Tober Host Indonesia

Tober Host Indonesia Layanan web hosting dan domain

Tim iConic dari Institut Teknologi Bandung (ITB) — terdiri dari Mahesya Friemay Romadhoni, Muhammad Yasser Saputro, dan ...
06/06/2026

Tim iConic dari Institut Teknologi Bandung (ITB) — terdiri dari Mahesya Friemay Romadhoni, Muhammad Yasser Saputro, dan Rizky Miftah Alfiah (Teknik Industri 2023) — mengembangkan SADAR Helmet, sebuah helm motor cerdas berbasis IoT yang dirancang khusus untuk mencegah kecelakaan akibat microsleep. Detik
Helm ini mengintegrasikan sensor Photoplethysmography (PPG), akselerometer, dan giroskop untuk memantau kondisi fisiologis sekaligus gerakan kepala pengendara secara real-time. Ketika sistem mendeteksi tanda-tanda kantuk, helm langsung memberikan peringatan preventif melalui getaran, suara, dan notifikasi digital. Detik
Ke depan, tim berencana memperluas sistem dengan integrasi aplikasi mobile, GPS tracking, cloud monitoring, dan analisis berbasis AI untuk meningkatkan akurasi deteksi kantuk, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan industri helm, sektor otomotif, dan pemerintah untuk produksi massal. Institut Teknologi Bandung
Inovasi ini berhasil meraih Juara 2 pada ajang Smart Safety Competition (SASECOM) 2026 yang diselenggarakan OSH Forum FKM Universitas Diponegoro. Detik

Sumbe


05/06/2026

Otomasi kini resmi masuk ke industri kecantikan — dan ini bukan sekadar konsep.
Perkenalkan LUUM, robot lash extension bertenaga AI pertama di dunia yang dikembangkan untuk mendefinisikan ulang standar efisiensi dan presisi di dunia perawatan kecantikan.
Cara kerjanya:
👁️ Computer vision real-time — Mesin ini memindai mata secara langsung menggunakan kamera kecepatan tinggi dan algoritma AI canggih untuk memetakan posisi setiap helai bulu mata alami.
🦾 Dua lengan robotik ultra-ringan — Satu lengan memisahkan bulu mata asli, satu lengan lainnya memasang ekstensi dengan presisi tingkat mikro. Model terbaru mampu mengerjakan kedua mata secara bersamaan.
⏱️ Efisiensi luar biasa — Durasi sesi full-set yang biasanya memakan waktu 2 jam kini bisa diselesaikan hanya dalam 33 menit.
🛡️ Keamanan tervalidasi — Sensor gerak pada mesin akan menghentikan seluruh pergerakan robot dalam hitungan milidetik apabila pengguna berkedip atau menggerakkan kepala secara tiba-tiba.
🎨 Manusia tetap memegang kendali — LUUM dirancang sebagai alat bantu, bukan pengganti. Lash artist profesional tetap bertugas menentukan desain, melakukan kustomisasi, dan memberikan sentuhan akhir.
Kehadiran LUUM bukan sinyal bahwa profesi lash artist akan hilang — justru sebaliknya. Teknologi ini memungkinkan mereka bekerja lebih cepat, lebih konsisten, dan menangani lebih banyak klien tanpa mengorbankan kualitas.

Sumber: .robots / TIME / LUUM Inc.




Selama ini banyak yang berasumsi profesi berbasis keterampilan manual yang paling rentan tergantikan AI. Riset terbaru d...
05/06/2026

