02/10/2018
WAHAI PEJABAT
Ketika senja mengulur waktu
Ketika matahari memberi waktu
Ketika bulan merenggut waktu
Keadaan awan tak menentu dalam hembusan topan
Pesisir pantai mulai meremas rawa
Rawa memukau dalam lumpur
Seraya pengabdianmu tiada arti
Kau mampu merenggut janji
Namun kau tak mampu menebus janji
Omong kosong belaka yang selalu kau ucapi
Hanya gelar yang kau pampang dalam seragammu tuk sebuah kebanggaan diri
Tapi seutai kata tak terbukti
Wahai Pejabat...
Buka matamu
Buka mata batinmu yg mengucap kata
Jangan hanya kata tak berisi
Jangan hanya diam terpaku dalam kursimu
Jangan hanya duduk santai menatap layar kacamu tentang keadaan negaramu
Rakyatmu menangis dalam diam
Celotehan rakyatmu kau anggap sampah
Kami buruh..
Kami guru..
Kami para petani..
Tak mengerti permainan yang kau buat..
Wahai pejabat..
Apakah kau bangga dengan gelar dan jabatanmu?
Wahai pejabat..
Apakah kau mampu memegang janjimu?
Wahai pejabat..
Apakah kau tau rasanya menjadi kami?
Hak kami kau renggut..
Kewajiban kami kau rampas..
Wahai pejabat..
Jangan bangga menjadi maling dalam batin rakyatmu..
Karna, tanpa kami namamu tiada arti
Rizky Haris
Mataram, 2018