Elang Kencana

Elang Kencana Lembaga Usaha dan Pemberdayaan Masyarakat

Berikut penjelasan larangan atau etika berdoa di media sosial, yang sering dibahas dari sudut pandang agama dan sosial:M...
05/01/2026

Berikut penjelasan larangan atau etika berdoa di media sosial, yang sering dibahas dari sudut pandang agama dan sosial:

Menghindari riya’ (pamer ibadah)
Dalam banyak ajaran agama, doa adalah ibadah yang bersifat pribadi. Memublikasikan doa di media sosial dikhawatirkan menggeser niat dari mengharap ridho Tuhan menjadi mencari perhatian, simpati, atau validasi dari manusia.

Doa bukan untuk konsumsi publik
Doa sejatinya adalah komunikasi langsung antara hamba dan Tuhan. Ketika doa dijadikan konten, ada kekhawatiran makna doa menjadi dangkal, formalitas, atau bahkan sekadar caption tanpa penghayatan.

Menjaga keikhlasan dan adab
Tidak semua orang memiliki niat yang sama saat membaca doa di sosmed. Ada yang tulus, tapi ada juga yang menjadikannya alat pencitraan. Karena itu, sebagian ulama atau tokoh agama menyarankan doa cukup disampaikan secara pribadi atau dalam forum yang memang diniatkan untuk ibadah bersama.

Potensi salah paham dan perdebatan
Doa yang diposting bisa ditafsirkan berbeda oleh orang lain, memicu komentar negatif, perdebatan, bahkan ejekan, yang justru mengurangi kekhusyukan dan tujuan doa itu sendiri.

👉 Catatan penting:
Berdoa di media sosial tidak selalu dilarang secara mutlak. Dalam konteks tertentu—misalnya saling mendoakan, penggalangan doa bersama, atau dakwah—hal itu bisa dibolehkan selama niatnya lurus dan adabnya dijaga.

Merayakan tahun ke-10 saya di Facebook. Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda...
01/12/2024

Merayakan tahun ke-10 saya di Facebook. Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda semua. 🙏🤗🎉

01/12/2024

selamat hari minggu. Selamat berkumpul dengan keluarga tercinta...

Kisah NyataIBU YANG MARAH :DOA YANG DIQABUL ALLAH 25 TAHUN KEMUDIANAku sdg membersihkan rumah. Tiba2 anak lelakiku yg ms...
12/01/2021

Kisah Nyata
IBU YANG MARAH :
DOA YANG DIQABUL ALLAH 25 TAHUN KEMUDIAN

Aku sdg membersihkan rumah. Tiba2 anak lelakiku yg msh kecil berlari ke arahku. Dia tersenggol satu pot bunga yg terbuat dari kaca. Pecah hancur berantakan.

Aku benar2 marah krn pot itu mmg mahal harganya. Tanpa ku sadari, aku telah melontarkan kata2,

"Matilah kamu! Semoga kamu ditimpa dinding bangunan dan tulang-belulangmu hancur!”

Tahun demi tahun berlalu. Anak lelakiku membesar, aku sdh lupa akan doa itu. Aku pun tak anggapnya penting dan aku tak tahu bhw doa itu telah naik ke langit.

Anak lelakiku dan adik2nya yg lain tumbuh besar. Dia anak sulung yg paling aku sayangi dari anak2ku yg lain. Dia anak yg rajin dan pandai menghormati aku dan berbakti kepadaku dibandingkan adik2nya yg lain.

Kini dia telah menjadi seorg insinyur. Tak lama lagi dia akan menikah. Tak sabar rasanya aku ingin menimang cucu.

Ayahnya punya sebuah bangunan yg sdh lama dan ingin direnovasi. Maka pergilah anakku bersama ayahnya ke gudang itu. Para pekerja sdh bersiap2 utk merobohkan satu dinding yg sdh usang.

Sementara pekerja sdg bekerja, anakku pergi ke belakang bangunan tanpa diketahui oleh siapa pun. Dgn tak disangka2 dinding bangunan itu roboh menimpanya!

Terdengar suara berteriak dalam runtuhan itu hingga suaranya tak kedengaran lagi.

Semua pekerja berhenti. Heran suara siapa? Mereka berlari ke arah reruntuhan itu. Mereka mengangkat dinding yg menghimpit anakku dgn susah payah dan segera memanggil Ambulan.

