KABAR Kompas Televisi

KABAR Kompas Televisi KABAR Kompas Televisi merupakan media yang menyajikan informasi berita yang Tajam & Terpercaya

Iman jadi aksi nyata dalam cek kesehatan gratis untuk semua masyarakat
11/04/2026

Iman jadi aksi nyata dalam cek kesehatan gratis untuk semua masyarakat

PELALAWAN— KABAR KOMPAS.ID Perayaan Paskah Sinodal Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat tahun 2026 berlangsung penuh makna di Jemaat Anugerah Sorek...

https://kabarkompas.id/rekonstruksi-makna-fakir-miskin-sebagai-tolak-ukur-memperbaiki-negera-indonesiaOpini: Yusuf Situm...
18/03/2026

https://kabarkompas.id/rekonstruksi-makna-fakir-miskin-sebagai-tolak-ukur-memperbaiki-negera-indonesia

Opini: Yusuf Situmorang

Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan, melindungi kesehatan masyarakat serta membantu anak bangsa melalui beasiswa. Bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan seperti Bantuan Langsung Tunai(BLT) serta bantuan lainnya yang sengaja diberikan negara untuk mengurai dan mengurangi kemiskinan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penanganan khusus fakir miskin sebagai amanat UUD 1945 pasal 34 ayat 1 yang berbunyi " Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara" pemerintah juga memperkuat pasal 34 UUD 1945 dengan Keputusan Menteri Sosial Nomor 262/HUK/2022 dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.

Dalam keputusan menteri sosial disebut ada sekitar 11 kriteria
yang digunakan pemerintah agar masyarakat mendapat perhatian atau bantuan dari pemerintah, yakni;

1. Tidak memiliki sumber mata pencaharian atau memiliki sumber mata pencaharian tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar
2. Pengeluaran sebagian besar digunakan untuk konsumsi makanan pokok dengan sangat sederhana
3. Tidak mampu berobat ke tenaga medis, kecuali Puskesmas atau yang disubsidi pemerintah
4. Tidak mampu membeli pakaian satu kali dalam satu tahun untuk setiap anggota rumah tangga
5. Mempunyai kemampuan hanya menyekolahkan anaknya sampai jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
6. Atap terbuat dari ijuk/rumbia atau genteng/seng/asbes dengan kondisi tidak baik/kualitas rendah
7. Mempunyai penerangan bangunan tempat tinggal bukan dari listrik atau listrik tanpa meteran
8. Luas lantai rumah kecil kurang dari 8 m2/orang
9. Mempunyai sumber air minum berasal dari sumur atau mata air tak terlindung/air sungai/air hujan/lainnya
10. Dinding rumah terbuat dari bambu/kayu/tembok dengan kondisi tidak baik/kualitas rendah
11. Kondisi lantai terbuat dari tanah atau kayu/semen/keramik dengan kondisi tidak baik/kualitas rendah.

Selain itu, kriteria fakir miskin juga dapat dilihat dari aspek kebutuhan hidup layak (KHL) dan garis kemiskinan (GK) yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai takaran dalam pemberian bantuan.

Perlunya Rekonstruksi Ulang Makna
Fakir Miskin

Pasca 81 tahun Republik Indonesia merdeka, negara selalu hadir dan mengamanatkan agar fakir miskin dipelihara atau dibantu oleh negara. Semenjak itu p**a negara dinilai belum berhasil memberikan bantuan dengan optimal dan tepat sasaran agar warga negara yang terhimpit ekonomi keluar dari jerat kemiskinan.

Bila melihat kriteria yang dimaksud diatas berapakah jumlah penduduk yang tergolong fakir miskin di Indonesia serta berapa dana yang dikucurkan pemerintah pusat untuk penduduk miskin setiap tahunnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan mencapai angka puluhan juta tiap tahunnya, berikut data jumlah kemiskinan di Indonesia dan anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat dari tahun 2021-2025.

