RangzCotto

RangzCotto Santai

30/03/2026

Kalau membela negara dari serangan asing semua keluarga militer pasti mengikhlaskan nya
ini menjajah demi ambisi sang pemimpin

31/08/2025
pasilitas UMUM di buat dari uang rakyat, dari pungutan pajak yang bisa di manfaatkan dan di Warisi ke anak cucu.
31/08/2025

pasilitas UMUM di buat dari uang rakyat, dari pungutan pajak yang bisa di manfaatkan dan di Warisi ke anak cucu.

Kebodohan bukan hanya masalah individu, tetapi juga persoalan kolektif. Ia menyebar melalui perilaku, ucapan, dan kebias...
20/08/2025

Kebodohan bukan hanya masalah individu, tetapi juga persoalan kolektif. Ia menyebar melalui perilaku, ucapan, dan kebiasaan, bahkan bisa diwariskan dari generasi ke generasi jika tidak ada intervensi yang tepat. Dan seperti penyakit, kebodohan dapat merusak kehidupan bersama jika dibiarkan berkembang tanpa ada upaya penyembuhan.

Desproges mengibaratkan pendidikan sebagai “vaksin.” Pendidikan memberi kemampuan berpikir kritis, membuka wawasan, dan melatih manusia agar tidak terjebak dalam prasangka atau manipulasi. Namun, ia mengingatkan bahwa vaksin ini tidak datang dengan mudah. Pendidikan membutuhkan biaya, tenaga, komitmen, bahkan pengorbanan. Bukan hanya biaya materi, tetapi juga kesediaan individu untuk terus belajar dan terbuka pada pengetahuan baru. Artinya, melawan kebodohan adalah kerja panjang yang menuntut keseriusan.

Masyarakat yang mengabaikan pendidikan akan terus terjebak dalam lingkaran kebodohan. Oleh karena itu, investasi terbesar sebuah bangsa seharusnya bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia melalui pendidikan. Sebab dengan pendidikan, kita bukan hanya melindungi diri dari penyakit kebodohan, tetapi juga memastikan bahwa generasi berikutnya memiliki daya tahan untuk hidup lebih bermartabat dan berperadaban.

Di Indonesia belum tau dia, yg haram itu cuma babi dan khamr 😂Coba aja makanan dan minuman mengandung kedua ini hebohnta...
16/08/2025

Di Indonesia belum tau dia, yg haram itu cuma babi dan khamr 😂

Coba aja makanan dan minuman mengandung kedua ini hebohnta luar biasa

Namun jika makanan dan minuman d beli dr uang korupsi tenang tenang aja..

Kritik pedas terhadap sistem pendidikan yang kerap lebih fokus pada hafalan materi ketimbang mempersiapkan siswa menghad...
10/08/2025

Kritik pedas terhadap sistem pendidikan yang kerap lebih fokus pada hafalan materi ketimbang mempersiapkan siswa menghadapi realitas kehidupan. Bukowski menyoroti jurang antara teori yang diajarkan di kelas dengan keterampilan, pemahaman, dan kebijaksanaan yang dibutuhkan di dunia nyata.

Banyak orang menyelesaikan pendidikan formal dengan nilai baik, namun tetap merasa kebingungan ketika harus mengelola keuangan, membangun hubungan sehat, menghadapi kegagalan, atau membuat keputusan penting dalam hidup. Ini bukan berarti sekolah sama sekali tidak berguna, tetapi menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati seharusnya membekali seseorang dengan keterampilan berpikir kritis, empati, kreativitas, dan ketangguhan mental—bukan hanya lembar sertifikat kelulusan.

Pesan Bukowski ini bisa kita maknai sebagai dorongan untuk tidak berhenti belajar setelah lulus sekolah. Hidup adalah guru terbesar, dan setiap tantangan adalah materi pelajaran yang nyata. Kita perlu terus mengasah diri di luar tembok sekolah: membaca, bereksperimen, berdialog, dan berani mencoba. Sebab, gelar pendidikan mungkin membuka pintu, tetapi kebijaksanaan hiduplah yang menentukan sejauh apa kita bisa melangkah.