Mereka tdk dpt mengangkat badan anakku. Ia remuk seperti kaca yg jatuh pecah berkeping2.

Sebagian mereka mengangkat badan anakku yg hancur dgn hati2 dan segera membawanya ke UGD di RS.

Ketika ayahnya menghubungiku, seakan2 Allah menghadirkan kembali kata2ku padanya semasa ia msh kecil dulu.

Aku menangis hingga pingsan, setelah aku sadar, aku berada di RS dan aku meminta utk melihat anakku. Ketika melihatnya, aku seakan mendengar suara yg berkata,

"INI DOAMU KAN? Sudah AKU kabulkan! Setelah sekian lama engkau berdoa, skrg Aku akan mengambilnya!"

Ketika itu, jantungku seakan berhenti berdetak. Anakku menghembuskan nafasnya yg terakhir. Aku berteriak dan menangis sambil berkata,

"Ya Allah! Selamatkanlah anakku! Jgn pergi nak.."

Seandainya, lidah ini tdk mendoakan kejelekan 25 tahun yg lalu...!
Andaikan..! Andaikan..! Andaikan..! Tetapi kalimat ‘andaikan’ ini tak berguna lagi skrg ini..

Cerita ini dari satu kisah nyata! Pesanku pd para IBU. Jgn sekali2 terburu2 mendoakan KEBURUKAN anakmu ketika kamu sdg marah...!!!

Berlindunglah kepada Allah dari godaan iblis. Jika kamu ingin memukulnya, pukul sajalah, tapi jgn kamu mendoakannya dgn yg bukan2 sehingga kamu akan menyesal sepertiku...!!!!

Sungguh aku menulis ini dgn airmataku yg turut mengalir.

Wahai anakku..! Aku rela rohku turut bersamamu..! Hingga aku boleh beristirahat dari kepedihan yg aku rasakan setelah kepergianmu...

Tolong sebarkan cerita ini kpd semua wanita..! Doakanlah yg baik2 saja utk anak2! Doa itu pasti akan terjawab walaupun utk sekian lama. Tunggulah dan Allah pasti mengabulkannya.
(Disadur dari tulisan
seorang ibu di Malaysia)
🙏


Selamat hari raya idul fitri 1441 Hijriah.Mohon maaf lahir bathin..
23/05/2020

Selamat hari raya idul fitri 1441 Hijriah.
Mohon maaf lahir bathin..

22/05/2020

"AKU INGIN MENIKAH LAGI, SAYANG..."

Aku tau, saat itu air matanya sembab saat kuutarakan keinginanku untuk menikah lagi.
Aku telah memenuhi semua syarat darinya jika hasratku tak terbendung lagi.

Maka saat anak-anak sedang tidur, aku mencoba membangunkannya. Mengajak ia bicara dari hati ke hati.

"Tak cukupkah bagimu satu istri dihidupmu, Mas?" Ujarnya pilu. Nadanya sedikit gemetar, tapi ia berusaha untuk tetap tegar. Air bening menyeruak pelan diujung matanya

"Aku tak bisa mendzalimimu jika pada akhirnya aku memilih selingkuh.." Kataku sedikit pembelaan. "Lebih baik berterus terang. Sesuai syaratmu, harus lebih baik darimu. Aku telah menemukannya.."

Istriku mendadak mengalihkan wajah, tak mau memandangku. Isak tangisnya pecah.

"Bisakah kau pertimbangkan bagaimana perasaan keluargaku? Jika mengetahui aku dimadu?"

"Sudah kupertimbangkan jauh sebelum aku mengambil keputusan itu. Ini jalan terbaik."

" Apakah kau bisa mengerti perasaanku?" tanya nya lagi.

"Ini jalan satu-satunya... " Jawabku singkat. Ini sudah finish. Berminggu-minggu membayangiku. Sangat mengganggu tidurku.

"Apakah ia lebih cantik dariku??"

Bukan, dia sangat menarik. Pribadinya unik, lucu, dan memiliki prinsip yang kuat. Hal itu membuatku jatuh hati. Pria mana yang tidak tertarik? Akupun tak bisa menampikkan itu.

Aku menganggukkan kepala pelan. Mengiyakan pertanyaannya.

Ia diam sesaat. Menundukkan kepalanya tak ingin melihatku.