1. Tahun 2021 = 26,50 juta orang
Perlindungan sosial Rp. 468,2 triliun

2. Tahun 2022= 26,36 juta orang
Perlindungan sosial Rp. 460 triliun

3. Tahun 2023= 25,90 juta orang
Perlindungan sosial Rp. 476 triliun

4. Tahun 2024= 24,05 juta orang
Perlindungan sosial Rp. 493,5 triliun

5. Tahun 2025= 23,36 juta orang
Perlindungan sosial Rp. 513 triliun
Bahkan Menkeu Sri Mulyani
mengatakan diperkirakan Rp.1.333
triliun anggaran yang langsung
dinikmati masyarakat di tahun 2025

Dengan adanya data BPS setiap tahunnya selayaknya pemerintah dapat melakukan pemetaan dan bantuan terukur buat fakir miskin yang ada di seluruh wilayah penjuru nusantara. Data BPS juga sebagai tolak ukur bantuan agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan pemerintah dapat meningkatkan perekonomian warganya.

Dewasa ini semua langkah telah dilaksanakan oleh pemerintah pusat, propinsi dan pemerintah daerah. Langkah bantuan pemerintah kepada fakir miskin kian seperti kurang efektif, hal ini apakah karna bantuan tidak tepat sasaran ataukah karna pemerintah masih salah memaknai kata " Fakir miskin".

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), fakir miskin adalah kaum yang sangat kekurangan, tidak berharta benda, dan hidup dalam serba kekurangan.
Bila diartikan kata fakir miskin memiliki makna sangat luas dan berpotensi terjadinya mispersepsi yang membuat negara tidak akan dapat mengentaskan kemiskinan dan negara akan tetap stagnan dalam situasi ini.

Bahkan mengenai makna fakir miskin juga dikoreksi salah satu anggota MPR RI DR. Syahrul Aidi Maazat, Lc MA. Menurutnya perlu dilakukan rekonstruksi ulang kata fakir miskin
agar negara berhasil menangani kasus kemiskinan serta agar tidak salah menginterpretasikan kata fakir miskin dalam konteks berbangsa.

"Negara perlu merekontruksi ulang dan menginterpretasikan kembali kata Fakir miskin sebagai tolak ukur pengentasan kemiskinan oleh negara".
Sebab negara selama ini memaknai fakir miskin merupakan warga tidak mampu atau tidak dapat memenuhi kebutuhannya atau kebutuhan keluarganya.

Menurutnya perlu dilakukan kajian secara mendalam arti kata fakir miskin sebab kata sebenarnya bahwa fakir dan miskin harus dipisahkan pemaknaannya.

Lanjutnya, kata "Fakir" merupakan berasal dari arab kata Faqir yang memiliki arti orang yang patah tulang punggung atau suami, penanggungjawab keluarga tidak dapat lagi menghidupi keluarganya dikarnakan mungkin sakit parah atau mengalami kecelakaan lalu lintas.

Sedangkan kata "Miskin" merupakan orang yang sudah bekerja akantetapi tetap tidak dapat memenuhi kebutuhan pribadinya atau keluarganya. Ada juga hidup sudah sederhana akantetapi anaknya ada yang mengalami sakit atau seluruh anaknya masih sekolah mengakibatkan orangtua miskin dan tidak mampu untuk membiayai anaknya hingga perguruan tinggi, ini merupakan golongan miskin, terang Anggota MPR RI tersebut.

Artinya negara harusnya mengedepankan bantuan buat kaum fakir dan bantuan kedua buat kaum tergolong miskin. Lalu dengan melakukan rekonstruksi ulang makna tersebut diharapkan dapat memudahkan negara untuk mengentaskan kemiskinan secara terukur dan efesien, ungkap DR. Syahrul Aidi Maazat, Lc MA pada, Senin 16 Maret 2026 di Pekanbaru.

Pemaknaan Fakir miskin juga diperkuat oleh para Ulama Indonesia, seperti Imam Syafi'i dan Imam Ahmad (Hanbali), menurut mereka bahwa Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan sama sekali, atau memiliki sedikit tapi tidak mencukupi kebutuhan pokok (sangat melarat). Sedangkan Miskin adalah orang yang memiliki harta/pekerjaan, tetapi masih tidak mencukupi kebutuhan pokok.