30/07/2025

Segeralah para begundal itu dikandangin, berisik,gaduh sekali lah negeri ini dengan urusan yang unfaedah di

LAGU JAWA DI RESTORAN PADANG...Salah satu kreasi unik bangsa kita adalah restoran Padang, yang ada di mana-mana. Bahkan ...
23/07/2025

LAGU JAWA DI RESTORAN PADANG...
Salah satu kreasi unik bangsa kita adalah restoran Padang, yang ada di mana-mana. Bahkan di bulan, waktu Neil Armstrong pergi ke sana, kata lelucon. Dalam bentuknya yang paling sederhana, restoran Padang menawarkan cara praktis bagi pembeli : pilih sendiri yang disajikan, bayar hanya yang dimakan.

Tetapi restoran Padang bukan sesuatu yang dapat disederhanakan, qua konsep. Ia adalah ujung dari sebuah tradisi memasak yang dikembangkan orang Minang. Juga perwujudan dari kemampuan mencapai kepraktisan – untuk membagi atau menyajikan makanan hanya dalam unit-unit yang diperlukan. Belum lagi kemampuan membawa begitu banyak piring kecil di kedua tangan dan lengan, yang jangan-jangan diilhami itu “ilmu lengket” tari piring.

Namun, yang mungkin paling tepat dikaitkan dengan restoran Padang adalah tradisi merantau orang Minang. Kepraktisan cara penyajian makanan itu menampilkan kemampuan bersaing, atas dasar “efisiensi”. Ia mencerminkan tekanan pada keswadayaan orang kecil untuk bergabung dalam upaya ekonomis yang semula berwatak kolektif. Keswadayaan itu menampilkan diri dalam rasionalitas pengaturan segala hal.

Penulis tidak ingin melakukan idealisasi atas mahluk Tuhan yang Padang ini, karena hal-hal “tak baik” pun dapat dicari di dalamnya. Salah satunya: terbakunya kualitas makanan yang hanya mencerminkan “selera umum” masyarakat saja, sehingga tidak bernilai tinggi. Untuk para gastronom, restoran Padang di negeri kita ini sama saja pangkatnya dengan restoran hamburger di negeri sono (yang juga sudah ke sini saat ini). Keempukan sate Bangil, atau keunikan rasa soto Ma’ruf di Jakarta, yang jelas berbeda dari yang ada pada makanan bernama sama di tempat-tempat lain, jelas tidak dapat dicari di restoran Padang.

Kalaupun ada restoran Padang yang dianggap melebihi yang lain, seperti Sari Bundo di Jalan Juanda hingga beberapa waktu yang lalu, “mutu tinggi” itu mengambil bentuk penampilan secara umum, alias meliputi semua masakan. Tidak ada yang spesifik, tidak seperti sate A yang memang bumbunya diramu berbeda dari sate B.

Tapi lihatlah daya tembus lintas-sektoral restoran Padang dalam kehidupan bangsa. Itu tampak mula-mula dalam kemampuan restoran ini untuk merebut langganan non-Minang di mana-mana, sehingga lambat laun masakan Padang menjadi semacam masakan nasional. Tidak berarti mampu menghilangkan kesukaan orang pada makanan daerah lain, tetapi mampu menjadikan diri sebagai pilihan kedua bagi masakan hampir semua daerah. Mula-mula karena alasan kemudahan: mudah didapat di mana saja, selain praktis dalam penghidangan dan penikmatan. Kemudian karena telah menjadi selera tambahan.

Daya tembus seperti ini, kemampuan menjadikan diri pilihan kedua, adalah kekuatan memasarkan diri yang luar biasa kenyalnya. Cukuplah kalau kita ingat contoh celana jin Levi’s atau makanan “modern”, seperti hamburger dan ayam Kentucky, untuk melihat kedahsyatan daya tembus seperti itu. Bayangkan seandainya ekspor nonmigas kita memiliki daya seperti itu di pasaran dunia...!

Daya tembus lain yang sudah umum diketahui, tetapi jarang diingat, adalah kemampuan menjadikan diri sebagai “lahan kerja” orang-orang dari sekian banyak suku negeri kita. Di restoran Padang di sekian tempat persinggahan bis malam di Pulau Jawa saja, sudah tampak dengan sekali lihat bahwa orang Minang telah menjadi “pihak minoritas” dalam pengelolaan “warisan budaya leluhur” mereka sendiri.