"Apakah kau masih mencintaiku, Mas...?" Nadanya bergetar.

Aku terdiam beberapa saat. Aku kembali teringat perjuanganku meminangnya. Aku ingat semua pengorbanan darinya. Aku ingat bagaimana ia dengan sabar menemaniku dari awal. Aku tak memiliki apa-apa saat itu. Ia membuktikan kebesaran cintanya dalam wujud cinta sebenarnya. Keputusannya menerima pinanganku bukan mudah. Wanita yang mapan secara usia dan finansial itu dipinang oleh lelaki yang tak mapan secara finansial, serabutan, dan terpaut 10 tahun usianya lebih muda. Aku tau, niatku ini sangat gila dan kurang ajar. Wanita lain mungkin mengutukku dengan sumpah serapah.

Bisa kubayangkan betapa hancur hatinya saat ini. Aku tau, dia sangat kecewa padaku. Kulihat lagi anak- anak yang sedang tidur. Teringat aku bagaimana anak-anak sangat membutuhkan kasih sayangku.

Apalagi yang aku cari. Rumah tanggaku tenteram. Istriku shaliha, dianugerahkan anak-anak yang jelita, juga patuh pada orang tua. Aku sangat beruntung mendapatkan anugerah hidup yang mungkin diidamkan para pria lain diluar sana. Tapi apa yang terjadi denganku???

"Aku sangat mencintaimu... Bahkan lebih dari itu..." Jawabku, seraya membelai jilbabnya lembut.

"Harusnya kau katakan padaku lebih dulu, bahwa kau tak mau dimadu. Kau mengajukan syarat padaku, seakan-akan kau merestui keinginanku. Dan sekarang aku jatuh cinta lagi pada wanita lain, tanpa mengurangi rasa cintaku padamu.." Tambahku lagi.

"Tapi bagaimana dengan anak-anak kita, Mas..." Nada nya sedikit menekan.

Dalam keadaan yang begitu rumit pun, kau tetap menahan amarah dan tak mengurangi sedikitpun rasa hormatmu padaku.

Aku tertunduk.

"Mereka sangat membutuhkanmu. Bisa kau bayangkan jika ada wanita lain yang asing bagi mereka masuk kerumah ini, menjadi bagian dari isi rumah ini? Bisa kau bayangkan bagaimana tetangga menilai kita, Mas? "

"Aku akan memberikan pengertian kepada anak-anak, sayang ..." Timpahku.

" Dan aku tak peduli penilaian tetangga terhadapku."

Dia tau, bahwa aku keras kepala. Dia tau bahwa aku pria yang jika meneguhkan sesuatu, apapun takkan bisa menghalangi. Dia tau, aku pria jika bertekad sekuat baja.

Tangisnya sudah tak terbendung lagi dalam pelukanku. Ia sesenggukan. Ia tak sanggup lagi bicara.

Dulu sekali, saat aku tak memiliki penghasilan yang pasti dan ekonomi dalam keadaan morat-marit, dia memelukku. Mencoba menenangkanku. Menguatkanku. Bahkan ia tak segan-segan menjual satu-satunya perhiasan yang diwariskan dari ibunya untuk dijualkan. Ia wanita yang sangat pandai menjaga kehormatanku. Aku sangat menyadari itu.

Aku memeluknya erat, namun tak mengendurkan niat. Aku bersikeras. Ia masih memelukku.

"Aku yakin kau bisa hidup berdampingan dengannya, sayang. Dia wanita yang baik. Aku mengenalnya, mengenali tabiatnya, mengenali semua prilakunya. Itu sebabnya aku terpikat. Itu sebabnya aku berfikir kalian bisa bersama dalam rumah ini nantinya..."

Demi mendengar itu. Tangisnya makin meledak. Sekuat tenaga ia tahan rengeknya, agar anak-anak tak bangun dari tidur. Ia meninju dadaku pelan.

"Aku mencintaimu sayang .. Juga dia..." lirihku.

Istriku melepaskan pelukannya. Menatapku seraya membenahi jilbabnya. Mengatur nafas dan sebisa mungkin meredakan laju tangisnya. Pandangannya dalam sekali. Matanya sembab. Pipinya basah.