Ulama terkemuka seperti Buya Hamka
(Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah)
(Tafsir Al-Azhar) Menjelaskan, bahwa orang miskin bisa jadi memiliki pekerjaan atau alat usaha, namun hasilnya masih belum mencukupi.

Pasca melakukan rekonstruksi ulang dan menginterpretasikan makna " Fakir dan miskin" diharapkan negara dapat memperbaiki negeri ini dalam menangani kasus kemiskinan dengan baik dan tidak terjadi keraguan petugas bantuan sosial negara dalam membantu warga yang memang membutuhkan.

Petugas bantuan sosial juga diharap melakukan verifikasi ulang terhadap penerima bantuan agar tepat sasaran. Jajaran Ketua RT seluruh Indonesia sebagai pemilik data awal dari bawah juga diharap melakukan pendataan warganya dengan baik dan benar serta tidak terkandung unsur kepentingan pribadi agar Indonesia kededepan mengarah ke taraf hidup lebih baik, agar warga Negara Indonesia dapat Sejahtera hingga ke pelosok negeri, semoga saja, amin......

Rekonstruksi Makna "Fakir Miskin"Sebagai salah satu jawaban memperbaiki negeri https://kabarkompas.id/rekonstruksi-makna...
18/03/2026

Rekonstruksi Makna "Fakir Miskin"
Sebagai salah satu jawaban memperbaiki negeri

https://kabarkompas.id/rekonstruksi-makna-fakir-miskin-sebagai-tolak-ukur-memperbaiki-negera-indonesia

Rekonstruksi Makna " Fakir miskin" Sebagai Tolak Ukur Memperbaiki
Negera Indonesia

Opini: Yusuf Situmorang

Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan, melindungi kesehatan masyarakat serta membantu anak bangsa melalui beasiswa. Bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan seperti Bantuan Langsung Tunai(BLT) serta bantuan lainnya yang sengaja diberikan negara untuk mengurai dan mengurangi kemiskinan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penanganan khusus fakir miskin sebagai amanat UUD 1945 pasal 34 ayat 1 yang berbunyi " Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara" pemerintah juga memperkuat pasal 34 UUD 1945 dengan Keputusan Menteri Sosial Nomor 262/HUK/2022 dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.

Dalam keputusan menteri sosial disebut ada sekitar 11 kriteria
yang digunakan pemerintah agar masyarakat mendapat perhatian atau bantuan dari pemerintah, yakni;

1. Tidak memiliki sumber mata pencaharian atau memiliki sumber mata pencaharian tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar
2. Pengeluaran sebagian besar digunakan untuk konsumsi makanan pokok dengan sangat sederhana
3. Tidak mampu berobat ke tenaga medis, kecuali Puskesmas atau yang disubsidi pemerintah
4. Tidak mampu membeli pakaian satu kali dalam satu tahun untuk setiap anggota rumah tangga
5. Mempunyai kemampuan hanya menyekolahkan anaknya sampai jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
6. Atap terbuat dari ijuk/rumbia atau genteng/seng/asbes dengan kondisi tidak baik/kualitas rendah
7. Mempunyai penerangan bangunan tempat tinggal bukan dari listrik atau listrik tanpa meteran
8. Luas lantai rumah kecil kurang dari 8 m2/orang
9. Mempunyai sumber air minum berasal dari sumur atau mata air tak terlindung/air sungai/air hujan/lainnya
10. Dinding rumah terbuat dari bambu/kayu/tembok dengan kondisi tidak baik/kualitas rendah
11. Kondisi lantai terbuat dari tanah atau kayu/semen/keramik dengan kondisi tidak baik/kualitas rendah.

Selain itu, kriteria fakir miskin juga dapat dilihat dari aspek kebutuhan hidup layak (KHL) dan garis kemiskinan (GK) yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai takaran dalam pemberian bantuan.

