama bioskop kelas atas. Seiring berjalannya waktu, UP tetap menjadi bioskop mahal dan Dhady menjadi bioskop menengah.
Lokasinya yang tidak memiliki tempat parkir mobil maka Dhady memposisikan diri sebagai bioskop dengan tiket kelas menengah, tidak mahal tapi tidak murah. Posisinya yang strategis menjadikan Dhady Theatre. Pada tahun 1977 menjadi bioskop dengan penonton terbanyak kedua setelah Solo theatre.
Belakangan film yang tampil di Dhady Theatre adalah film lama setelah diputar di bioskop mahal seperti Solo / Fajar / President. Semua jenis film di putar di sini, mulai dari film Indonesia, Barat, Mandarin dan film India.