28/07/2018
Saat kecil ia membuka pintu surga untuk ayahnya..
saat dewasa ia menyempurnakan agama untuk suaminya
Saat menjadi ibu, ia menjadi penggerak semua doa
oleh karena itu, ia dimuliakan Alloh dengen menempatkan surga dintelapak kakinya..
Ketika seorang perempuan sudah menjadi IBU,
maka ALLOH akan menganugerahkan kepadanya satu senjata yang sangat ampuh di muka bumi ..
"Tahukah apa itu?"
Itu adalah Lisannya..
Lisannya akan menjadi Berat timbangannya..
Lisannya akan menjadi pembuka pintu pintu langit..
Ucapannya akan diijabah..
doanya akan melesat tanpa penghalang..
doa ibu akan mampu menjadi penghancur kesulitan bagi anak keturunannya..
Dan mengeluhnya seorang ibu akan menjadi pemberat langkah setiap anggota keluarganya, termasuk bagi suaminya..
Maka pantang bagi seorang ibu untuk mengeluh,
karena keluhannya pun akan menjadi kenyataan,
sebagaimana harapan dan doanyapun akan menjadi kenyataan..
ucapan buruknya akan menjadi kendala bagi dirinya dan keluarganya.
Lisan seorang ibu layaknya mukjizat para nabi..
atau Karomah para kyai..
Maka berhati hatilah wahai para ibu
ketika Anda menggunakan senjata terampuh ini..
gunakan untuk bermunajat meminta kepada ALLOH_agar suamimu dimudahkan dalam mencari nafkah..
Jangan mengeluhkan tentang dirinya.
Itu justru akan semakin memberatkan..
Gunakan untuk bermunajat meminta kemudahan dan Kesalehan atas anak anakmu
jangan mengeluhkannya. Karena itu akan menjadi benar adanya..
Perempuan ditakdirkan jadi pendamping Lakilaki dan mulia, semulianya diri lahiriah perempuan yang bisa menghormati lahiriah Lakilaki ataupun nantinya yang jadi pendamping hidupnya.
Maka bila sudah waktu bahagia itu sampai jalanilah pelayanan kepada pendamping yang hanya untuk terjadinya kelahiran karunia(Bayi bayi) yang baik baik dalam niatan dan bersungguh sungguh untuk lengkap kemulian perempuan pada abad kini dan mendatang terlahirkan adanya, sedemikian halnya untuk lahiriah Lakilaki akan juga mulia.
Untuk lengkapnya Kemulian untuk kaum perempuan yang terlahir adanya namun dalam Hak manusia hidup.
Sebaik mungkin pelaksanaan Hak Syah kepada pendamping Rumah tangganya hanya kepada yang sudah Syah bila paham hal Hak hidup manusia di alam Maha pencipta ini.
Perlu saya lengkapi dari adanya ketaatan pada paham akidah agama & undang undang yang sama di Negri ini, dalam Hal rumah tangga/pernikahan.
Ragam keyakinan berpedoman pada Agama untuk tiap tiap warga adalah Hak tiap jiwa warga.
Mestinya kitapun sudah sangat prihatin dari sudah ada tertayangnya siaran TV yang acara programnya mengungkap permasalahan selingkuh di TV Swasta dalam waktu dekat ini.
Sebaiknya Tiap Kedua Orang Tua masing masing Pihak, Para saksi saksi pengesahan,Pimpinan agama/Penghulu sampai Stap KUA Negri penghimpun data Syah harus di Jujuri, untuk Sempurnanya Kemulian itu.
"Subhanallah Wabbihamdihi"