Elang Kencana

Elang Kencana Lembaga Usaha dan Pemberdayaan Masyarakat

Berikut penjelasan larangan atau etika berdoa di media sosial, yang sering dibahas dari sudut pandang agama dan sosial:M...
05/01/2026

Berikut penjelasan larangan atau etika berdoa di media sosial, yang sering dibahas dari sudut pandang agama dan sosial:

Menghindari riya’ (pamer ibadah)
Dalam banyak ajaran agama, doa adalah ibadah yang bersifat pribadi. Memublikasikan doa di media sosial dikhawatirkan menggeser niat dari mengharap ridho Tuhan menjadi mencari perhatian, simpati, atau validasi dari manusia.

Doa bukan untuk konsumsi publik
Doa sejatinya adalah komunikasi langsung antara hamba dan Tuhan. Ketika doa dijadikan konten, ada kekhawatiran makna doa menjadi dangkal, formalitas, atau bahkan sekadar caption tanpa penghayatan.

Menjaga keikhlasan dan adab
Tidak semua orang memiliki niat yang sama saat membaca doa di sosmed. Ada yang tulus, tapi ada juga yang menjadikannya alat pencitraan. Karena itu, sebagian ulama atau tokoh agama menyarankan doa cukup disampaikan secara pribadi atau dalam forum yang memang diniatkan untuk ibadah bersama.

Potensi salah paham dan perdebatan
Doa yang diposting bisa ditafsirkan berbeda oleh orang lain, memicu komentar negatif, perdebatan, bahkan ejekan, yang justru mengurangi kekhusyukan dan tujuan doa itu sendiri.

👉 Catatan penting:
Berdoa di media sosial tidak selalu dilarang secara mutlak. Dalam konteks tertentu—misalnya saling mendoakan, penggalangan doa bersama, atau dakwah—hal itu bisa dibolehkan selama niatnya lurus dan adabnya dijaga.

Address

Rangkasbitung

Telephone

081315479590

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Elang Kencana posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share