Perlunya Rekonstruksi Ulang Makna
Fakir Miskin

Pasca 81 tahun Republik Indonesia merdeka, negara selalu hadir dan mengamanatkan agar fakir miskin dipelihara atau dibantu oleh negara. Semenjak itu p**a negara dinilai belum berhasil memberikan bantuan dengan optimal dan tepat sasaran agar warga negara yang terhimpit ekonomi keluar dari jerat kemiskinan.

Bila melihat kriteria yang dimaksud diatas berapakah jumlah penduduk yang tergolong fakir miskin di Indonesia serta berapa dana yang dikucurkan pemerintah pusat untuk penduduk miskin setiap tahunnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan mencapai angka puluhan juta tiap tahunnya, berikut data jumlah kemiskinan di Indonesia dan anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat dari tahun 2021-2025.

1. Tahun 2021 = 26,50 juta orang
Perlindungan sosial Rp. 468,2 triliun

2. Tahun 2022= 26,36 juta orang
Perlindungan sosial Rp. 460 triliun

3. Tahun 2023= 25,90 juta orang
Perlindungan sosial Rp. 476 triliun

4. Tahun 2024= 24,05 juta orang
Perlindungan sosial Rp. 493,5 triliun

5. Tahun 2025= 23,36 juta orang
Perlindungan sosial Rp. 513 triliun
Bahkan Menkeu Sri Mulyani
mengatakan diperkirakan Rp.1.333
triliun anggaran yang langsung
dinikmati masyarakat di tahun 2025

Dengan adanya data BPS setiap tahunnya selayaknya pemerintah dapat melakukan pemetaan dan bantuan terukur buat fakir miskin yang ada di seluruh wilayah penjuru nusantara. Data BPS juga sebagai tolak ukur bantuan agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan pemerintah dapat meningkatkan perekonomian warganya.

Dewasa ini semua langkah telah dilaksanakan oleh pemerintah pusat, propinsi dan pemerintah daerah. Langkah bantuan pemerintah kepada fakir miskin kian seperti kurang efektif, hal ini apakah karna bantuan tidak tepat sasaran ataukah karna pemerintah masih salah memaknai kata " Fakir miskin".

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), fakir miskin adalah kaum yang sangat kekurangan, tidak berharta benda, dan hidup dalam serba kekurangan.
Bila diartikan kata fakir miskin memiliki makna sangat luas dan berpotensi terjadinya mispersepsi yang membuat negara tidak akan dapat mengentaskan kemiskinan dan negara akan tetap stagnan dalam situasi ini.

Bahkan mengenai makna fakir miskin juga dikoreksi salah satu anggota MPR RI DR. Syahrul Aidi Maazat, Lc MA. Menurutnya perlu dilakukan rekonstruksi ulang kata fakir miskin
agar negara berhasil menangani kasus kemiskinan serta agar tidak salah menginterpretasikan kata fakir miskin dalam konteks berbangsa.

"Negara perlu merekontruksi ulang dan menginterpretasikan kembali kata Fakir miskin sebagai tolak ukur pengentasan kemiskinan oleh negara".
Sebab negara selama ini memaknai fakir miskin merupakan warga tidak mampu atau tidak dapat memenuhi kebutuhannya atau kebutuhan keluarganya.

Menurutnya perlu dilakukan kajian secara mendalam arti kata fakir miskin sebab kata sebenarnya bahwa fakir dan miskin harus dipisahkan pemaknaannya.

Lanjutnya, kata "Fakir" merupakan berasal dari arab kata Faqir yang memiliki arti orang yang patah tulang punggung atau suami, penanggungjawab keluarga tidak dapat lagi menghidupi keluarganya dikarnakan mungkin sakit parah atau mengalami kecelakaan lalu lintas.

Sedangkan kata "Miskin" merupakan orang yang sudah bekerja akantetapi tetap tidak dapat memenuhi kebutuhan pribadinya atau keluarganya. Ada juga hidup sudah sederhana akantetapi anaknya ada yang mengalami sakit atau seluruh anaknya masih sekolah mengakibatkan orangtua miskin dan tidak mampu untuk membiayai anaknya hingga perguruan tinggi, ini merupakan golongan miskin, terang Anggota MPR RI tersebut.

