22/04/2026
Menyelesaikan Skripsi Tanpa Laptop π
Meskipun terhimpit dengan keterbatasan ekonomi, yaitu tidak adanya laptop menyusun skripsi, bagi Bagus Budi Laksono, hal itu tidak membuatnya menyerah.
Salah satu hal yang memberi motivasi Bagus, selama penyusunan skripsi adalah melihat para mahasiswa luar negri seperti Universitas yang ada di China ataupun Jepang yang mungkin jauh lebih sulit dibanding yang dialami dirinya disini, menurut Bagus ujian disana jauh lebih sulit dan ketat.
"Disana lebih membutuhkan perjuangan bahkan sampai ada yang masuk ke RS hanya demi masuk universitas," ujarnya.
Kepada para mahasiswa yang sekarang sedang
menyusun skripsi, Bagus berpesan:
"Jangan terus stuck, tapi harus gerak buat keluar dari zona nyaman. Nulis skripsi bukan hal yang enak, seperti mengunyah obat tapi harus dilakukan. Walaupun rasanya berat, pusing, tapi itu harus dilakukan. Kalau kata pepatah bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian," kata dia.