Ahmad Fajar Qomarudin

Ahmad Fajar Qomarudin 𝘽𝙚𝙧𝙨𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪𝙝-𝙨𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪𝙝𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙞𝙝 𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙢𝙖𝙣𝙛𝙖𝙖𝙩 𝙗𝙖𝙜𝙞𝙢𝙪.

Permanently closed.
HARUSKAH MENJADI SEMPURNA UNTUK BISA MENASEHATI?Sebagian orang enggan melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, karena mer...
08/09/2026

HARUSKAH MENJADI SEMPURNA UNTUK BISA MENASEHATI?

Sebagian orang enggan melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, karena merasa belum mampu melakukan amalan ma’ruf yang hendak ia perintahkan, atau meninggalkan kemungkaran yang hendak ia larang. Dia khawatir termasuk ke dalam golongan orang yang mengatakan apa yang tidak dia lakukan. Sebagaimana yang disinggung dalam firman Allah ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ(3)

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kemurkaan Allah bila kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (QS. As-Shof: 2-3).

Pertanyaan yang harus kita temukan jawabannya adalah: apakah seorang harus sempurna dulu amalannya, untuk bisa menasehati orang lain? Kemudian apakah setiap orang yang tidak melakukannya apa yang ia perintahkan, dan melanggar sendiri apa yang dia larang, masuk dalam ancaman ayat di atas?

Syaikh Anis Thahir Al-Indunisy, saat kajian membahas kitab Iqtidho’ as-Shirot al-Mustaqiem, di masjid Nabawi malam Senin (20 Rabi’us Tsani 1436 H) menerangkan, bahwa ada dua hal yang perlu dibedakan dalam masalah ini. Beliau mengatakan,

فيه فرق بين أن تنصح غيرك وأنت عاجز عن العفل، وبين أن تنصح غيرك و أنت قادر على الفعل

“Bedakan, antara Anda menasehati seorang, sementara Anda belum ada daya untuk melakukan apa yang Anda nasehatkan. Dengan Anda menasihati seorang, sementara Anda mampu melakukan apa yang Anda nasehatkan.”

Jadi, ada dua jenis orang dalam masalah ini:

Petama, adalah orang yang menasehati orang lain, namun dia belum mampu melakukan amalan ma’ruf yang ia sampaikan, atau meninggalkan kemungkaran yang ia larang.
Yang kedua, adalah orang yang menasehati orang lain sementara sejatinya dia mampu untuk melakukan pesan nasehat yang ia sampaikan. Akan tetapi justru mengabaikan kemampuannya dan ia terjang sendiri nasehatnya, tanpa ada rasa bersalah dan menyesal. Ia merasa nyaman dan biasa-biasa saja dengan tindakan kurang terpuji tersebut.

Orang jenis pertama, dia belum bisa melakukan amalan ma’ruf yang dia perintahkan, karena dia belum memiliki daya untuk melakukannya. Bisa jadi karena hawa nafsunya yang mendominasi, setelah pertarungan batin dalam jiwanya. Sehingga, saat ia melanggar sendiri apa yang dia nasehatkan, dia merasa bersalah dan menyesal atas kekurangannya ini. Serta senantiasa memperbaharui taubatnya.

Saat ia tergelincir pada larangan yang ia larang, ia katakan pada dirinya, “Sampai kapan… sampai kapan kamu seperti ini?! Kamu menasehati orang-orang untuk menjauhi perbuatan ini.. sementara kamu sendiri yang melakukannya?! Tidakkah kamu takut kepada Allah.”

Untuk orang yang seperti ini, hendaknya ia jangan merasa enggan untuk beramar ma’ruf dan nahi munkar. Karena tidak menutup kemungkinan, nasehat yang ia sampaikan, akan membuatnya terpacu untuk melaksanakan amalan ma’ruf yang dia perintahkan, atau meninggalkan kemungkaran yang dia larang. Hal ini sudah menjadi suatu hal yang lumrah dalam pengalaman seorang.

Adapun orang jenis kedua, dia menerjang sendiri pesan nasehatnya, setelah adanya daya dan kemampuan untuk melakukan nasehat tersebut. Namun justru dia abaikan. Saat menerjangnya pun, dia tidak merasa menyesal dan bersalah atas tindakannya tersebut. Orang seperti inilah yang termasuk dalam ancaman ayat di atas.

