14/10/2026
17 Oktober 2026 tinggal hitungan hari. Produk makanan & minuman warung kamu sudah bersertifikat halal?
Mulai 18 Oktober 2026, produk makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan dari usaha mikro & kecil (UMK) wajib bersertifikat halal. Ringkasnya (edukasi, bukan nasihat hukum):
Dasar hukum:
• UU 33/2014 Jaminan Produk Halal: produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal
• UU Cipta Kerja (kini UU 6/2023): UMK bisa lewat pernyataan halal (self-declare)
• PP 42/2024 (ganti PP 39/2021): tahap usaha menengah & besar selesai 17 Okt 2024, UMK sampai 17 Okt 2026
Status per 13 Okt 2026: BPJPH menegaskan tidak ada penundaan. Ketentuan khusus untuk UMK & produk impor sedang disiapkan, dan penerapan lewat pembinaan & pengawasan. Gugatan ke MK belum mengubah tenggat.
Sanksi administratif bertahap: peringatan tertulis, denda, sampai penarikan produk dari peredaran.
Cara daftar:
1. Siapkan NIB
2. Buat akun SIHALAL di portal BPJPH
3. Produk sederhana & bahan jelas halal: self-declare, gratis lewat program SEHATI bila kuota ada (didampingi Pendamping PPH)
4. Selain itu: jalur reguler lewat LPH (berbayar)
5. Sertifikat terbit, pasang label halal resmi
Jual produk kemasan pabrik? Cek label halal dari produsennya. Hindari calo, daftar hanya lewat portal resmi.
Soft tip: Kasir Q bantu rapikan daftar produk & penjualan. Opsional saja.
Cari "Kasir Q" di Play Store.
Tanya: WA 0851 7106 4406 · email help at Warza · situs Warza
Produk kamu sudah halal, lagi proses, atau belum mulai? Tulis di komentar.
Sumber:
• Gambar: Dok. Ammara Nayla/Unpad via Pikiran Rakyat
• UU 33/2014, PP 42/2024, berita BPJPH (Okt 2026)