Selama ini banyak yang berasumsi profesi berbasis keterampilan manual yang paling rentan tergantikan AI. Riset terbaru dari Anthropic membantah hal tersebut.
Dalam laporan berjudul "Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence", peneliti Anthropic membandingkan potensi otomatisasi AI dengan data riil penggunaan chatbot Claude oleh para profesional. Hasilnya cukup mengejutkan:
📌 Guru dan tenaga pendidik menempati posisi paling aman. Tugas inti pengajaran di kelas — termasuk manajemen ruang kelas dan interaksi sosial langsung — belum bisa disentuh AI secara signifikan.
📌 Programmer justru paling rentan. Tugas seperti coding, pembaruan sistem, dan pengelolaan perangkat lunak kini semakin banyak diotomatisasi AI secara langsung.
📌 Profesi berisiko tinggi lainnya: Customer service, data entry, analis riset pasar, analis keuangan, hingga penguji perangkat lunak.
📌 Fakta mengejutkan soal gaji: Pekerja yang paling terpapar AI justru didominasi lulusan sarjana (37,1%) dan pascasarjana (17,4%) dengan rata-rata gaji $32,69/jam — jauh di atas pekerja yang tidak terpapar AI ($22,23/jam).
📌 Kabar baiknya: Hingga laporan ini dirilis, Anthropic belum menemukan lonjakan pengangguran masif, bahkan di profesi yang paling rentan sekalipun. Adopsi AI di dunia kerja masih jauh dari batas kemampuan maksimalnya.
Kesimpulan: AI bukan ancaman bagi semua pekerjaan secara merata. Yang paling terdampak adalah pekerjaan berbasis layar dengan tugas yang dapat didefinisikan secara digital. Guru aman bukan karena teknologinya terbatas — tapi karena nilai kemanusiaan di balik profesi itu belum bisa direplikasi mesin.

Sumber: kompas.com


04/06/2026

Inilah sistem yang bekerja di balik layar setiap kali kamu memesan sesuatu secara online.
Namanya Automated Linear Sorting System — teknologi inti yang digunakan gudang logistik dan e-commerce skala besar untuk menyortir ribuan paket secara otomatis, cepat, dan minim kesalahan.
Cara kerjanya:
① Identifikasi Paket
Setiap paket yang masuk ke jalur konveyor langsung dipindai menggunakan barcode atau teknologi RFID. Data ini menentukan ke lane mana paket tersebut harus diarahkan.
② Pelacakan Posisi Real-Time
Sensor yang terpasang di sepanjang jalur konveyor memantau posisi setiap paket secara kontinu. Sistem menghitung kapan tepatnya paket mendekati titik percabangan yang dituju.
③ Aksi Slider Block
Saat paket tiba di titik yang tepat, moving slider block bergerak secara mekanis dan mengarahkan paket ke lane tujuan yang benar — presisi, tanpa sentuhan tangan manusia.
Mengapa teknologi ini penting?
Sebelum sistem ini ada, sortir paket dilakukan manual — lambat, rawan salah kirim, dan tidak skalabel untuk volume tinggi. Dengan automated sorting, satu jalur konveyor bisa menggantikan puluhan tenaga sortir, bekerja 24 jam tanpa henti, dengan tingkat akurasi yang jauh lebih konsisten.
Di era pertumbuhan e-commerce yang terus meningkat, sistem seperti ini bukan lagi kemewahan — ini adalah infrastruktur dasar operasional logistik modern.

Sumber : .discoveries dari Massimo (X)


Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola — ini adalah deployment skala besar teknologi AI di olahraga paling d...
04/06/2026

Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola — ini adalah deployment skala besar teknologi AI di olahraga paling ditonton di dunia.
FIFA menerapkan empat lapis teknologi baru yang saling terintegrasi:
① Bola Trionda + Chip 500Hz
Bola resmi turnamen dilengkapi sensor gerak yang merekam data hingga 500 kali per detik. Fungsinya krusial: mendeteksi kapan tepatnya pemain menyentuh bola — data yang selama ini jadi sumber perdebatan dalam keputusan handball dan offside.
② Avatar 3D — 1.248 Pemain, Scan 1 Detik
Seluruh peserta turnamen menjalani pemindaian tubuh penuh. Hasilnya adalah model 3D beresolusi tinggi yang digunakan untuk membantu sistem offside semi-otomatis menganalisis posisi pemain yang terhalang atau bergerak cepat — sekaligus ditayangkan ulang untuk penonton TV.
③ Sistem Pelacakan Semi-Otomatis
Kamera stadion melacak posisi bola dan pemain sebanyak 50 kali per detik. Data ini diproses bersama avatar 3D untuk menghasilkan keputusan offside yang lebih akurat dibanding sistem kamera konvensional.
④ Football AI Pro
Asisten AI taktis yang dapat diakses oleh semua 48 tim peserta. Platform ini mengolah data statistik menjadi ringkasan teks, grafik, dan analisis video — memberi tim dengan anggaran terbatas akses ke level analitik yang sebelumnya hanya dimiliki klub-klub elite.
⑤ Referee View
Kamera yang dikenakan wasit kini distabilkan oleh AI, menghasilkan sudut pandang lapangan yang lebih jernih untuk keperluan review dan siaran.
Ini bukan upgrade kecil. Ini adalah pergeseran fundamental: dari wasit sebagai satu-satunya penentu fakta, menuju sistem hibrid manusia-AI yang saling mengonfirmasi.