Artinya negara harusnya mengedepankan bantuan buat kaum fakir dan bantuan kedua buat kaum tergolong miskin. Lalu dengan melakukan rekonstruksi ulang makna tersebut diharapkan dapat memudahkan negara untuk mengentaskan kemiskinan secara terukur dan efesien, ungkap DR. Syahrul Aidi Maazat, Lc MA pada, Senin 16 Maret 2026 di Pekanbaru.

Pemaknaan Fakir miskin juga diperkuat oleh para Ulama Indonesia, seperti Imam Syafi'i dan Imam Ahmad (Hanbali), menurut mereka bahwa Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan sama sekali, atau memiliki sedikit tapi tidak mencukupi kebutuhan pokok (sangat melarat). Sedangkan Miskin adalah orang yang memiliki harta/pekerjaan, tetapi masih tidak mencukupi kebutuhan pokok.

Ulama terkemuka seperti Buya Hamka
(Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah)
(Tafsir Al-Azhar) Menjelaskan, bahwa orang miskin bisa jadi memiliki pekerjaan atau alat usaha, namun hasilnya masih belum mencukupi.

Pasca melakukan rekonstruksi ulang dan menginterpretasikan makna " Fakir dan miskin" diharapkan negara dapat memperbaiki negeri ini dalam menangani kasus kemiskinan dengan baik dan tidak terjadi keraguan petugas bantuan sosial negara dalam membantu warga yang memang membutuhkan.

Petugas bantuan sosial juga diharap melakukan verifikasi ulang terhadap penerima bantuan agar tepat sasaran. Jajaran Ketua RT seluruh Indonesia sebagai pemilik data awal dari bawah juga diharap melakukan pendataan warganya dengan baik dan benar serta tidak terkandung unsur kepentingan pribadi agar Indonesia kededepan mengarah ke taraf hidup lebih baik, agar warga Negara Indonesia dapat Sejahtera hingga ke pelosok negeri, semoga saja, amin......

Opini: Yusuf Situmorang Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan, melindungi kesehatan masyarakat serta membantu...

Jikalahari tentang penyelamatan gajah
10/03/2026

Jikalahari tentang penyelamatan gajah

PEKANBARU-KABAR KOMPAS.ID Isu pembantaian gajah kembali menjadi sorotan dalam kegiatan Diskusi dan Aksi (Diksi) 2026 yang digelar oleh Jikalahari di Jalan...

Kapolda Riau dan jajaran berhasil tangkap 15 orang tersangka kasus perburuan gajah dan 3 orang ditetapkan jadi DPO.
04/03/2026

Kapolda Riau dan jajaran berhasil tangkap 15 orang tersangka kasus perburuan gajah dan 3 orang ditetapkan jadi DPO.

NASIONAL- KABAR KOMPAS.ID Kapolda Riau, Irjen Pol Dr Herry Heryawan S*K, MH,M.Hum menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus perburuan gajah...

Senator Riau, Abdul Hamid S.Pi M.Si Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di SMAN Bernas Pangkalan KerinciPendidikan-KABARKOMPA...
09/02/2026

Senator Riau, Abdul Hamid S.Pi M.Si Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di SMAN Bernas Pangkalan Kerinci

Pendidikan-KABARKOMPAS.ID

Senator Provinsi Riau, H. Abdul Hamid S.Pi,M.Si mengadakan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di sekolah SMAN Binsus Bernas Pangkalan Kerinci, pada Senin(09/2/2026). Kegiatan melibatkan para siswa/siswi Bernas dari kelas VII, VIII dan kelas IX, para guru dan Kepala Sekolah.

Kedatangan anggota DPD- MPR RI Riau tersebut untuk melakukan sosialisasi isi dari 4 pilar kebangsaan yang didalamnya yakni;
1. Pancasila
2. UUD 1945
3. NKRI
4. Bhineka Tunggal Ika
para Siswa/Siswi antusias mengikuti sosialisasi yang sengaja diselenggarakan untuk menambah pengetahuan dan cinta terhadap tanah air.