Seperti seorang ayah merokok di samping anaknya yang dia juga merokok. Lalu Sang Ayah menasehatikan anaknya, “Nak…jangan ngrokok. Ndak baik ngrokok itu..”. Sementara dia sendiri klepas-klepus ngrokok di samping anaknya, tanpa merasa menyesal dan bersalah.

Barangkali makna inilah yang disinggung dalam perkataan para salafus sholih dahulu.

Sa’id bin Jubair mengatakan, “Jika tidak boleh melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, kecuali orang yang sempurna niscaya tidak ada satupun orang yang boleh melakukannya”. Ucapan Sa’id bin Jubair ini dinilai oleh Imam Malik sebagai ucapan yang sangat tepat. (Tafsir Qurthubi, 1/410).

Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata kepada Mutharrif bin Abdillah, “Wahai Mutharrif nasihatilah teman-temanmu”. Mutharrif mengatakan, “Aku khawatir mengatakan yang tidak ku lakukan”. Mendengar hal tersebut, Hasan Al-Bashri mengatakan, “Semoga Allah merahmatimu, siapakah di antara kita yang mengerjakan apa yang dia katakan, sungguh setan berharap bisa menjebak kalian dengan hal ini sehingga tidak ada seorang pun yang berani amar ma’ruf nahi mungkar.” (Tafsir Qurthubi, 1/410).

Al-Hasan Al-Bashri juga pernah mengatakan, “Wahai sekalian manusia sungguh aku akan memberikan nasihat kepada kalian padahal aku bukanlah orang yang paling shalih dan yang paling baik di antara kalian. Sungguh aku memiliki banyak maksiat dan tidak mampu mengontrol dan mengekang diriku supaya selalu taat kepada Allah. Andai seorang mukmin tidak boleh memberikan nasihat kepada saudaranya kecuali setelah mampu mengontrol dirinya niscaya hilanglah para pemberi nasihat dan minimlah orang-orang yang mau mengingatkan.” (Tafsir Qurthubi, 1/410).

___

Referensi :
• Faidah kajian pembahasan kitab Iqtidho’ as-Shirot al-Mustaqiem li mukholafati ash-Haabi al-Jahiim, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, bersama Syaikh Anis Thahir Al-Indunisy. Setiap malam senin di Masjid Nabawi.
• Tulisan di Muslim.Or.Id, yang bertema “Antara Kata dan Perbuatan.” https://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/antara-kata-dan-perbuatan.html

Penulis:
✍🏼 Ust. Ahmad Anshori, Lc
Alumni PP. Hamalatul Qur'an Yogyakarta. Alumni Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia..

💤 QAILULAH BUKAN MALAS!Qailulah atau tidur siang sejenak merupakan salah satu kebiasaan yang dikenal dalam Sunnah. Jadi,...
08/09/2026

💤 QAILULAH BUKAN MALAS!

Qailulah atau tidur siang sejenak merupakan salah satu kebiasaan yang dikenal dalam Sunnah.

Jadi, jangan buru-buru menganggap pegawai yang memanfaatkan waktu istirahatnya untuk tidur sebagai orang yang malas.

Bisa jadi, setelah sejenak beristirahat, tubuh dan pikirannya kembali segar. Mood menjadi lebih baik, semangat kembali tumbuh, dan pekerjaan pun dapat dilakukan dengan lebih fokus dan produktif.

Yang justru merugikan adalah pegawai yang tidak memanfaatkan waktu istirahat dengan baik, lalu tertidur di atas mejanya saat jam kerja.

Ketika waktu bekerja digunakan untuk mengantuk atau tidur, produktivitas pun tentu terganggu.

Istirahatlah sejenak pada waktunya, agar ketika tiba waktunya bekerja, Anda bisa memberikan energi dan hasil terbaik. Istirahat yang tepat bukan tanda malas.

Terkadang, berhenti sejenak adalah cara terbaik untuk kembali bekerja dengan lebih kuat!..

Persiapan Passive Income Menjelang PensiunMEMASUKI USIA 50 TAHUN, JANGAN HANYA MENUNGGU MASA PENSIUNDi usia 50 tahun, mu...
06/09/2026

Persiapan Passive Income Menjelang Pensiun
MEMASUKI USIA 50 TAHUN, JANGAN HANYA MENUNGGU MASA PENSIUN

Di usia 50 tahun, mungkin tenaga kita masih kuat.
Masih bisa bekerja.
Masih bisa mencari nafkah.
Masih bisa berangkat pagi dan pulang sore.