Ibarat mobil Toyota Jepang, yang di Amerika Serikat dijual dan ditawarkan dealer bule tulen, masakan Padang sudah diramu orang Jawa, Sunda, dan seterusnya. Mungkin hanya orang Batak saja yang tidak mau membuka restoran Padang, karena “alasan-alasan historis”.

Mengapa demikian mudah orang non-Minang mengambil oper gagasan restoran Minang...? Karena faktor selera telah menyatu dengan faktor-faktor nonselera, seperti kepraktisan cara kerja dan teknologi makanan yang tahan basi. Mudahnya pengoperan gagasan restoran Padang oleh orang non-Minang ini pun langsung disusul saat ini oleh fenomena lain yang tidak kalah pentingnya: kemampuan banyak restoran Padang menghidangkan masakan lain yang tadinya non-Padang.

Kebolehan menyerap unsur-unsur lain itu mencapai titik sublimnya ketika penulis masuk ke sebuah restoran Padang di bilangan Pasar Senen, Jakarta. Pemiliknya orang Minang. Juga semua penyaji hidangan. Namun, yang terdengar dialunkan melalui kaset adalah lagu-lagu pop Jawa – Jawa Timuran atau Jawa Tengahan. Mengapa...?

Jawabnya mudah saja: ”Banyak orang Jawa penggemar lagu begini menjadi langganan kami.” Semangat kerja yang memiliki kemampuan antisipasi, menyerap, dan mempergunakan aspek-aspek usaha yang berorientasi pasar inilah yang menjadi rahasia suksesnya restoran Padang.

Mungkinkah hal ini dialihkan pada sesuatu yang lebih berlingkup nasional, seperti penggalakan ekspor dan penciptaan kewiraswastaan yang kompetitif...?

Sumber : Oleh - Abdurrahman Wahid - Majalah Tempo No. 6 Th. XIV, 7 April 1984

!
15/07/2025

!

Masih Efektifkah Isu Islamofobia dalam Dinamika Politik Kontemporer?Dalam kontestasi politik, kemunculan figur pemimpin ...
05/07/2025

Masih Efektifkah Isu Islamofobia dalam Dinamika Politik Kontemporer?

Dalam kontestasi politik, kemunculan figur pemimpin yang memiliki rekam jejak prestasi dan kinerja nyata kerap menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendukung lawan politiknya. Kekhawatiran ini kemudian memicu munculnya berbagai strategi kontra-produktif, seperti penyebaran informasi palsu (hoaks) dan narasi tendensius yang bersifat destruktif, terutama ketika tokoh lawan tidak memiliki capaian yang layak untuk dibanggakan.

Salah satu narasi yang terkadang kembali diangkat adalah isu anti-Islam atau Islamofobia. Namun demikian, di era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan keterbukaan akses data publik, strategi semacam ini semakin kehilangan relevansinya. Pemimpin yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam pengelolaan anggaran serta tata kelola pemerintahan, tidak mudah dijatuhkan hanya dengan tuduhan-tuduhan ringan yang tidak berbasis fakta.

Terlebih lagi, peran para konten kreator dan jurnalis independen yang aktif mendokumentasikan dan menyebarluaskan capaian serta proses pembangunan secara digital, telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menilai langsung integritas dan kapasitas seorang pemimpin.
Fenomena lainnya yang turut menurunkan daya dobrak isu Islamofobia adalah munculnya oknum-oknum yang mengatasnamakan simbol keagamaan, namun justru terlibat dalam praktik korupsi dan pelanggaran hukum.

Realitas semacam ini semakin membuka mata publik bahwa klaim keislaman tidak serta-merta mencerminkan integritas personal. Akibatnya, masyarakat menjadi semakin selektif dan rasional dalam menanggapi isu-isu sektarian yang cenderung bersifat politis dan manipulatif.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan isu anti-Islam sebagai alat delegitimasi politik kian kehilangan efektivitasnya di tengah masyarakat yang semakin cerdas, kritis, dan melek informasi.

Sebenarnya Indonesia tidak miskin tapi perputaran ekonominya yang tidak ada..
02/07/2025

Sebenarnya Indonesia tidak miskin tapi perputaran ekonominya yang tidak ada..

Address

Jakarta
10230

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RangzCotto posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share