12/10/2026
Bank Indonesia mengungkapkan estimasi potensi kerugian ekonomi nasional akibat serangan siber yang diproyeksikan mencapai Rp 111 triliun pada tahun 2026. Angka ini mencerminkan peningkatan eskalasi ancaman siber yang kian kompleks bagi sektor keuangan nasional.
Dalam merespons risiko ini, BI menyusun Strategi Keamanan Siber Terintegrasi yang berfokus pada penguatan tata kelola, ketahanan infrastruktur digital, serta mitigasi risiko pihak ketiga. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk menjaga stabilitas sistem pembayaran dan kepercayaan publik.
Penyedia layanan keuangan dan masyarakat disarankan untuk memperketat standar keamanan, menerapkan verifikasi berlapis, serta rutin memperbarui sistem pertahanan siber.