17/01/2026
Membangun AI Trading Bot: Ketika Logika Manajemen Bertemu Deep Learning
Akhirnya dengan google colab saya bisa menyentuh deep learning yang mana cuma hanya ada di angan-angan saya. Jadi selama beberapa minggu terakhir, saya bereksperimen menggabungkan teori manajemen portofolio dengan Deep Learning menggunakan arsitektur LSTM (Long Short-Term Memory) untuk memprediksi harga saham di Bursa Efek Indonesia.
Bukan sekadar menebak angka, saya membangun sistem ini dengan fokus pada Manajemen Risiko dan Efisiensi Biaya.
Apa yang Saya Bangun?
Saya mengembangkan model AI yang mempelajari pola historis harga selama 30 hari terakhir untuk memprediksi arah harga besok. Fitur yang saya gunakan meliputi:
SMA 7 & 50: Untuk menangkap tren jangka pendek dan menengah.
Daily Return: Untuk melihat volatilitas harian.
Threshold Strategy (5%): Ini adalah kunci efisiensi. AI hanya akan memberikan sinyal "BUY" jika potensi kenaikan di atas 5%, tujuannya agar profit kita tidak habis hanya untuk membayar biaya broker (overtrading).
Konsep ini saya ambil berdasarkan artikel yang ditulis aditi babu di medium: https://medium.com//predicting-stock-prices-using-lstms-time-series-forecasting-a-step-by-step-guide-a70ebb04bbb8
STRATEGI UTAMA: Saya menggunakan Threshold 5%. Artinya, AI hanya akan memberi sinyal "BUY" jika potensi kenaikan di atas 5%. Kenapa? Agar keuntungan kita tidak habis hanya untuk membayar biaya broker (fee beli/jual).
HASIL UJI COBA (BACKTESTING):
BBNI.JK (Pasar Naik/Uptrend)
Hasil Strategi AI: +31.01% (Cuan Maksimal!)
Beli & Diamkan: +4.29%
Kesimpulan: AI sukses menangkap momentum kenaikan.
BBRI.JK (Pasar Turun/Downtrend)
Hasil Strategi AI: +8.52% (Tetap Profit!)
Beli & Diamkan: -13.68%
Kesimpulan: AI berhasil menyelamatkan modal saat market minus.
ACES.JK (Pasar Anjlok/Crash)
Hasil Strategi AI: -13.23% (Rugi Terukur)
Beli & Diamkan: -42.92%
Kesimpulan: AI jadi "Rem Darurat". Menyelamatkan Rp2,9 Juta dari potensi kerugian yang lebih dalam.
PERSPEKTIF MANAJEMEN: Dalam investasi, "TIDAK TRADING adalah sebuah TRADING". AI mengajarkan kita untuk disiplin. Jika sinyal tidak cukup kuat menutupi biaya transaksi, lebih baik Wait and See.
Bagi rekan-rekan yang ingin melihat jeroan kodenya atau mencoba memprediksi saham favorit kalian, silakan akses Google Colab saya di bawah ini:
LINK KODE: https://sfl.gl/3fM2q
(Note: Link ini berisi iklan singkat sebagai bentuk dukungan kecil untuk riset saya. Terima kasih atas pengertiannya! π)
(Disclaimer: Ini instrumen riset pribadi, bukan ajakan investasi. Analisis mandiri tetap yang utama!)
Send a message to learn more