Namun, ada satu kenyataan yang perlu mulai kita pikirkan:
• Tidak selamanya kita akan bekerja dengan tenaga seperti hari ini.
• Suatu saat masa pensiun akan datang.
• Gaji bulanan berhenti.
• Rutinitas pekerjaan berakhir.
• Sementara kebutuhan keluarga tetap berjalan.
• Makan tetap perlu.
• Listrik tetap harus dibayar.
• Kesehatan semakin membutuhkan perhatian.
• Dan keluarga tetap membutuhkan nafkah.

Karena itu, jangan menunggu pensiun untuk memikirkan penghasilan setelah pensiun.
Mulailah membangun aset dan sumber penghasilan tambahan sejak masih memiliki pekerjaan.

Berikut ini mungkin beberapa peluang yang bisa dipersiapkan ...

1️⃣ UGC CREATOR
Menjadi talent iklan produk tanpa harus menjadi selebgram.

• Anda tidak harus terkenal.
• Brand membutuhkan orang biasa yang mampu membuat konten sederhana, natural, dan meyakinkan untuk memperkenalkan produk mereka.
• HP di tangan Anda bisa menjadi salah satu alat untuk menghasilkan.

2️⃣ DIGITAL ASSET FLIPPING
Membangun aset digital, lalu menghasilkan darinya.

• Membangun akun media sosial dari nol, mengembangkan audiens, kemudian memonetisasinya atau bekerja sama dengan brand.
• Akun media sosial bukan hanya tempat hiburan.
• Jika dikelola dengan benar, ia bisa menjadi aset digital.

3️⃣ AFFILIATE PRODUK DIGITAL
⭐ PILIHAN MENARIK UNTUK MEMBANGUN PENGHASILAN TAMBAHAN
Ini menjadi salah satu pilihan yang sangat cocok bagi karyawan yang ingin mulai membangun sumber penghasilan dari dunia digital.

Anda tidak perlu:
❌ Menyimpan stok barang
❌ Menyewa gudang
❌ Membungkus paket
❌ Mengantar pesanan
❌ Memiliki toko fisik

Tugas Anda adalah:
Membuat konten → membantu orang menemukan solusi → merekomendasikan produk yang tepat.

Jika seseorang membeli melalui rekomendasi Anda, Anda mendapatkan komisi.

Bayangkan jika komisi yang diperoleh cukup menarik dan penjualan bisa dilakukan secara konsisten.

Sedikit demi sedikit, hasilnya dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang sangat berarti untuk masa depan.

KENAPA AFFILIATE MENARIK UNTUK BAPAK-BAPAK KARYAWAN?

👉🏻 1. BISA DIMULAI SECARA SEDERHANA
Tidak perlu langsung terkenal.
Tidak perlu punya jutaan pengikut.
Mulailah dengan satu akun, satu tema, satu masalah yang ingin Anda bantu selesaikan.

👉🏻 2. TIDAK HARUS MEMPERLIHATKAN WAJAH
Tidak percaya diri tampil di depan kamera?
Tidak masalah.

Anda bisa membuat konten sederhana:
☕ Suasana kopi pagi
💻 Meja kerja
📱 Aktivitas sehari-hari
📚 Buku atau produk yang relevan
🎥 Video singkat dengan teks yang memberikan solusi

Yang terpenting bukan wajah Anda.
Yang terpenting adalah manfaat yang Anda berikan kepada orang lain.

👉🏻 3. BISA DIKERJAKAN DI LUAR JAM KERJA
Tidak perlu langsung meninggalkan pekerjaan utama.

Mulailah setelah pulang kerja.
Gunakan waktu 30 menit, 1 jam, atau waktu luang yang selama ini habis hanya untuk scrolling tanpa tujuan.
Sedikit demi sedikit.
Satu konten hari ini.
Satu konten besok.
Terus belajar.
Terus memperbaiki.

👉🏻 4. KONTEN BISA TERUS BEKERJA UNTUK ANDA
Konten yang Anda buat hari ini bisa tetap ditemukan orang beberapa hari, beberapa minggu, bahkan lebih lama.

Marketplace dan platform digital dapat membantu proses transaksi berjalan sepanjang waktu.

