27/06/2026
Ya, benar. Semakin jauh suatu teleskop dapat mengamati objek di alam semesta, semakin jauh p**a ia melihat ke masa lalu.
Hal ini terjadi karena cahaya memiliki kecepatan terbatas, sekitar 299.792 km/detik. Cahaya membutuhkan waktu untuk menempuh jarak.
Contohnya:
Cahaya dari Matahari membutuhkan sekitar 8 menit untuk mencapai Bumi. Jadi kita melihat Matahari seperti 8 menit yang lalu.
Cahaya dari Galaksi Andromeda membutuhkan sekitar 2,5 juta tahun untuk mencapai kita. Kita melihat Andromeda seperti saat 2,5 juta tahun yang lalu.
Teleskop seperti Teleskop Luar Angkasa James Webb dapat mengamati galaksi yang cahayanya telah melakukan perjalanan lebih dari 13 miliar tahun, sehingga kita melihat alam semesta ketika usianya masih sangat muda.
Namun ada batasnya. Kita tidak dapat melihat lebih jauh dari sekitar 380.000 tahun setelah Big Bang, karena sebelum itu alam semesta masih berupa plasma panas yang tidak tembus cahaya. Cahaya tertua yang dapat kita amati saat ini adalah Radiasi Latar Gelombang Mikro Kosmik.
Jadi, teleskop pada dasarnya adalah mesin waktu ke masa lalu: semakin jauh ia melihat, semakin jauh p**a ia melihat ke masa lalu.