14/07/2026
Peluncuran GPU konsumen NVIDIA mendatang ini diperkirakan tidak akan membawa pembaruan arsitektur besar-besaran, melainkan lebih berupa "refresh" berbasis arsitektur Blackwell yang berfokus pada peningkatan kapasitas VRAM., dan kelangkaan VRAM mengindikasikan penundaan peluncuran dari perkiraan awal tahun 2026 menjadi kemungkinan akhir tahun 2026 atau debut di ajang CES 2027.
Berdasarkan bocoran yang pertama kali muncul secara daring pada April 2025, RTX 5070 Ti SUPER akan menggunakan konfigurasi GPU GB203 yang sama dengan RTX 5070 Ti standar, yakni dengan 8.960 CUDA core, konfigurasi memori GDDR7 berkapasitas 24 GB, yang berarti peningkatan sebesar 50% dibandingkan RTX 5070 Ti dengan kecepatan GDDR7 28 Gbps serta bus memori 256-bit yang sama. Perubahan penting lainnya adalah nilai TBP 350W, yang berarti ada peningkatan sebesar 50W atau 17% dibandingkan RTX 5070 Ti, namun belum ada informasi jelas apakah clock GPU akan bertambah tinggi atau tidak.
Dari segi performa gaming umum, diatas kertas sepertinya tidak ada peningkatan yang berarti, dengan asumsi konfigurasi die GB203 seperti yang digunakan di RTX 5070 Ti. Namun, situasinya bisa berubah saat kita beralih ke skenario *gaming* yang lebih berat. Pada resolusi lebih tinggi (seperti 4K), dengan pengaturan tekstur *ultra*, *ray tracing*, *path tracing*, paket tekstur resolusi tinggi, game mod, lingkungan *open-world* yang luas, serta aplikasi di backround, memori tambahan tersebut bisa menjadi jauh lebih bermanfaat.vKapasitas VRAM ekstra ini akan jauh lebih berguna dalam beban kerja non-*gaming*, seperti penyuntingan video, *rendering* 3D, pembuatan gambar berbasis AI, dan inferensi *Large Language Model* (LLM) secara lokal; kapasitas VRAM bisa menjadi penentu apakah beban kerja berjalan lancar, berjalan dengan kompromi, atau bahkan tidak bisa berjalan sama sekali. Di sinilah RTX 5070 Ti SUPER bisa menjadi peningkatan yang jauh lebih berarti dibandingkan pendahulunya.
Sumber : Wccftech