Namun ingat:
Ini bukan berarti benar-benar tanpa kerja.
Di awal, Anda tetap harus belajar, membuat konten, memahami produk, dan membangun kepercayaan.

Tetapi jika dilakukan dengan konsisten, Anda sedang membangun aset digital yang berpotensi terus menghasilkan.

JANGAN MALU MEMULAI DI USIA 50 TAHUN
Jangan berkata:
"Saya sudah terlalu tua untuk belajar media sosial."
Jangan berkata:
"Anak muda lebih hebat dalam teknologi."
Jangan berkata:
"Saya tidak bisa membuat konten."
Ingat...

Anda tidak sedang berlomba menjadi anak muda.
Anda sedang mempersiapkan masa depan.
Usia boleh bertambah.
Tetapi kemampuan untuk belajar tidak boleh berhenti.

Hari ini mungkin Anda masih memiliki pekerjaan.
Namun alangkah baiknya jika sambil bekerja, Anda mulai membangun sesuatu yang suatu hari dapat membantu menopang kehidupan ketika masa pensiun tiba.

Jangan hanya bekerja untuk mendapatkan gaji.
Mulailah membangun aset yang tetap bisa memberikan penghasilan.
Tidak perlu langsung besar.

Mulailah dari kecil.
Dari satu akun.
Dari satu konten.
Dari satu produk.
Dari satu penjualan.

Karena masa depan yang lebih tenang sering kali dimulai dari keberanian mengambil langkah kecil hari ini.

🔥 Jangan menunggu pensiun untuk mencari penghasilan tambahan.

📱 Mulailah membangun aset digital sejak sekarang, agar ketika tenaga mulai berkurang, Anda sudah memiliki sesuatu yang membantu menopang kehidupan.

Usia 50 bukan akhir untuk memulai.
Justru mungkin inilah saat terbaik untuk mempersiapkan masa depan dengan lebih bijaksana.

Wallâhu A'lamu Bish Shawâb...

🌧️ 𝗗𝗜𝗧𝗜𝗠𝗣𝗔 𝗠𝗨𝗦𝗜𝗕𝗔𝗛? 𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗣𝗨𝗧𝗨𝗦 𝗔𝗦𝗔… 𝗔𝗗𝗔 𝗝𝗔𝗡𝗝𝗜 𝗜𝗡𝗗𝗔𝗛 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗔𝗟𝗟𝗔𝗛     🔹 Musibah itu PASTI datangSetiap manusia pasti akan...
06/09/2026

🌧️ 𝗗𝗜𝗧𝗜𝗠𝗣𝗔 𝗠𝗨𝗦𝗜𝗕𝗔𝗛? 𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗣𝗨𝗧𝗨𝗦 𝗔𝗦𝗔… 𝗔𝗗𝗔 𝗝𝗔𝗡𝗝𝗜 𝗜𝗡𝗗𝗔𝗛 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗔𝗟𝗟𝗔𝗛

🔹 Musibah itu PASTI datang
Setiap manusia pasti akan menghadapi musibah: kehilangan orang tercinta, sakit, gagal dalam usaha, atau cobaan hidup lainnya.

Tapi ketahuilah, musibah bukan tanda Allah membenci, justru itu bentuk ujian agar kita naik derajat.

📖 Allah Ta’ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)

💡 𝗔𝗣𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗛𝗔𝗥𝗨𝗦 𝗞𝗜𝗧𝗔 𝗟𝗔𝗞𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗦𝗔𝗔𝗧 𝗠𝗨𝗦𝗜𝗕𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗡𝗜𝗠𝗣𝗔?

➡️ Jangan mengeluh
➡️ Jangan marah kepada takdir
➡️ Segeralah ucapkan dzikir dan doa yang diajarkan oleh Nabi ﷺ

📜 Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ، فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa musibah lalu ia membaca sebagaimana yang diperintahkan Allah:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uin.
Alloohuma'jurnii fii mushiibatii, wa akhlif lii khoiron minhaa

‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya".

melainkan Allah pasti akan menggantikan untuknya dengan yang lebih baik."
(HR. Muslim)

🥀 𝗞𝗘𝗡𝗔𝗣𝗔 𝗛𝗔𝗥𝗨𝗦 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗨𝗖𝗔𝗣𝗞𝗔𝗡 𝗗𝗢𝗔 𝗜𝗡𝗜?

