03/08/2021
Pentingnya Konsistensi Diri
Evertson (2011) mengatakan bahwa konsistensi adalah mempertahankan ekspektasi yang sama terhadap sebuah perilaku dalam kegiatan tertentu yang dilakukan sepanjang waktu. Dengan demikian, apa arti konsisten adalah kunci dari kesuksesan.
Setiap orang mempunyai mimpi dan ekspektasi. Ekspektasi tersebut harus diraih dengan berusaha karena tidaklah semua yang kita impikan akan terkabul secara instan. Perlu usaha dan doa yang tinggi untuk mewujudkan keinginan Anda.
Seperti halnya orang pintar, meskipun bakat dari lahir terkadang diandalkan, namun jika tidak diasah dengan baik tetap saja pecuma. Ini sama saja dengan pisau yang sudah lama tidak diasah, walaupun pada dasarnya dapat digunakan untuk memotong, tapi kalau tidak diasah lama-kelamaan tidak akan tajam.
Oleh sebab itu, segala usaha yang dilakukan harus konsisten. Konsistensi diri perlu dilakukan dengan kemauan kuat sehingga dapat menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik.
Contohnya saja jika Anda ingin menurunkan berat badan, hanya dengan olahraga satu kali tidak akan membuat Anda menjadi kurus, perlu tekad yang kuat agar selalu konsisten olahraga sehingga hasilnya terlihat. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sonia, bahwa perilaku konsisten adalah dilihat dari tepatnya orang berpikir, teguh dalam berprinsip, serta kolektif.
Pentingnya Konsistensi Diri
Arti Konsisten Adalah? Pentingnya Konsistensi Diri
Apa arti konsisten juga akan mengantarkan hubungan yang baik dengan orang lain karena dapat dipercaya terutama dalam urusan pekerjaan. Hendaknya, Anda perlu untuk melakukan tindakan secara konsisten dengan begitu, orang disekeliling Anda dapat mempercayai kualitas Anda sebaga pribadi yang unggul.
Tidak hanya itu, dengan melakukan konsistensi diri, Anda akan berusaha untuk mewujudkan tujuan serta berhati-hati dalam setiap tindakan yang akan merugikan. Dengan konsisten juga Anda selangkah lebih maju untuk meraih tujuan dibandingkan dengan yang tidak konsisten.
Orang yang tidak konsisten minat tujuannya akan sulit digapai karena dalam prosesnya tidak melakukan rencana-rencana untuk mencapainya, maka dapat dikatakan orang yang tidak konsisten berbanding lurus dengan sifat malas. Adapun seseorang yang malas akan kalah dengan orang yang konsisten yang setiap harinya mereka menambah input skill untuk mengembangkan dirinya.
Sejalan dengan hal itu, menurut Asyiqor (2005), “Suatu keinginan tidak akan mengarah pada tindakan (action) untuk mewujudkan niatnya selama orang tersebut tidak mempunyai ketetapan hati yang kuat dan timbul keraguan”. Jelaslah bahwa sifat yang tidak konsisten adalah sifat yang labil dan tidak akan mengarah pada keinginan, hasil atau karya, dan tujuannya.
Adapun faktor yang mempengaruhi seseorang untuk tidak konsisten yaitu faktor intrinsik yaitu kesadaran dalam diri yang rendah serta faktor ekstrinsik atau faktor dari luar yang berupa lingkungan dan orang disekitarnya.
Dengan demikian, konsisten adalah penting untuk hidup seseorang. Dengan konsisten, akan mendatangkan keyakinan dan kepercayaan diri serta tindakan yang dilakukan secara terus-menerus adalah wujud dari harapan yang berharga.
Kadangkala dalam menjalani proses pasti ada rintangan bahkan kegagalan. Hal tersebut tersebut akan meruntuhkan niat Anda namun hal yang perlu diingat seseorang yang sukses pasti pernah mengalami kegagalan.
Mark Manson dalam bukunya menyatakan, kebahagiaan datang dari keberhasilan memecahkan masalah. Jadi, masalah juga diperlukan untuk mencapai kebahagiaan, hal yang perlu dilakukan bangkit dari keterpurukan dan konsisten dalam berusaha merupakan faktor penting.
Cara Konsisten
Banyak kita jumpai dalam proses mencapai tujuannya, hanya berakhir di tengah jalan bahkan baru mulai saja sudah ada keinginan menyerah. Dari sini dapat diketahui menjaga konsistensi diri itu tidaklah mudah.
Konsisten adalah permainan jangka panjang, sedangkan motivasi atau keinginan tidak selalu bertahan lama. Oleh sebab itu, hal yang harus diperhatikan adalah dalam niat untuk konsisten jangan bergantung kepada keinginan semata. Sebab, konsistensi merupakan pekerjaan yang teratur dan rutin baik Anda termotivasi ataupun tidak.
Jadi, cara konsisten pertama adalah melakukan hal yang sudah seharusnya Anda lakukan baik saat Anda semangat ataupun bosan. Hal tersebut harus dilakukan bahkan dipaksakan secara rutin sehingga menjadi kebiasaan hidup. Jika sudah menjadi kebiasaan, pekerjaan akan terasa lebih mudah serta jika tidak melakukannya, ada rasa tanggung jawab pada dirinya sendiri.
Cara yang bisa dilakukan untuk menjadikan kebiasaan yaitu dengan merencanakan terlebih dahulu tujuan Anda dan menulisnya di atas kertas.
Dengan menulis tujuan Anda, sudah menunjukkan bahwa Anda berikrar pada diri Anda untuk melaksanakan rencana yang ada sehingga dapat mengontrol dirinya dengan baik (self control). Orang yang menulis rencananya di kertas lebih siap untuk sukses dibandingkan dengan yang tidak karena rencana mereka jelas dan bukan hanya berlandaskan imajinasi saja.
Setelah menentukan tujuan, barulah Anda merencanakan hal apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut secara rinci. Rencana yang rinci akan membuat strategi mencapai tujuan lebih matang serta akan lebih mudah dalam pelaksanaannya karena sudah tergambar secara detail.
Untuk menerapkan kebiasaan konsisten tersebut dalam kehidupan sehari-hari pastikan juga kemampuan Anda untuk menjalaninya. Jangan terlalu berlebihan dalam menyusun rencana jika Anda tidak mampu menjalaninya. Porsi pekerjaan yang terlalu besar akan membuat beban semakin besar sehingga akan mudah mengalami stress dan menyerah.
Oleh sebab itu, lakukanlah sewajarnya dan bertahap dimulai dari porsi yang sedikit, kemudian jika sudah terbiasa barulah dapat ditingkatkan. Contohnya, Anda berencana untuk konsisten belajar menulis.
Jadwal yang Anda rencakan perlu diperhatikan, misalnya sehari 3 jam. Jangan terlalu berlebihan dalam menentukan target seperti merencanakan belajar 10 jam dalam sehari, dsb karena hal tersebut justru dapat membuat Anda tidak konsisten menjalaninya.