" Pancasila adalah dasar Negara yang sengaja ditanamkan pendiri bangsa agar rakyat tetap cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, Mencintai Negara dan Cinta terhadap sesama anak bangsa, itulah yang membedakan kita dengan negara lain" ujar H. Abdul Hamid dalam sosialisasinya.

Warga negara lain pernah memprediksi bahwa Bangsa Indonesia akan runtuh pada tahun 2020, akan tetapi sampai saat ini tahun 2026 Indonesia tetap berdiri dan berkibar, itu salah satunya karna adanya kekuatan Pancasila, pungkas Senator.

Sesi tanya jawab juga sengaja diberikan untuk menambah hidupnya suasana sosialisasi, para siswa/siswi berkesempatan bertanya. Sejumlah pertanyaan dari para murid seperti tentang apa saja isi 4 Pilar kabangsaan, apa tugas dan fungsi DPD RI yang ditanyakan Shakit, lalu bagaimana cara masuk sebagai senator yang ditanyakan Danil dan juga ada yang bertanya apa pengalaman yang paling menarik sebagai anggota DPD RI.

Selain itu ada siswa yang bertanya kenapa Indonesia tetap miskin padahal Indonesia kaya seperti keadaan warga papua, bagaimana cara mengatasi kegagalan, apa yang memotivasi hingga dapat menjadi senator dan pertanyaan siswa lain yaitu bagaimana tanggapan tentang anak keracunan makanan MBG.

Kepala Sekolah SMAN Bernas Pangkalan Kerinci (SMAN Bernas Binsus) Tati Andriani S.Pd, MM sangat menyambut baik sosialiasasi 4 pilar kebangsaan agar para anak didik dapat mengetahui 4 pilar kebangsaan. Setelah ini anak didik dapat mengetahui dan menjalankan isi daripada 4 pilar tersebut, ungkap Kepala Sekolah.

Kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan terlihat dihadiri ratusan siswa/siswi SMAN Bernas Binsus yang bertempat diaula sekolah. Dimulai dari pagi jam 09.00 WIB hingga 12.00 WIB. Antusias para murid membuat suasana lebih hidup dan bermakna sebab seriusnya mengikuti sosialisi hingga tak terasa berakhirnya kegiatan.
(Yusuf Situmorang)

Monitoring absensi siswa berbasis handphone android
04/02/2026

Monitoring absensi siswa berbasis handphone android

PELALAWAN-KABAR KOMPAS.ID SMA Negeri 2 Pangkalan Kerinci melaksanakan sosialisasi dua agenda besar dan strategis, yakni Pembatasan Penggunaan Telepon...

Kapolres Kejar Fakta di Perkebunan PT SLS tempat Diduga Terjadinya Penganiayaan PELALAWAN– KABAR KOMPAS.IDSuasana tenang...
13/12/2025

Kapolres Kejar Fakta di Perkebunan PT SLS tempat Diduga Terjadinya Penganiayaan

PELALAWAN– KABAR KOMPAS.ID

Suasana tenang di kawasan Perkebunan PT Sari Lembah Subur (SLS), grup Astra Agro Lestari (AAL), di Desa Genduang, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, mendadak berubah tegang.

Kesunyian kebun yang biasanya hanya dipenuhi suara mesin dan aktivitas perkebunan pecah ketika Satreskrim Polres Pelalawan bergerak cepat menurunkan tim khusus untuk mengungkap dugaan tindak kekerasan atau penganiayaan secara bersama-sama yang dilaporkan terjadi di area tersebut.

Langkah reaktif itu dipicu laporan resmi masyarakat atas nama Indra Warsito pada 11 Desember 2025. Dalam waktu singkat, penyidik memeriksa sejumlah saksi awal dari pihak korban untuk memastikan kronologi.

Guna mempercepat pembuktian, Kapolres Pelalawan melalui Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga Pranata, STrK S*K MH, menerbitkan Surat Perintah Tugas Sprin.Gas/651/XII/2025/Satreskrim, menugaskan personel terbaik Satreskrim melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.