Sumber :





03/06/2026

Tiongkok tengah menjalankan salah satu transformasi pendidikan berbasis AI terbesar di dunia — dan hasilnya sudah terlihat di ruang kelas nyata.
Cara Kerja Sistemnya:
Guru cukup memasukkan tumpukan kertas ujian ke pemindai dokumen. Sistem AI menggunakan computer vision untuk membaca tulisan tangan siswa, mencocokkan jawaban, lalu menandai hasil koreksi secara otomatis — selesai dalam hitungan menit. Video yang beredar menampilkan lembar jawaban matematika kelas 7 tahun ajaran 2025–2026 yang diproses dengan metode ini.
Skala Adopsi:
→ 1 dari 4 sekolah di Tiongkok sudah menguji sistem penilaian otomatis berbasis AI
→ Program percontohan resmi diluncurkan 2018 dan 2021 di 103 kota dan universitas
→ Hingga akhir 2024, hampir 3 juta guru telah dilatih literasi AI
→ Lebih dari 700 alat AI telah dibangun khusus untuk ekosistem ruang kelas
→ Mei 2025, Kementerian Pendidikan merilis buku putih yang menjadikan 2025 sebagai tahun dimulainya integrasi AI ke seluruh lapisan sistem pendidikan nasional
Kelebihan yang Diklaim:
Teknologi ini paling efektif untuk soal objektif — kalkulasi matematika dan pilihan ganda. Guru dapat dengan cepat mengidentifikasi soal mana yang paling banyak salah dijawab, sehingga intervensi pembelajaran lebih tepat sasaran.
Catatan Kritis:
Para pakar memperingatkan bahwa kecepatan adopsi tidak diimbangi regulasi perlindungan data yang memadai. Data tulisan tangan dan pola jawaban siswa yang dikumpulkan sistem AI berpotensi menimbulkan risiko privasi serius jika tidak dikelola dengan kerangka hukum yang jelas.
Ini bukan sekadar efisiensi administratif — ini adalah pergeseran fundamental dalam cara sistem pendidikan memandang peran guru dan data siswa.
Sumber: Unknown


Arab Saudi secara resmi mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke seluruh rantai operasional Haji 2026. Inisi...
03/06/2026

Arab Saudi secara resmi mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke seluruh rantai operasional Haji 2026. Inisiatif ini dipimpin oleh Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) dan mencakup tiga lini utama:
① Manajemen Kerumunan Real-Time
Platform Baseer dan Sawaher — dikembangkan bersama Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi — menggunakan computer vision dan thermal imaging untuk memantau kepadatan jemaah di Masjidil Haram, Mina, Arafah, dan Muzdalifah. Sistem ini mampu memprediksi lonjakan kerumunan sebelum terjadi dan mendukung respons darurat lebih cepat.
② Efisiensi Perjalanan Sebelum Keberangkatan
Mecca Route Initiative telah dimanfaatkan lebih dari 1,5 juta jemaah dan kini aktif di 17 bandara di 10 negara. Jemaah dapat menyelesaikan pendaftaran biometrik dan pemrosesan tiket sebelum tiba di Arab Saudi, memotong antrean kedatangan secara signifikan.
③ Layanan Digital Terintegrasi
Aplikasi Tawakkalna dan Nusuk menyediakan lebih dari 1.300 layanan digital — mulai dari izin haji, navigasi, info cuaca, hingga ambulans darurat. Nusuk Card menyimpan data medis dan kontak darurat jemaah dalam satu identitas digital.
Menurut juru bicara SDAIA, Majed al-Shehry, tujuan utama implementasi ini adalah menghadirkan teknologi yang bekerja transparan di balik layar — bukan menggantikan pengalaman spiritual, melainkan memastikan jutaan jemaah menjalankan ibadah dengan aman, lancar, dan efisien.
Sumber: IDN Times


