IDNFinancials

IDNFinancials Indonesia's premier stock and marketplace platform. | Available on Google Play |

IDNFinancials is a Video and Technological Platform for Indonesia's stock exchange.

JAKARTA – Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) ke level 1,25%, menjadi level tert...
18/09/2026

JAKARTA – Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) ke level 1,25%, menjadi level tertinggi dalam lebih dari 3 dekade atau sejak April 1995.

Keputusan itu diambil sesuai hasil voting yang diumumkan pada Jumat (18/9), di mana sebanyak 7 anggota dewan BoJ mendukung kenaikan 25 bps. Sementara 2 anggota lainnya berbeda pendapat.

Dalam keterangan resminya, BoJ menyebut keputusan itu sebagai respons atas inflasi yang terus meningkat, seiring lonjakan harga minyak mentah dunia.

Langkah ini pun menyusul keputusan serupa, yang dilakukan bank sentral lain seperti Federal Reserve dan European Central Bank (ECB).

“Inflasi di tingkat grosir masih tinggi dan tekanan harga dari transaksi antarbisnis mulai merembet ke harga konsumen,” jelas BoJ dalam keterangan resminya.

Meskipun demikian, suku bunga Jepang masih lebih rendah dari Federal Reserve yang saat ini berada di 3,75-4% dan ECB sebesar 2,5%.

Di Indonesia, bank sentral pada rapat bulanan Agustus 2026 lalu tetap mempertahankan suku bunga di 5,75% setelah kenaikan 100 basis poin sejak awal tahun.

Head of Reaserch Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryananta, dalam risetnya memaparkan bahwa kenaikan suku bunga BoJ kali ini mempersempit selisih suku bunga yen dengan mata uang lain. Selain itu, keputusan BoJ juga dinilai akan mempercepat terjadinya unwind yen carry trade.

“Jika dana dari aset emerging market kembali ke Jepang, hal ini dapat menekan arus modal asing baik di equity maupun bond market,” jelas Liza, dengan menekankan rupiah juga berpotensi menghadapi tekanan di tengah ketidakpastian global.

Baca selengkapnya: https://idnfin.id/a69054

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menerima penghargaan Fortune Indonesia 100 2026 mewakili PT Astra I...
18/09/2026

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menerima penghargaan Fortune Indonesia 100 2026 mewakili PT Astra International Tbk dalam Fortune Indonesia 100 Gala di Jakarta (17/09). Astra menempati peringkat ke-4 dalam daftar Fortune Indonesia 100 2026.

Chief of Corporate Human Capital Development Astra Matilda Esther Rotinsulu menerima penghargaan Fortune Indonesia Outstanding Growth 2026: Biggest Company by Total Employees mewakili PT Astra International Tbk dalam Fortune Indonesia 100 Gala di Jakarta (17/09). Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi kepada Astra sebagai perusahaan dengan jumlah karyawan terbesar.

18/09/2026

Harga kargo minyak fisik lebih tinggi dibandingkan harga minyak mentah dalam kontrak berjangka seperti Brent.

Salah satu penyebabnya adalah kargo fisik dijadwalkan untuk dikirim dalam beberapa pekan, lebih cepat dibandingkan minyak yang diperdagangkan di pasar berjangka.

Kontrak Brent terdekat saat ini merupakan kontrak untuk pengiriman November.

JAKARTA – Produsen susu asal Belanda, Royal FrieslandCampina melalui FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH),...
18/09/2026

JAKARTA – Produsen susu asal Belanda, Royal FrieslandCampina melalui FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), akan mengambil alih kendali PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) melalui skema tukar guling saham senilai Rp14,57 triliun.

Manajemen ULTJ dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (18/9), menyatakan sebagai bagian dari rencana tersebut, perseroan akan menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Melalui rights issue, ULTJ akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7,88 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per lembar.

Pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama ULTJ saat ini, termasuk Sabana Prawirawidjaja dan PT Prawirawidjaja Prakarsa, akan mengalihkan seluruh hak atas saham baru kepada induk usaha PT Frisian Flag Indonesia (FFI), yakni FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (BWG), dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI).

Sementara ketiga pemegang saham FFI ini, selanjutnya akan mengeksekusi HMETD di ULTJ milik mereka, dengan memberikan setoran non-tunai atau inbreng 24.440 lembar saham FFI kepada ULTJ. Mekanisme ini juga akan menjadikan FFI sebagai anak usaha ULTJ dengan kepemilikan penuh.

Porsi kepemilikan saham FCIH di ULTJ diproyeksikan mencapai 28,95% jika seluruh pemegang saham publik menebus haknya dalam rights issue. Namun jika publik tak berpartisipasi dalam rights issue, porsi sahamnya berpotensi mencapai 30,81%.