Pada Jumat, 12 Desember 2025, tim bergerak menuju Dusun Pangkalan Kulim, Desa Genduang, memasuki area perkebunan PT SLS. Di bawah teriknya matahari yang memantul dari hamparan sawit, mereka melakukan penyisiran menyeluruh. Kebun luas yang biasanya sunyi kini berubah menjadi arena pencarian jejak, tempat setiap detil kecil diperiksa dengan seksama.***

Perayaan Natal GPdI se- Pelalawan Tahun 2025, Angkat Thema" Dialah Damai Sejahtera Kita Yang Mempersatukan"PELALAWAN-KAB...
04/12/2025

Perayaan Natal GPdI se- Pelalawan Tahun 2025, Angkat Thema" Dialah Damai Sejahtera Kita Yang Mempersatukan"

PELALAWAN-KABARKOMPAS.ID

Ibadah dan Perayaan Natal
Hamba-Hamba Tuhan dan Seluruh Jemaat Wilayah V MD GPdI Riau atau se Kabupaten Pelalawan dilaksanakan pada Selasa, 02 Desember 2025 di Gereja GPdI Elshaddai. Ribuan jemaat dari berbagai kecamatan di pelalawan hadir untuk merayakan Natal dan ibadah bersama dengan penuh sukacita.

Perayaan Natal wilayah V MD Riau mengangkat Thema: Dialah Damai Sejahtera Kita Yang Mempersatukan (Efesus 2:14).

Ketua MD Riau Pdt. Dr. (H.C.) PL Manullang, M.Th dipercaya sebagai pembicara pada perayaan Natal kali ini. Terlihat 27 Gereja terlibat dalam perayaan Natal termasuk wilayah perairan di Kabupaten Pelalawan.

Dalam Khotbahnya menyampaikan pentingnya hidup dalam damai antara sesama dan berdamai dengan Tuhan Yesus Damai itu hanya ditemukan dalam Yesus sesuai dengan thema kita dalam Efesus 2: 14 " Karna dialah damai sejahtera kita yang telah mempersatukan kedua belah pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan".

"Kata Syalom juga merujuk daripada, kesejukan, keamanan, menyeluruh baik secara fisik dan secara rohani umat manusia. Damai Horizontal dan damai Vertikal umatnya yang percaya kepada Allah perlu diterapkan".

Artinya damai vertikal itu, kita sebagai umat kristen harus berdamai dengan Tuhan Yesus, selalu melayani Tuhan, membuat hati Yesus senang dan menjalankan semua perintah Allah, jelas Ketua MD Riau.

Damai Horizontal juga perlu diterapkan umat manusia, berdamai dengan sesama, berdamai dengan diri sendiri, keluarga, tetangga dan selalu berdamai dengan masyarakat. Dimanapun kita berada tetap mengedepankan perdamaian di tengah masyarakat luas.

" Ibrani 12: 14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan", jelas Ketua MD Riau Pdt. Dr. (H.C.) PL Manullang, M.Th dalam khotbahnya.

Ketua Panitia Natal Pdt.P Pardede S.Th dalam sambutannya menyampaikan terimakasihnya atas jerih payah para panitia Natal sehingga Perayaan Natal berjalan dengan baik. Biarlah damai sejahtera menaungi kita jemaat Tuhan seperti khotbah yang kita dengarkan, menjadi kekuatan baru dan memperbaharui iman percaya kita, terangnya.

Ketua wilayah Pdt Fany Tompunu S. Th juga menuturkan bahwa damai antar sesama itu penting dan damai dengan Tuhan Yesus juga penting. Selamat merayakan Natal, Biarlah sukacita Natal menaungi kita semua, selamat menjelang Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 semoga kita bertemu kembali di Natal tahun depan.

Kata sambutan Pdt.B Situmorang pendeta GPdI Sorek dan kata sambutan mewakili Jemaat Elshaddai S Sijabat pada perayaan Natal yang bertempat di gereja GPdI Elshaddai.