02/06/2026

Pemeriksaan kolong kendaraan secara manual menggunakan cermin panjang sudah lama jadi standar di pos keamanan. Lambat, inkonsisten, dan sangat bergantung pada tingkat konsentrasi petugas — terutama di titik masuk dengan volume lalu lintas tinggi.
Solusinya sudah ada.
Sebuah perusahaan teknologi asal Pakistan mengembangkan sistem Automatic Under-Vehicle Surveillance System (UVSS) yang menanamkan kamera resolusi tinggi dan pencahayaan LED langsung ke permukaan jalan. Saat kendaraan melintas, sistem memindai seluruh bagian kolong secara real-time dan menampilkan hasilnya langsung ke layar personel keamanan.
Apa yang membuat sistem ini unggul?

🔍 Komparasi historis — sistem membandingkan hasil scan terbaru dengan scan sebelumnya dari kendaraan yang sama untuk mendeteksi objek baru atau yang dihilangkan
🚗 Integrasi ANPR — terhubung dengan Automatic Number Plate Recognition untuk memflagging kendaraan mencurigakan sebelum memasuki fasilitas
⚡ Eliminasi human error — kecepatan dan konsistensi pemindaian tidak dipengaruhi kondisi petugas

Di mana sistem ini relevan?
Fasilitas militer, bandara, gedung pemerintahan, hingga kawasan industri strategis — semua titik masuk di mana konsekuensi ancaman yang terlewat tidak bisa ditoleransi.
Ini bukan sekadar upgrade alat. Ini pergeseran paradigma keamanan fisik berbasis data.

Sumber: .ai


Pose tanda V atau peace sign sudah lama jadi gaya ikonik saat berfoto. Tapi di tengah kemajuan teknologi AI, kebiasaan i...
02/06/2026

Pose tanda V atau peace sign sudah lama jadi gaya ikonik saat berfoto. Tapi di tengah kemajuan teknologi AI, kebiasaan ini mulai mendapat sorotan serius dari para ahli keamanan siber.
Apa risikonya?
Pakar keamanan asal China, Li Chang, memperingatkan bahwa sistem AI kini mampu mengekstrak detail sidik jari hanya dari foto yang diunggah ke internet — termasuk selfie atau foto grup biasa. Menurutnya, foto yang diambil dari jarak 1,5 hingga 3 meter pun masih berpotensi menampilkan detail sidik jari secara parsial.
Sudah ada kasusnya?
Ya. Di China, pelaku kejahatan dilaporkan pernah mencoba membuka smart door lock menggunakan foto tangan pemilik rumah yang beredar di media sosial.
Apakah semua foto berbahaya?
Tidak otomatis. Para ahli menegaskan risiko meningkat secara signifikan jika tiga kondisi ini terpenuhi:

📸 Resolusi gambar tinggi dan tajam
💡 Pencahayaan baik sehingga detail jari terlihat jelas
✋ Posisi jari menghadap langsung ke kamera

Apa yang bisa dilakukan?
Tidak perlu panik, tapi mulai lebih selektif — terutama saat mengunggah foto dengan pose tangan jelas dan resolusi tinggi ke platform publik.

Sumber:





Address

Jalan Soekarno Hatta No. 752, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung
Bandung
40614

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tober Host Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share