“Pengambilalihan ini diharapkan dapat memperluas portofolio produk olahan susu dan produk minuman siap konsumsi non-susu milik perseroan,” ungkap manajemen ULTJ, dalam keterangan resminya.

Setelah masuk sebagai pemegang saham pengendali baru ULTJ, FCIH akan diwajibkan menggelar penawaran tender wajib atas sisa saham publik sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara porsi kepemilikan investor publik yang tidak berpartisipasi dalam rights issue ULTJ, berisiko mengalami dilusi hingga 43,11%.

Baca selengkapnya: https://idnfin.id/a69064

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah 22,69 poin atau 0,35% ke 6.439,75 pada perdagangan sesi pe...
18/09/2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah 22,69 poin atau 0,35% ke 6.439,75 pada perdagangan sesi pertama Jumat (18/9), setelah sempat dibuka menguat di awal sesi.

Nilai total transaksi di pasar saham Indonesia mencapai Rp7,5 triliun, melibatkan perdagangan 14,9 lembar saham. Sementara frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,07 kali.

Pelemahan IHSG terjadi setelah pemerintah Indonesia merilis data realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Agustus 2026, yang kembali mencatatkan defisit Rp240,1 triliun. Defisit ini lebih tinggi 1,91% dari realisasi pada akhir bulan sebelumnya.

Mayoritas indeks sektoral melemah pada perdagangan sesi pertama, dengan penurunan paling dalam pada sektor kesehatan 1,67% dan infrastruktur 1,27%. Namun sektor energi dan teknologi tetap menguat, masing-masing 0,22% dan 0,11%.

Seiring dengan pelemahan IHSG, investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp1,14 triliun pada sesi pertama. Sedangkan berdasarkan volume, net sell investor asing juga tercatat sebesar 1,34 miliar lembar.

Saham-saham bank terpantau mencatat net sell terbesar pada sesi pertama, sedangkan saham-saham terkait pertambangan emas dan batu bara tetap mencatat net buy atau pembelian bersih dari investor asing.

Berita terkait: https://idnfin.id/a69057

JAKARTA - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat tajam pada perdagangan sesi pertama, Jumat (18/9), hingga menyentu...
18/09/2026

JAKARTA - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat tajam pada perdagangan sesi pertama, Jumat (18/9), hingga menyentuh batas auto-rejection atas (ARA).

Berdasarkan data hingga pukul 10.09 WIB, saham BYAN melonjak 19,96% atau Rp2.300 menjadi Rp13.825 per saham.

Sebelumnya, saham BYAN ditutup di level Rp11.525 per saham pada Kamis (17/9). Dengan penguatan tersebut, harga saham BYAN telah naik Rp2.300 dari posisi penutupan sebelumnya.

Lonjakan saham BYAN terjadi setelah Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam, pendiri Jhonlin Group, memborong 10 miliar saham BYAN, emiten batu bara milik taipan Dato’ Low Tuck Kwong.

Mengacu pada jumlah saham BYAN sebanyak 33,33 miliar lembar per akhir Agustus 2026, pembelian 10 miliar saham oleh Jhonlin Baratama setara dengan sekitar 30% kepemilikan saham BYAN.

Manajemen BYAN belum mengungkap nilai transaksi akuisisi tersebut dalam siaran resminya. Namun, jika menggunakan harga penutupan BYAN sebelumnya di Rp11.525 per saham, nilai 10 miliar saham tersebut setara sekitar Rp115,25 triliun.

Baca selengkapnya: https://idnfin.id/a69053

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyematkan tambahan notasi khusus pada saham PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP...
18/09/2026

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyematkan tambahan notasi khusus pada saham PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten produsen makanan olahan yang terafiliasi dengan Kaesang Pangarep.

Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, mengatakan PMMP mendapat tambahan kriteria pemantauan khusus nomor 2. Hal ini menyusul laporan keuangan auditan terakhir perseroan, yang mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat atau disclaimer.

Sebelumnya, BEI telah memberikan menetapkan kriteria nomor 1 dan 5 untuk PMMP, imbas masalah likuiditas perdagangan saham di bursa dan kondisi ekuitas perusahaan yang negatif.

“Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 18 September 2026,” jelas Teuku, dalam pengumuman yang disampaikan pada Kamis (17/8).

Selain mendapat cap pemantauan khusus, perdagangan saham PMMP juga telah disuspensi oleh BEI selama lebih dari satu tahun atau sejak 25 Juli 2026.

Mayoritas saham PMMP saat ini berada di bawah kendali PT Tiga Makin Jaya dengan kepemilikan 34,7%. PT Harapan Bangsa Kita, perusahaan yang dimiliki oleh Kaesang Pangarep, memiliki 7,27% saham.

Baca selengkapnya: https://idnfin.id/a69047

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,...
18/09/2026

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk menyiapkan implementasi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan bioetanol hingga 50% persen (E50) demi mengurangi beban impor energi nasional.