Ibadah Parayaan Natal se Pelalawan mulai 18.00 WIB dihadiri ribuan jemaat GPdI. Jemaat yang hadir terlihat antusias mengikuti Perayaan Natal dengan menyuguhkan lagu pujian dan koor yakni dari Jemaat GPdI Elshaddai, GPdI Sorek, GPdI Rehobot KM 7, GPdI Rantau Baru dan jemaat gereja lainnya. (Yusuf Situmorang)

Auguster Sinaga Undang Surveyor Pemetaan Berlisensi, Sedikitnya Mendapat 3 Temuan Memperkuat Dasar Penolakan Hasil Konst...
29/11/2025

Auguster Sinaga Undang Surveyor Pemetaan Berlisensi, Sedikitnya Mendapat 3 Temuan Memperkuat Dasar Penolakan Hasil Konstatering

HUKUM- KABARKOMPAS.ID

Aguster Sinaga SE mengundang surveyor pemetaan berlisensi Renhard Siahaan untuk melaksanakan pemetaan di lokasi tanah perkara perdata nomor: 68/Pdt.G/Pn.Plw.

yang terletak di Pangkalan Kerinci tepatnya di Jalan Engku Lela Putra, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur.

Aksi pemetaan lokasi dan pengambilan gambar dari dron tersebut dilaksanakan pada Jumat, (28/11/2025) disaksikan langsung oleh Auguster Sinaga, Edi Wibowo, Atil Mahdar, Matius Ampera Lumban Gaol dan Pengacara Hendri Siregar SH. Survey dan pemetaan dilaksanakan atas permintaan dari kantor hukum "Hendri Siregar Law Firm".

Setelah dilakukan survey dan pemetaan didapati sedikitnya ada 3
temuan dilapangan antara lain

1. Lokasi tanah Auguster Sinaga selaku tergugat tidak berbanding lurus dengan SMA N 1, malah sangat jauh siku kemerengannya, artinya berbeda dengan denah keterangan tanah versi penggugat yang menyatakan berbanding lurus dengan SMA N 1 Pangkalan Kerinci.

2. Jarak objek perkara juga didapati perbedaan jarak signifikan, sebagaimana didapati antara SMAN 1 Pangkalan Kerinci ke objek perkara berjarak 1.140 meter, berbeda dengan keterangan denah tanah yang dimiliki penggugat diterangkan jarak lokasi tanah milik Agusman dengan sekolah SMAN 1 berjarak 1.000 meter(1 KM).

3. Sempadan tanah milik Aguster Sinaga terbukti dan dapat dihadirkan dilapangan. Dari asal usul tanah sempadan juga tidak ditemukan nama versi penggugat.

Hal ini sudah cukup menerangkan bahwa telah terjadi salah objek tanah, membuat kerugian kepada klien kami. Pengadilan juga dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya untuk penegakan hukum, pungkas Hendri pengacara Auguster Sinaga.

Menurut Hendri, Survey dan pemetaan dilaksanakan untuk membantah hasil berita acara konstatering yang telah dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Pelalawan, karena Berita Acara Konstatering versi Panitera Pengadilan Negeri Pelalawan tidak sesuai fakta. Pemetaan dan survey dipimpin langsung oleh Renhard Siahaan dan dibantu 3 orang timnya, pungkas Hendri Siregar kepada media.

Renhard Siahaan ditemui dilapangan mengatakan" kehadiran tim survey dan pemetaan memang karna diundang oleh Hendri Siregar selaku kuasa hukum Auguster Sinaga SE. Survey dan pemetaan menjalankan tugas mengukur secara reel lokasi tanah, mengambil titik koordinat, mengambil photo tanah,photo sempadan, mengukur jarak dan apa saja yang menjadi keperluan data pihak yang mengundang" terang Siahaan.

Pantauan media tim survey dan pemetaan juga mengambil gambar menggunakan satelit, alat drone serta mengambil photo di 4 lokasi penjuru mata angin, selain mengukur reel tanah tim Survey di sesi kedua mengukur jarak antara SMAN 1 Pangkalan Kerinci dengan lokasi tanah perkara. Dilanjutkan sesi terakhir mengambil gambar lokasi tanah menggunakan drone yang memang dibawa tim survey. ***

Address

Pangkalan Kerinci
Pelalawan
28300

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KABAR Kompas Televisi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share