01/08/2026
π¨π¨π¨ Jebol! Data Pertamina 1,2 TB Diklaim Dicuri Kelompok Ransomware The Gentlemen
The Gentlemen merupakan kelompok Ransomware-as-a-Service (RaaS) yang aktif sejak sekitar Juli 2025 dan juga dilacak Microsoft sebagai Storm-2697. Kelompok ini diduga sebelumnya beroperasi sebagai afiliasi Qilin dengan nama ArmCorp, sebelum membangun operasi ransomware sendiri. Mereka menggunakan metode double extortion, yakni mencuri data sensitif, mengenkripsi sistem korban, lalu mengancam mempublikasikan data apabila tebusan tidak dibayar. The Gentlemen juga menawarkan pembagian hingga 90% kepada afiliasinya, sehingga mampu berkembang cepat dan menarik banyak pelaku berpengalaman.
Pada 31 Juli 2026, nama Pertamina muncul di situs kebocoran onion milik The Gentlemen dan tercatat dalam pemantauan RansomLook.io. Kelompok tersebut mengklaim telah mencuri data Pertamina dengan total volume lebih dari 1,2 TB atau sekitar 1.200 GB. Data yang diklaim diambil meliputi dokumen NDA, data HR, data pengguna dan karyawan, gambar serta model teknis, dokumen perbankan, akuntansi, perpajakan dan hukum, berkas rahasia, foto pekerjaan, screenshot internal, hingga dokumen yang disebut berkaitan dengan SCADA.
Klaim terhadap Pertamina bukanlah publikasi pertama kelompok ini. Hingga 7 Juli 2026, The Gentlemen telah mencantumkan sekitar 580 korban dari 77 negara, termasuk 103 organisasi sektor manufaktur. Beberapa organisasi yang pernah muncul dalam daftar klaim mereka antara lain Malaysian Nuclear Agency, Kenaitze Indian Tribe, Garfield County Sheriffβs Office, Efrata College of Education, Municipalidad de San Luis, Peachtree Group, World Wide Fittings, Chemco Systems, Okovolt Solartechnik, serta berbagai perusahaan dari sektor energi, kesehatan, teknologi, pendidikan dan pemerintahan. Seluruh nama tersebut tetap harus disebut sebagai korban yang diklaim, sebab unggahan di situs ransomware tidak selalu berarti insiden telah dikonfirmasi oleh organisasi terkait.
Apabila klaim 1,2 TB data Pertamina tersebut terbukti autentik, dampaknya berpotensi mencakup kebocoran data pribadi karyawan, informasi finansial, kontrak, dokumen hukum, hingga informasi teknis dan operasional perusahaan. Namun,