"Silahkan, jika itu maumu Mas... Aku percaya keputusanmu sudah kau pikirkan masak-masak. Aku sangat percaya, kau mampu bertanggung jawab atas pilihanmu. Aku tidak bisa menahanmu lebih kuat dari ini selain aku merelakan dan mengikhlaskanmu. Kau berhak memilih jalan hidupmu. Namun izinkan aku berdamai dengan diriku sendiri. Rasanya tak mudah bagiku untuk menerima ini, dan sangat membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dengan dia jika berada dirumah ini. Aku butuh pemakluman dan pengertianmu, Mas. Bimbing aku. Kuatkan aku..." Ungkapnya padaku.

Aku tau, butuh kesabaran tingkat tinggi untuk mengatakan itu. Hatinya lebur, harapannya untuk menua bersamaku harus berliku.
Senyum kecil terbit diwajahku. Aku kembali memeluknya, bahkan lebih erat.

Dalam pelukan yang begitu dramatis dan syahdu itu. Seketika aku dikagetkan dengan suara yang keras menepuk pundakku.

"Bangun, Mas..."

"Mas... Kau minta dibangunkan jam setengah tujuh..."

"Bangunlah, Mas..." Ujar Istriku berusaha membangunkan ku...

Aku lekas terbangun. Kepalaku pusing. Pandanganku berkunang.

Masya Allah, batinku.

Mimpiku sangat lekat diingatan. Persis nyata. Sungguh anugerah. Kupandangi istriku dengan seksama, rasanya tidak mungkin.

Dulu pernah bergurau saat menemaninya sedang beraktivitas didapur, mengatakan ingin menikah lagi. Bisa dibayangkan. Bukan hanya satu-dua gelas pecah berserakan. Anak- anak segera berkerumun kaget mendengar suara bising itu. Matanya nanar bernyala, sambil menunjuk-nunjuk pisau dapur kearahku.

"Sekali lagi mengatakan itu, jangan salahkan kalau aku khilaf memotong perkakasmu!!"

Aku ngilu. Aku juga ngeri saat membayangkan itu.
Kulihat anak-anak menggigil menahan tawa seraya menunjukku.
Dugaan keras mereka tak mengerti apa yang diucapkan Ibunya. Tapi mereka geli melihat aksi Ibu mereka, rasakan... Mungkin begitu maksudnya.

"Mas...." Teriaknya nyaring dari dapur. "Kopimu nanti dingin..."

"Iya, sayang... Aku bangun..." Ucapku seraya tersenyum dan menuju dapur.

Dalam hati aku menggerutu, mimpi itu terlalu indah bagiku. Bisa jadi itu adalah mimpi terbaikku dihidupku.

"Copas dari grup KBM"

Kami konveksi spesialis seragamMelayani berbagai model seragam olah raga,Harga menyesuaikan model, bahan dan quantity pe...
21/03/2020

Kami konveksi spesialis seragam
Melayani berbagai model seragam olah raga,

Harga menyesuaikan model, bahan dan quantity pesanan

Untuk bertanya harga, mohon mengirimkan desain mock up.

Hubungi kami
081315479590
www.konveksirangkasbitung.com

Kemeja PDL bahan Drill plus bordir komputer.Kemeja model ini biasa digunakan untuk siswa jurusan SMK, peserta kursus, ka...
02/12/2019

Kemeja PDL bahan Drill plus bordir komputer.

Kemeja model ini biasa digunakan untuk siswa jurusan SMK, peserta kursus, karyawan perusahaan dan kalangan lainnya..

Harga yang kami tawarkan hanya Rp. 120.000 sudah terima pakai dengan ketentuan yang berlaku.
Silahkan chatt kami melalui pesan watshapp ke nomor : 081315479590
Atau bisa datang langsung ke alamat jl. Kaduagung cileles, kp. Bojongleles kec. Cibadak, kab. Lebak-Banten. (Konveksi kami bukan dipinggir jalan utama)

BAGI YANG BINGUNG DIMANA TEMPAT MEMBUAT SERAGAM..SILAHKAN HUBUNGI Konveksi RangkasbitungWA : 081315479590
06/10/2019

BAGI YANG BINGUNG DIMANA TEMPAT MEMBUAT SERAGAM..
SILAHKAN HUBUNGI Konveksi Rangkasbitung
WA : 081315479590

Address

Rangkasbitung

Telephone

081315479590

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Elang Kencana posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share