✅ Agar hati tenang menerima takdir
✅ Agar Allah beri pahala atas kesabaran
✅ Agar Allah ganti musibah dengan kebaikan yang tak disangka

💬 Contoh nyata:
Ummu Salamah رضي الله عنها membaca doa ini saat wafatnya suaminya tercinta, Abu Salamah. Lalu apa yang terjadi? Allah gantikan untuknya suami yang lebih baik: Rasulullah ﷺ sendiri yang meminangnya. Subhanallah!

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

📌 “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya.”

Sabar bukan berarti lemah. Sabar adalah kekuatan hati yang percaya bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan air mata hamba-Nya. Maka, jangan buru-buru putus asa. Ucapkan doa ini… dan lihat bagaimana Allah menggantinya dengan yang lebih baik. 💖

Yuk, saling menguatkan dalam kesabaran… karena surga itu dijanjikan bagi orang-orang yang sabar!
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)

Wallahu A'lamu Bish Shawâb ..

🤲 DOA AGAR TERHINDAR DARI BENCANAاَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَف...
06/09/2026

🤲 DOA AGAR TERHINDAR DARI BENCANA

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ

Allâhumma innî a'ûdzu bika min zawâli ni'matika wa tahawwuli 'âfiyatika wa fujâ-ati niqmatika wa jamî'i sakhotika

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dari berubahnya afiat-Mu, dari bencana yang datang tiba-tiba dan dari semua kemurkaan-Mu."
(HR. Muslim).
..

Berkata Imam Ali bin Zainal Abidin bin Al-Husain radhiallahu 'anhuma:رضا بمكروه القضاءمن أعلى درجات اليقينRidha menerima...
06/09/2026

Berkata Imam Ali bin Zainal Abidin bin Al-Husain radhiallahu 'anhuma:

رضا بمكروه القضاء
من أعلى درجات اليقين

Ridha menerima perkara yang tidak dis**ai dari qadha (takdir) termasuk derajat-derajat tertinggi dari iman...

🥀 𝗞𝗘𝗠𝗔𝗞𝗦𝗜𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗡𝗬𝗘𝗕𝗔𝗕𝗞𝗔𝗡 𝗕𝗨𝗠𝗜 𝗧𝗔𝗡𝗗𝗨𝗦 𝗗𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗠𝗔𝗥𝗔𝗨قال شيخ الإسلام ابن تيميّة رحمه اللّه تعالى : قال غير واحد من السلف رحم...
05/09/2026

🥀 𝗞𝗘𝗠𝗔𝗞𝗦𝗜𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗡𝗬𝗘𝗕𝗔𝗕𝗞𝗔𝗡 𝗕𝗨𝗠𝗜 𝗧𝗔𝗡𝗗𝗨𝗦 𝗗𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗠𝗔𝗥𝗔𝗨

قال شيخ الإسلام ابن تيميّة رحمه اللّه تعالى : قال غير واحد من السلف رحمهم اللّه تعالى : إذا قحط المطر فالّدوآب تلعن عصاة بني آدم، فتقول : اللّهمّ العنهم، فبسببهم أجدبت الأرض وقحط المطر

🎙 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu mengatakan :

Bukan hanya satu Salaf rahimahumullahu ta'ala yang berkata :

"Apabila hujan tak turun (kemarau), maka hewan-hewan akan melaknat para pelaku maksiat dari kalangan Bani Adam (manusia), mereka mengatakan:
"Ya Allah, laknatlah mereka, karena dengan sebab merekalah bumi tandus dan hujan tak turun (kemarau)."

📚 Kitab Majmu'ul Fatawa jilid 8 hlm. 17

♻️ Mujahid bin Jabr _rahimahullahu_ berkata :

إن البهائم تلعن عصاة بني آدم إذا اشتدت السنة، وأمسك المطر. وتقول: هذا بشؤم معصية ابن آدم.

Sesungguhnya hewan-hewan melaknat pelaku maksiat dari Bani Âdam ketika terjadi paceklik dan kemarau panjang, hewan-hewan tersebut berkata:
"Musibah ini disebabkan efek samping kemaksiatan anak Adam (manusia)."

📚 Hilyatul Auliya': 3/286..

04/09/2026

Kamu lebih s**a Kopi Arabica atau Robusta?

𝘛𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘰𝘭𝘰𝘮 𝘬𝘰𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳 ...

Address

Jalan Radar Auri
Depok

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ahmad Fajar Qomarudin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Ahmad Fajar Qomarudin:

Shortcuts

Share