Instruksi itu disampaikan dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) pertama tahun 2026, yang digelar di Jakarta pada Kamis (17/9) kemarin.

Perintah itu sekaligus menjadi langkah lanjutan Pemerintah Indonesia, yang sebelumnya telah melakukan inisiatif serupa dalam program biodiesel 50% atau B50 yang bertujuan menghentikan impor solar dengan spesifikasi CN48.

“Belajar berangkat dari ini, bahwa presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk kita membangun E50,” kata Bahlil.

Ia menambahkan bahwa saat ini konsumsi BBM Indonesia untuk solar adalah sekitar 39 juta kiloliter per tahun. “Untuk bensin sama hampir kurang lebih sekitar 39 juta,” imbuh Bahlil.

Dalam kebijakan mandatori B50, Bahlil memaparkan bahwa pasokan solar disubstitusi melalui pengolahan minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan metanol menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME).

Sementara untuk pengembangan E50, lanjut Bahlil, pemerintah akan menggunakan formula transisi serupa, yang berbasis komoditas pertanian domestik.

Hingga saat ini, Bahlil memastikan persediaan energi domestik tetap terjaga meskipun situasi geopolitik global kembali menghadapi ketidakpastian. Adapun tingkat cadangan operasional BBM, saat ini dilaporkan sanggup memenuhi 18-20 hari kebutuhan konsumsi nasional.

Baca selengkapnya: https://idnfin.id/a69035

 

JAKARTA - Emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), memperluas bisnis logistik dengan men...
18/09/2026

JAKARTA - Emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), memperluas bisnis logistik dengan mengakuisisi seluruh saham PT Sejahtera Terminal Logistik (STL) senilai Rp880 juta.

PTRO menyelesaikan transaksi tersebut pada 15 September 2026 melalui dua anak usaha, yakni PT Petrosea Engineering Procurement Construction (PEPC) dan PT Rekakarsa Karya Nusantara (REKAN).

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/9), PEPC membeli 1.497 saham STL atau setara 99,80% dari total saham. Sementara REKAN mengambil tiga saham atau 0,20%.

Dengan transaksi tersebut, PTRO melalui kedua anak usahanya menguasai 100% saham STL. Sebelumnya, 60% saham STL dimiliki Joko M. Slamet dan 40% sisanya dimiliki Zaenal Arifin.

STL bergerak di bidang jasa pelayanan kepelabuhanan laut. Petrosea akan mengintegrasikan STL ke dalam lini bisnis Logistics & Support Services.

“Pembelian seluruh saham STL akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional serta mendukung ekspansi usaha Perseroan melalui penguatan sinergi dan integrasi rantai nilai,” tulis manajemen.

Baca selengkapnya: https://idnfin.id/a69016

 

SINGAPURA — Dolar AS mencapai level tertinggi dalam tujuh pekan pada Kamis (17/9) setelah Federal Reserve (The Fed) mena...
18/09/2026

SINGAPURA — Dolar AS mencapai level tertinggi dalam tujuh pekan pada Kamis (17/9) setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga dan kembali menegaskan komitmennya untuk menekan inflasi.

Namun, penguatan dolar kemudian mereda seiring penurunan harga minyak dan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan

Dikutip dari CNA, The Fed menaikkan suku bunga sekaligus memberi sinyal masih terbuka peluang kenaikan berikutnya.
Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga menegaskan independensi bank sentral meskipun Presiden AS Donald Trump berulang kali mendesak penurunan biaya pinjaman.

Tanpa panduan kebijakan yang jelas dari The Fed, aset-aset AS berpotensi menghadapi tekanan.

Kekhawatiran mengenai sikap Warsh yang dinilai cenderung longgar dapat memicu keraguan terhadap komitmen bank sentral dalam mengendalikan inflasi.

“Risiko terbesar bagi dolar AS adalah tekanan Presiden AS terhadap The Fed kembali meningkat dalam beberapa pekan mendatang. Kondisi tersebut dapat kembali menimbulkan keraguan terhadap independensi The Fed,” kata Michael Pfister, Ahli sStrategi di Commerzbank.

“Namun, The Fed sendiri telah melakukan yang terbaik untuk menghilangkan keraguan tersebut kemarin,” tambahnya.

Pasar masih memperkirakan kebijakan yang lebih ketat dibandingkan proyeksi The Fed.

Pejabat bank sentral memproyeksikan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada 2026 dan mempertahankan level tersebut pada 2027.

Baca selengkapnya: https://idnfin.id/a69014

 

Address

Plaza Mutiara, Jalan Drive Ide Anak Agung Gde Agung Kav E. 1. 2 No. 1-2, Mega Kuningan
Jakarta
12950

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IDNFinancials posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share