08/09/2026
Demand tinggi seharusnya jadi kabar baik. Tapi, apa jadinya kalau kapasitas produksi tidak bisa mengimnbanginya?
Itulah salah satu tantangan yang dihadapi Coca-Cola Puerto Rico Bottlers.
Ketika demand meningkat, mereka justru menghadapi berbagai kendala mulai dari gangguan supply chain, inflasi, dampak pandemi, hingga kekurangan tenaga kerja. Akibatnya, produktivitas manufaktur menurun dan risiko out-of-stock naik.
Menariknya, solusi mereka bukan sebatas menambah kapasitas produksi, tetapi menelusuri isu lewat pertanyaan yang lebih fundamental βDi mana sebenarnya produktivitas kita hilang?β
Dengan manufacturing analytics, downtime dan inefficiency dapat terlihat lebih jelas. Dari sana, masalah bisa diprioritaskan, resources dialokasikan dengan lebih tepat, dan waktu produksi yang terbuang dapat dikurangi.
Pada akhirnya, meningkatkan produktivitas bukan tentang bekerja lebih lama atau menambah jumlah mesin. Tapi tentang memiliki visibility yang cukup untuk tahu apa yang perlu diperbaiki dalam sistem.
Dengan Tessa ERP, proses bisnis dapat terhubung dalam satu alur yang saling terkait:
π Planning
π Purchasing
π¦ Inventory
π Production
π Warehouse
π° Finance
Ketika setiap proses saling terhubung, masalah operasional pun jadi lebih mudah dipahami, dikoordinasikan, dan dimitigasi.